Guam Visitors Bureau memperkenalkan program melancong sambil mendapatkan vaksin di negara kepulauan di Samudra Pasifik ini.

Periode pandemi yang terasa tak kunjung tuntas ini jelas membuat para pelancong jenuh. Banyak negara yang memutuskan menutup perbatasan mereka dan menerapkan standard yang sangat ketat untuk menerima wisatawan. Namun, kondisi ini sepertinya tidak berlaku bagi Guam. Wilayah kepulauan yang masih merupakan teritorial Amerika Serikat ini baru saja meluncurkan program baru bertajuk Air V&V.

Guam Visitors Bureau telah menjalin kerja sama dengan mitra-mitra pariwisata dan medis mereka untuk menghadirkan program unik ini. Melalui program ini, Guam ingin mengundang para pelancong untuk menikmati keindahan kepulauan Mikronesia sembari ”menunggu”, sesuai dengan kampanye mereka, ”Vacation while you wait”.

Program ini menjadi strategi untuk menarik para pengunjung internasional, terutama mereka yang belum mendapatkan vaksin. The Guardian melaporkan bahwa 75% dari populasi kaum dewasa di Guam telah mendapatkan vaksin. Dan dengan subsidi pandemi senilai US$2,5 milyar yang diperkirakan akan habis pada akhir tahun ini, pemerintah Guam mengambil keputusan berani ini.

Air V&V, atau Air Vaccination and Vaccation ini menawarkan vaksinasi dengan pilihan antara Pfizer-BioNTech, Moderna, atau Johnson & Johnson, pengujian COVID-19, dan perekaman vaksinasi digital kepada para pengunjungnya. Para wisatawan ini juga bisa menikmati layanan medis ini dalam kenyamanan hotel mereka sembari menikmati panorama di Guam.

Namun, bukan berarti bahwa berkunjung ke sana tidak lepas dari protokol ketat juga. Seluruh penerbangan yang berasal dari luar Guam diwajibkan menjalani tes COVID-19 tak kurang dari 72 jam sebelum keberangkatan dan menunjukkan hasil negatif, atau minimal dokumen yang menyatakan seorang turis telah pulih dari COVID-19 sebelum naik pesawat. Dan sejak 4 Juli 2021 lalu, para wisatawan asing juga diwajibkan menjalani karantina, kecuali mereka yang menunjukkan hasil tes PCR negatif dalam 72 jam sejak tiba di Guam, atau mereka yang sudah sepenuhnya mendapat vaksin, sesuai vaksin yang direstui oleh Food and Drug Administration atau WHO.

Lalu bagi mereka yang ingin mendapatkan vaksin, bisa mendaftarkan diri melalui airvandv.guamcovid.com untuk mendapatkan salah satu dari ketiga jenis vaksin yang tersedia.

Untuk bisa mengikuti program ini, Anda perlu melakukan pemesanan akomodasi melalui biro perjalanan atau hotel-hotel yang berpartisipasi dalam program ini. Sejumlah jaringan hotel papan atas ikut mendukung program ini, di antaranya Dusit Thani Guam Resort, Hotel Nikko Guam, Hyatt Regency Guam, Leopalace Resort Guam, Lotte Hotel & Resorts, dan The Westin Resort Guam.

 

Pantai Tanguisson di Guam
Keindahan Pantai Tanguisson ini menjadi salah satu daya tarik bagi mereka yang mengikuti program Air V&V. Foto: Lucie Rangel/Unsplash.

 

Taiwan menjadi negara pertama yang mengikuti program ini ketika sebanyak 153 penumpang pesawat carteran EVA Air mendarat di Guam pada hari Selasa (6/7) lalu. Tidak mengherankan jika banyak turis Taiwan yang bersemangat mengikuti program ini. Pasalnya Taiwan sendiri saat ini tengah mengalami kekurangan vaksin. Sejauh ini hanya 10% penduduk Taiwan yang telah mendapatkan dosis pertamanya, sedangkan yang sudah mendapatkan dua suntikan hanya 0,2%.

The Guardian juga menyebutkan bahwa empat rombongan tur Air V&V pertama dari Taiwan berhasil mendatangkan 439 pengunjung, yang diyakini bisa membantu membangkitkan pariwisata Guam.

”Berita ini hanya menjadi awal dari kebangkitan industri nomor satu di Guam,” ujar Presiden & CEO Guam Visitors Bureau Carl T.C. Gutierrez, yang juga merupakan mantan gubernur Guam. ”Saya ingin berterima kasih kepada Gubernur Lou Leon Guerrero yang mendukung program Air V&V, yang memberi kesempatan kepada para pengunjung untuk mendapatkan vaksin dan juga mengalami semangat Håfa Adai kami.”

Program ini tak hanya terbuka bagi warga negara Amerika Serikat dan pemegang paspornya, tapi juga bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Bagaimana protokolnya?

  1. Lakukan pemesanan akomodasi pada salah satu hotel yang berpartisipasi dalam program ini. Hotel terkait nantinya akan membantu menjadwalkan pemberian vaksin dan tes PCR.
  2. Tiap turis wajib menunjukkan hasil negatif pada tes PCR sebelum terbang ke Guam.
  3. Setibanya di Guam, peserta Air V&V akan menerima tes COVID-19 untuk memastikan mereka bisa menerima vaksin pada hari berikutnya dari kamar hotel mereka. Jika memilih Moderna atau Pfizer, dosis kedua akan dijadwalkan kemudian.
  4. Selama di Guam, turis wajib menjalani karantina 7 hari di fasilitas yang mereka bayar sendiri setibanya di Guam. Mereka boleh mengambil tes PCR pada hari keenam karantina, dan kalau hasilnya negatif, mereka bisa melancong.
  5. Para turis disarankan mendaftarkan diri pada Sara Alert untuk keperluan monitor hingga 14 hari, serta mengunduh aplikasi Guam COVID Alert App.
  6. Sebagai bagian dari program ini, para turis akan mendapatkan tes PCR tak kurang dari 72 jam sebelum keberangkatan. Nantinya mereka bisa meninggalkan Guam dengan kartu catatan vaksin dan catatan vaksin dari otoritas kesehatan Guam.