Bagaimana pemegang 15 gelar PGA TOUR mengatasi keadaan yang amburadul untuk menjuarai PGA Championship.
Oleh Chris Cox, PGA TOUR.
Penulis Mark Twain, di antaranya, terkenal dengan ujaran, ”Ketidakmampuan untuk melupakan jauh lebih meremukkan daripada ketidakmampuan untuk mengingat.” Apa yang ia maksud jelas bisa diartikan macam-macam. Mungkinkah ujaran itu mengacu pada kariernya sendiri, setelah diterbitkannya Huckleberry Finn dan melejitnya namanya setelah itu? Mungkin. Atau, mungkin ini lebih tepat, mungkinkah ujaran itu menjadi satu kontribusi terbesar Twain untuk sebuah instruksi golf?
Baiklah, mungkin penafsiran itu terlalu jauh. Namun, setelah melihat bagaimana Justin Thomas bisa bangkit dari salah satu pukulan terburuk dalam kariernya untuk menjuarai PGA Championship, mudah saja membayangkan Twain mengangguk setuju terhadap penafsiran tadi.
”Mampu melupakan ketika sesuatu beerubah menjadi buruk, dan sepenuhnya fokus melakukan swing yang baik pada pukulan berikutnya, itulah atribut penting yang dimiliki seorang pemain hebat,” ujar Todd Anderson, Direktur Instruksi PGA TOUR Performance Center di TPC Sawgrass, rumah THE PLAYERS Championship. ”Mengingat pukulan-pukulan yang bagus, tapi mampu melupakan pukulan-pukulan buruk dan tidak membawanya ke mana-mana. Itulah yang saya lihat bisa dilakukan oleh para pemain hebat.”
Persis seperti itulah yang Thomas lakukan. Di hole 6 par 3 ia memukul 5-iron-nya dari bagian hosel sehingga bolanya menghantam pepohonan, memantul ke samping dan masuk ke bunker hole lainnya. Tak masalah baginya. Ia memainkan pitching wedge-nya, dan mengantarkan bola hingga menyisakan sekitar 6 meter, dan mendapat bogey.
”Saya memukul shank,” ujar Thomas. ”Shank benaran. Entah bagaimana menjelaskannya. (Namun), itulah bogey terbaik yang pernah saya lakukan dalam hidup saya, kalau ini saya yakin.”
Tak lama kemudian 5-iron itu kembali dimainkan. Persisnya satu hole kemudian.
”Hole berikutnya, dengan air di kanan green, dan slope green dari kiri ke kanan, ia harus bangkit dan melakukan pukulan dengan club yang membuatnya memukul shank 20 menit sebelumnya, dan jelas ia melakukan pukulan terbaiknya hari itu,” ujar sang kedi, Jim ”Bones” Mackay. ”Kami menilainya saat itu, bahwa itulah swing penuh terbaiknya pekan itu dan ia memukul hingga menyisakan jarak 3 meter dari jarak 180 meter.”
Kemudian Thomas membukukan lima birdie di sepuluh hole berikutnya dan memaksakan play-off. Pada partai play-off itulah ia mengalahkan Will Zalatoris untuk memenangkan gelar PGA Championship keduanya. Namun, semua itu bermula dari pengaturan ulang mental di hole 7 par 4.
”Saya sangat yakin mengatakan kalau saya tidak akan berdiri di (podium juara) sini jika (Mackay) tidak menyampaikan sesuatu,” aku Thomas. ”Saya hanya perlu melepasnya. Saya tak perlu membawa pulang frustrasi dan kemarahan saya.

Kemampuan untuk meninggalkan pukulan yang buruk dan tidak membawanya pada sisa putaran yang dimainkan merupakan perjuangan khas bagi para pemain amatir dan profesional, ujar Anderson. Sering kali para pemain ini memberi penekanan yang berlebihan pada hal yang sebelumnya telah terjadi dan tidak mendedikasikan diri dan memberi perhatian penuh pada pukulan yang tengah mereka hadapi.
”Anda tak bisa mengajar golf tanpa membahas sisi mentalnya,” ujar Anderson. ”Saat membicarakan soal swing, ini topik yang mekanis, tapi bagaimana membawa hal-hal yang Anda lakukan di driving range ke lapangan dan meyakininya? Yang bisa Anda lakukan adalah fokus pada pukulan yang dihadapi. Anda tak bisa mengkhawatirkan satu pukulan yang sudah Anda lakukan, melebih apa yang sedang Anda hadapi.”
Ada beberapa alasan mengapa Anda melakukan pukulan buruk. Kemungkinannya adalah Anda tak punya gambaran jelas atau rencana ketika mendekati bola. Atau justru rencana yang salah (berusaha secara berlebihan atau melakukan pukulan yang salah untuk situasi di hadapan Anda).
