Sukses Hideki Matsuyama memenangkan Masters Tournament pada bulan April 2021 menandakan momen yang luar biasa besar bagi golf di Asia.
Para pegolf masa kini dan mereka yang tak lagi aktif lekas menghujani Hideki Matsuyama dengan pujian dan sanjungan. Mereka menilai momen kemenangan Masters Tournament yang ia raih bermakna besar bagi olahraga ini di Asia Timur.
Sebagai pegolf Jepang dengan gelar PGA TOUR terbanyak, yaitu enam gelar, Matsuyama menjadi pegolf pria pertama yang bisa memenangkan Masters Tournament ketika ia meraih impiannya itu pada pekan yang sangat menegangkan tersebut.
Sebagai pegolf pria peraih Major kedua setelah Y.E. Yang, yang memenangkan PGA Championship 2009, banyak yang memprediksi kemenangan Matsuyama ini akan memberikan dorongan ekstra bagi perkembangan golf di Jepang dan di seluruh Asia. Kemenangan itu sendiri tercipta dengan sempurna persis ketika olahraga ini dilaporkan mengalami peningkatan konsumsi dan partisipasi di seluruh dunia.
Salah satu legenda golf, Tiger Woods, yang masih dalam pemulihan pasca-kecelakaan yang ia alami bulan Februari 2021 lalu memberi komentar lewat akun Twitter-nya, ”Membuat Jepang bangga Hideki. Selamat atas pencapaian besar untukmu dan negaramu. Kemenangan @TheMasters yang bersejarah ini akan memberi dampak bagi seluruh dunia golf.”
Ketika Matsuyama menjuarai gelar PGA TOUR pertamanya tahun 2014 lewat ajang Memorial Tournament presented by Nationwide, tuan rumah ajang ini, Jack Nicklaus, menyaksikan seorang pemain dengan bakat besar. Nicklaus, yang merupakan pemegang 18 gelar Major juga berkomentar melalui akun media sosialnya, ”Saya sangat bersyukur bisa menghabiskan banyak waktu di Jepang dan saya tahu mereka mencintai golf. Mereka juga bangsa yang sangat penuh kebanggaan dan bahkan lebih bangga lagi sekarang! Saya bersaing menghadapi pemain besar Isao Aoki, dan tahu betapa ia dihormati. Hideki juga akan selamanya menjadi pahlawan bagi negara ini. Saya bisa menyaksikan tiap pukulan dan Hideki bermain begitu indah. Ia tetap tenang … hari dan momen ini menjadi milik Hideki Matsuyama! Ini hari yang besar baginya, bagi Jepang, dan bagi permainan global golf.”
Pegolf Australia, yang juga merupakan Juara Masters, Adam Scott, meyakini negara Jepang yang menggandrungi golf dengan 6,5 juta pegolf kasual dan merupakan pasar golf terbesar kedua setelah AS, bisa mengharapkan ledakan baru seiring berakhirnya penantian lama negara ini untuk menyambut juara Major pria pertama mereka.
”Posisi Hideki di Jepang seperti halnya Tiger Woods untuk seluruh dunia,” ujar Scott. ”Para penggemar di Jepang sangat fanatik, itu cara terbaik saya untuk menggambarkan mereka. Saya ingat membawa Jaket Hijau ke sana tahun 2013, repsons yang saya dapatkan sungguh luar biasa, jadi saya hanya bisa membayangkan apa yang akan Hideki alami.”
Annika Sorenstam, pemegang 72 gelar LPGA yang kini menjabat presiden untuk International Golf Federation, mengharapkan anak-anak mulai meniru Matsuyama, yang terkenal memiliki jeda saat backswing-nya, di Jepang. Dalam kicauan selamatnya kepada bintang Jepang ini, ia menulis, ”Selamat kepada #HidekiMatsuyama, pegolf kelahiran Asia pertama yang menjuarai @TheMasters. Dengan @NBCOlympics menuju Jepang tahun ini, kemenangan rekan senegara mereka pasti menginspirasi para pegolf muda di seluruh Asia.”
Pegolf Amerika kelahiran Korea Kevin Na, yang kalah dari Matsuyama saat play-off pada ajang Memorial Tournament kala itu, berharap bisa melihat lebih banyak lagi arus pegolf Jepang yang menuju PGA TOUR dalam tahun-tahun ke depan, persis bagaimana ketika Tour ini menyambut para pegolf Korea berbakat sebagai efek yang ditimbulkan oleh Y.E. Yang, dan juga keberhasilan K.J. Choi, yang mengoleksi delapan gelar PGA TOUR.
”Saya tahu Y.E. Yang menjuarai PGA Championship, pegolf kelahiran Asia pertama yang menjuarai Major, dan kemudian pegolf kelahiran Asia pertama yang menjuarai Masters, ini prestasi besar. Dampaknya bakal sangat besar bagi Asia.”
”Hideki adalah teman yang baik sejak kami bermain dalam tim Presidents Cup. … Melihatnya bermain pada level tertinggi dan memenangkan Masters menjadi dorongan yang besar.” — Anirban Lahiri.
Pegolf Asia lainnya pun terinspirasi oleh penampilan heroik Matsuyama, yang berhasil mengalahkan pegolf debutan Will Zalatoris dengan satu stroke, dan Jordan Spieth serta Xander Schauffele di tempat ketiga.
Anirban Lahiri, yang merupakan rekan Matsuyama dalam dua ajang Presidents Cup menyampaikan, ”Hideki adalah teman yang baik sejak kami bermain dalam tim Presidents Cup. Dan kami saling mengenal lewat PGA TOUR sebelumnya juga. Melihatnya bermain pada level tertinggi dan memenangkan Masters menjadi dorongan yang besar.”
Rekan Tim Internasional lainnya, An Byeonghun, menimpali, ”Sulit dipercaya. Melihat Matsuyama menjuarai Masters tak hanya luar biasa bagi Jepang, tapi juga bagi golf di Asia. Kami sudah melihat kemenangan Y.E. Yang pada PGA Championship 2009 dan sejak saat itu, sudah ada 10 pegolf kelahiran Korea pada PGA TOUR. Sekarang ada dua pegolf Jepang pada PGA TOUR dan saya yakin akan ada lebih dan lebih banyak lagi. Kemenangan Hideki akan mendorong hal tersebut. Prestasi ini luar biasa bagi golf di Asia.”
Dengan Jepang yang kini telah menggelar ajang PGA TOUR lewat ZOZO CHAMPIONSHIP, melejitnya Matsuyama hanya akan menambah cara masyarakat di Jepang menikmati golf. Abraham Ancer dari Meksiko, yang juga bersama Matsuyama dalam Presidents Cup dua tahun lalu mengungkapkan, ”Ketika saya berada di sana untuk ajang ZOZO CHAMPIONSHIP (2019), orang-orang melihat dia dan Tiger, seperti halnya sebuah ajang Major. Jadi, kemenangannya bagi Jepang sangat besar maknanya. Saya tidak bisa membayangkan betapa besar dampaknya setelah kemenangannya itu, yang pasti luar biasa.”
Efeknya jelas akan menjadi lebih besar lagi sejak sekarang.


