Im Sungjae berharap menepis kekecewaan akibat mundur dari PGA Championship dengan berniat tampil maksimal pada ajang U.S. Open pekan ini.

Bintang golf asal Korea Im Sungjae bakal mengandalkan keahliannya memukul lurus untuk bersaing pada ajang Major, U.S. Open yang mulai bergulir pada Kamis (16/6) ini. Baginya, penampilan ini menjadi upayanya menepis kekecewaan setelah terpaksa absen dari PGA Championship bulan lalu.

Pegolf berusia 24 tahun ini akan menjadi sederet wakil kuat Asia yang akan bertanding di The Country Club, di Brookline, Massachussetts. Selain Im, ada juga Juara Masters 2020 Hideki Matsuyama dari Jepang, pegolf amatir No.1 Dunia Keita Nakajima, serta duo pegolf Korea lainnya Kim Siwoo dan Lee Kyounghoon. Mereka akan berusaha menyaingi sang juara bertahan Jon Rahm, asal Spanyol.

Im sangat menantikan penampilan pada ajang Major ketiga tahun ini. Masih ada kekecewaan dalam dirinya lantaran harus absen dari PGA Championship lantaran terpapar COVID-19 ketika mengikuti turnamen di Korea.

”Ya, sudah jelas sangat mengecewakan tidak bisa bermain pada PGA Championship. Saya menontonnya lewat TV dan sangat ingin bisa kembali dan bersaing. Jadi, saya sangat menantikan U.S. Open ini,” tutur pemegang dua gelar PGA TOUR ini.

Akibat terpapar COVID-19, Im harus absen selama sebulan dari kompetisi. Ia mesti menjalani karantina sehingga sempat khawatir kalau permainannya bakal terpengaruh. Akan tetapi, ia ternyata bisa kembali tampil solid, bahkan bisa finis di posisi T15 pada ajang Charles Schwab Challenge, turnamen pertamanya setelah kembali bisa bertanding. Setelah itu, ia finis T10 pada ajang Memorial Tournament presented by Workday, dua pekan silam.

Hal positif lainnya ialah bagaimana statistik Strokes Gained: Tee to Green menempatkannya di peringkat 2 dan 13 pada kedua turnamen tersebut. Statistik ini menunjukkan ia memiliki permainan yang dibutuhkan untuk memainkan lapangan U.S. Open pekan ini. Pasalnya pengaturan ajang Major ini kerap menuntut akurasi pukulan di fairway yang sempit, rumput tebal atau rough setinggi betis, dan green yang licin.

”Hanya ada empat kejuaraan Major dalam semusim. Bisa menjadi juara Major jelas lebih bernilai ketimbang menjadi juara dalam ajang-ajang lainya, jadi ada signifikansi tambahan.” — Im Sungjae.

”Sejujurnya, saya agak khawatir kalau permainan saya bakal kaku lantaran terpaksa jeda empat pekan, tapi saya bisa main bagus dan membuat saya merasa lega,” ujar Im, yang kini berperingkat 15 pada klasemen FedExCup berkat satu kemenangan dan lima kali finis di sepuluh besar musim ini.

”Permainan dari tee ke green saya sangat memuaskan. Satu hal yang saya sesali ialah putting saya belum mencapai level yang saya inginkan. Namun, secara keseluruhan, saya puas dengan sejumlah finis yang saya raih.”

Sejauh ini, Y.E. Yang menjadi satu-satunya pegolf pria Korea yang menjuarai ajang Major, menyusul kemenangan tersohornya atas Tiger Woods pada PGA Championship 2009. Im jelas berhasrat untuk meraih gelar Major pertamanya.

”Hanya ada empat kejuaraan Major dalam semusim. Bisa menjadi juara Major jelas lebih bernilai ketimbang menjadi juara dalam ajang-ajang lainya, jadi ada signifikansi tambahan,” lanjut Im. ”Dari sisi persiapan, pastinya tak banyak yang berbeda, saya jelas memiliki ambisi lebih. Tiap pemain di lapangan memiliki bakat berlimpah dan lewat kerja keras dan persiapan, saya yakin bisa punya peluang bersaing suatu hari.”

Im sendiri telah memiliki sejumlah catatan mengesankan pada ajang Major. Ia telah dua kali finis di sepuluh besar pada ajang Masters Tournament, termasuk finis T2 tahun 2020 dan T8 April tahun ini. Pekan ini akan menjadi penampilan keempat baginya pada ajang U.S. Open, dengan finis di tempat ke-22 di Winged Foot tahun 2020 sebagai prestasi terbaiknya sejauh ini.

Sebagian besar fokusnya pekan ini ialah berusaha mempelajari dan menguasai nuansa di The Country Club. Pasalnya, ia sendiri belum pernah bermain di lapangan ini sehingga belum punya pengetahuan apa-apa. Dengan lapangan tuan rumah U.S. Open biasanya panjang, dengan rough yang tebal, dan green bergelombang, ia sadar dirinya perlu strategi yang tepat.

”Agar bisa berada di jajaran atas papan klasemen dalam ajang U.S. Open tak selalu harus main dengan skor yang rendah, main aman ketika mesti melakukannya akan menjadi kunci. Pekan ini pasti menjadi ujian yang bagus untuk ketenangan dan kesabaran.”