Wakil Asia bersiap menuju putaran final untuk menorehkan catatan penampilan terbaik mereka pada U.S. Open.
Ada alasan mengapa putaran ketiga dalam sebuah kejuaraan disebut sebagai ”moving day” atau ”hari pergerakan”. Puraran pada hari Sabtu menjadi salah satu titik krusial yang dapat menentukan hasil akhir pada putaran final. Jelas hasil yang diraih pada putaran ketiga tidak selalu menjadi kemutlakan, mengingat ada banyak faktor yang masih bisa menjadi penentu. Namun, mantranya ialah semakin berada di posisi terbaik, semakin baik pula peluang pada hari terakhir.
Putaran ketiga pada U.S. Open ke-121 di Torrey Pines kemarin menjadi salah satu hari pergerakan yang diharapkan oleh sebagian besar pemain. Beberapa nama besar, seperti Juara U.S. Open 2012 Rory McIlroy dan juara bertahan Bryson DeChambeau sama-sama mencatatkan skor terendah mereka pada pekan ini, masing-masing membukukan skor 67 dan 68, untuk berbagi peringkat ke-4. Juara U.S. Open 2016 Dustin Johnson juga mengikuti McIlroy dan DeChambeau lewat skor under pertamanya pekan ini, 4-under 68, yang membawanya ke posisi T9.
Melihat jajaran atas klasemen saat ini, para penggemar pun bisa berharap menyaksikan aksi putaran final yang seru, dengan pegolf Kanada Mackenzie Hughes, pegolf Afrika Selatan Loyis Oosthuizen, dan pegolf Amerika Russell Henley berada di posisi teratas setelah mencatatkan 5-under 208. McIlroy-DeChambeau terpaut dua stroke, sementara Scottie Scheffler, Jon Rahm, dan Matthew Wolff terpaut tiga stroke di posisi T6. Lalu dengan Johnson, Collin Morikawa, Xander Schauffele, Christiaan Bezuidenhout, dan Kevin Streelman empat stroke di belakang trio pimpinan klasemen, putaran final hari ini terlihat seakan menjadi persaingan para pemain top dunia.
Akan tetapi, hari pergerakan ini juga ikut dimanfaatkan oleh wakil Asia. Im Sungjae dan Kim Siwoo juga mencatatkan skor terendah mereka pekan ini kemarin (19/6).
Setelah dua hari berturut-turut mendapat skor 1-over 71, Im tampil lebih baik pada putaran ketiga. Meskipun demikian, kesabaran pemegang satu gelar PGA TOUR ini juga harus diuji. Setelah memulai permainannya dengan bogey di hole pertama, ia harus menunggu sampai hole 8 par 3 untuk mendapat birdie pertamanya setelah pukulan tee-nya hanya menyisakan jarak kurang dari 1,5 meter dari lubang. Dengan tambahan tiga birdie dan satu bogey di sembilan hole berikutnya, ia memastikan mencatatkan skor 69 untuk skor total even par 213, lima stroke di belakang para pemuncak klasemen.
U.S. Open pekan ini merupakan penampilan ketiga bagi Im dan sejauh ini ia berpeluang untuk meninggalkan catatan yang lebih baik daripada dua penampilan sebelumnya. Dalam debutnya tahun 2018 ia gagal lolos cut dan finis di peringkat 22 pada edisi 2020.
Im akan memulai putaran final hari ini dari peringkat 14, bersama Paul Casey, Ian Poulter, Francesco Molinari, Brooks Koepka, Justin Thomas, dan Harris English. Im sendiri akan berpasangan dengan pemegang dua gelar U.S. Open Brooks Koepka.
Adapun rekan senegaranya, Kim, juga meraih skor terbaiknya pekan ini setelah membukukan empat birdie dengan tiga bogey. Ia sebenarnya berpeluang menuntaskan putaran ketiga dengan satu stroke lebih baik kalau saja tidak harus melakukan tiga putt di hole terakhirnya.
Seperti halnya Im, bagi pemegang tiga gelar PGA TOUR ini, U.S. Open pekan ini merupakan partisipasi ketiga baginya secara berturut-turut. Dan sejauh ini ia telah memastikan mencatatkan prestasi terbaik, mengingat belum sekali pun ia bermain penuh pada ajang Major ini.
Sayangya, performa kedua pegolf Korea itu tidak diimbangi oleh dua wakil Jepang yang ikut membawa bendera Asia. Rikuya Hoshino kemarin bermain dengan skor 73 dan menempati posisi T31 bersama Kim dan delapan pegolf lainnya, termasuk Juara Major Adam Scott, Charl Schwartzel, dan Bubba Watson.
Sementara Juara Masters Hideki Matsuyama membukukan skor 74 dan akan memainkan putaran finalnya dari peringkat T54.