Mungkin Anda juga hanya tidak berkomitmen melakukan pukulan itu. Atau—yang sering kali menjadi penjelasan sederhana—eksekusinya buruk dan Anda tidak melakukan apa yang hendak Anda lakukan.
”Saya bisa menerima alasan eksekusi yang buruk karena kita adalah manusia, kita masih akan melakukan swing yang buruk dan sejumlah kesalahan,” ujar Anderson lagi. ”Namun, jika tidak memiliki rencana yang baik dan tidak berkomitmen melakukannya, dan kemudian tidak melakukan swing yang menentukan, … hal-hal tersebut adalah sesuatua yang bisa dikendalikan.”
Jadi, Anda baru saja melakukan pukulan yang buruk. Lalu sekarang bagaimana? Pertama-tama, atur ulang mentalitas Anda. Mungkin tak banyak yang bisa memahami hal ini sebaik salah satu murid Anderson, Billy Horschel.
”Billy adalah orang yang emosional, ia mudah marah. Saya beri tahu kalau dia bisa marah sejauh sampai ia bersiap melakukan pukulan berikutnya, pikirannya harus benar-benar jernih, punya gambaran yang jelas tentang apa yang ingin ia lakukan dan bagaimana mesti melakukannya,” jelas Anderson lagi.
”… saya ingin benar-benar jelas pada apa yang hendak kita lakukan dan bagaimana kita mencoba dan melakukannya, setelah itu berjalanlah dengan kerangka berpikir yang baik dan positif dan lakukan swing yang menentukan itu ke mana pun targetnya.” — Todd Anderson, Direktur Instruksi PGA TOUR Performance Center.
”Cukup mudah untuk mulai ragu melakukan pukulan berikutnya ketika sudah melakukan pukulan yang buruk. Jadi, saya ingin benar-benar jelas pada apa yang hendak kita lakukan dan bagaimana kita mencoba dan melakukannya, setelah itu berjalanlah dengan kerangka berpikir yang baik dan positif dan lakukan swing yang menentukan itu ke mana pun targetnya.”
Biasanya Anderson bisa melihat jika seorang pemain belum melakukan penyesuaian ini. Yang dibutuhkan ialah pengecekan singkat pada kecepatan langkah dan tempo.
”Biasanya Anda bisa melihatnya. Semua kecepatannya cenderung bertambah,” ujarnya. ”Itu hal yang bisa saya sampaikan—jika Anda melakukan pukulan yang buruk atau mendapat skor buruk di satu hole, jangan berusaha menjadi pahlawan di hole berikutnya. Cobalah untuk memperlambat semuanya dan lakukan kontak yang solid, taruh bolanya di posisi yang mudah dipukul.
”Yang cenderung orang lakukan ketika suasananya memburuk ialah segala sesuatunya makin tergesa-gesa dan mereka berusaha secara berlebihan untuk memperbaiki kesalahan itu. Namun, kesalahan tersebut justru sudah berlangsung dan sudah terjadi. Yang tak ingin Anda lakukan justru menumpuknya dengan kesalahan yang lain. Jika mendapat skor buruk di satu hole, Anda mendapat skor buruk di hole itu. Cuma satu itu saja. Ayo melangkah ke hal berikutnya dan pukullah pukulan selanjutnya dengan lebih baik.”
Sebagai simpulannya, pahamilah mengapa Anda melakukan kesalahan. Lalu lupakan dan melangkahlah ke pukulan berikutnya. Ingatlah untuk tetap berkomitmen dan tidak meragukan swing Anda, dan pastikan mencermati tempo jika Anda merasa mulai tergesa-gesa.
Nah, hal itu berhasil untuk Justin Thomas.
”Anda tak mesti menjadi sempurna. Hanya saja, jangan terlalu keras pada diri sendiri,” ujar Thomas. ”Tetap bersikap positif supaya hal-hal yang baik bisa terwujud.”

Tentang Todd Anderson
Todd Anderson adalah Direktur Instruksi PGA TOUR Performance Center di TPC Sawgrass, rumah THE PLAYERS Championship. PGA Teacher of the Year 2010 ini telah mengantarkan murid-muridnya mengemas lebih dari 50 kemenangan di seluruh PGA TOUR dan Korn Ferry Tour, termasuk dua gelar FedExCup. Saat ini ia merupakan salah satu dari 20 instruktur golf terkemuka di Amerika Serikat, menurut Golf Digest. Ikuti dia melalui akun Twitter-nya, @ToddAndersonTPC dan ikutilah aksi Justin Thomas tiap pekan melalui Mola dan GOLFTV Powered by PGA TOUR.


