Tiffany Chan berharap bisa meraih hasil yang sama dengan Xander Schauffele dengan mempelajari buku yardage yang sama.
Pegolf Hong Kong Tiffany Chan mungkin memiliki senjata rahasia yang sangat berharga. Ia mendapatkan masukan juara, yang telah membantu Xander Schauffele mempersembahkan medali emas bagi Amerika Serikat pada kompetisi golf pria hari Minggu (1/8) lalu. Ia sendiri akan memulai upayanya hari Rabu (4/8) besok.
Senjata yang dimaksud ialah buku yardage yang digunakan oleh Austin Kaiser, kedi Schauffele. Catatan berharga ini bakal menjadi modalnya untuk berburu medali emas bagi Hong Kong. Dan ia juga berharap bisa memanfaatkan catatan ini terutama di atas green dan menggunakan catatan Schauffele untuk mengatasi East Course di Kasumigaseki Country Club.
Selain itu, ia juga akan memanfaatkan pemikiran dari Collin Morikawa untuk mewujudkan prestasi terbaik pekan ini.
”Bisa belajar dari Xander dan Collinm dan mendapatkan buku yardage dan meminta opini mereka jelas merupakan sebuah keberuntungan,” tutur Chan, yang berdomisili di Las Vegas ini. ”Saya sangat menghargai bantuan mereka dan berharap bisa membantu saya satu persen lebih baik dalam tiap aspek dan pada akhirnya, bermain lebih baik dengan satu persen bantuan tersebut.”
Pelatih pribadi Chan, Aaron Chu, akan menjadi kedi baginya pada pekan ini. Chu juga berdomisili di Las Vegas dan bersahabat dengan Schauffele, Morikawa, dan Kaiser. Chu sempat mengirimkan pesan kepada Kaiser dan meminta buku yardage, yang ia pikir akan membantu Tiffany bermain di East Course dengan lebih efektif.
”Ada beberapa catatan, terutama di green, yang semoga bisa membantu kami,” ujar Chu.
Pekan ini akan menjadi penampilan kedua bagi Tiffany, setelah finis di posisi 37 pada Olimpiade Rio 2016. Setelah melakukan sejumlah pencapaian pada level amatir, ia kini menjadi satu-satunya pegolf Hong Kong pada kancah LPGA Tour. Bulan April 2021 lalu ia mencapai finis sepuluh besar pertamanya lewat ajang Hugel-Air Premia LA Open, yang akan menjadi modal tambahan untuk bersaing pekan ini.
”Ada banyak tekanan dengan menjadi atlet Hong Kong, tapi saya pikir bisa menyaksikan mereka mencapai target dan impiannya, sungguh sangat menginspirasi.” — Tiffany Chan.
Ia juga menjadi salah satu yang menyaksikan putaran finak kompetisi pria, yang menyuguhkan akhir yang dramatis dengan Schauffele menjuarai medali emas dengan keunggulan satu stroke atas pegolf Slovakia Rory Sabbatini. Pegolf China Taipei C.T. Pan keluar sebagai pemenang medali perunggu setelah play-off yang diikuti tujuh pemain, termasuk Rory McIlroy, Morikawa, dan Paul Casey.
”Sudah jelas semua oranga berusaha menang pada pekan ini,” tuturnya. ”Jika akhirnya bisa mengikuti play-off untuk memenangkan medali, tentu merupakan mimpi yang menjadi kenyataan karena itu berarti ada peluang berjuang untuk berdiri di atas podium.”
Chan juga masih berlatih dengan Rick Sessinghaus, satu-satunya pelatih swing Morikawa. Tak heran jika ia pun berharap bisa mengikuti langkah sukses Morikara pada PGA TOUR. Ia berharap bisa meniru semua yang Morikawa lakukan untuk meraih gelar LPGA Tour perdananya.
”Saya berlatih bersama pelatih Collin, dan saya selalu berusaha mengikuti bagaimana mereka berlatih. Mereka adalah idola saya, meskipun usia kami sebaya dan bersahabat. Saya masih sangat mengidolakan mereka karena mereka masih begitu muda,” jelasnya.
Keberhasilan atlet anggar Hong Kong, Cheung Ka-long memenangkan medali emas pada Olimpiade kali ini, serta dua medali perak dari Siobhan Haughey, Chan juga mendapatkan inspirasi baru untuk melakukan hal serupa. ”Ketika mendengar berita itu, saya kagum pada kerja kerasnya (Cheung), keberhasilannya untuk bisa tampil dan menang pada Olimpiade. Kami tahu ia sangat tangguh dan berada di panggung yang berbeda ketika melangkah ke arena. Ada banyak tekanan dengan menjadi atlet Hong Kong, tapi saya pikir bisa menyaksikan mereka mencapai target dan impiannya, sungguh sangat menginspirasi,” jelas Chan lagi.
”Jika mereka bisa melakukannya, siapa pun dari Hong Kong juga bisa bersinar di panggung besar. Saya juga bertemu tim renang, yang saya pikir juga melakukan banyak hal untuk dunia olahraga di Hong Kong. Anda tak pernah tahu dampak yang telah mereka bangun, tapi saya merasa akan ada lebih banyak atlet lagi yang muncul setelah mereka.”


