Sarah Schmelzel mencuri perhatian dengan mengungguli para pemain bintang pada akhir putaran pertama HSBC Women’s World Championship.

Bagi penggemar golf di Indonesia, namanya jelas tidak dikenal. Meskipun menjadi anggota pada LPGA Tour sejak 2019, Sarah Schmelzel memang belum menikmati satu kemenangan pun pada sirkuit yang berpusat di Amerika Serikat itu. Akan tetapi, sejak menembus strata tertinggi kompetisi golf wanita di dunia itu, pegolf Amerika ini terlihat konsisten menapaki karier profesionalnya. Terbukti ia tak pernah terlempar dari sirkuit idaman ini.

Tampil dalam musim keenam pada LPGA, Schmelzel justru berhasil mencuri perhatian, sekaligus menciptakan salah satu pencapaian dalam karier profesionalnya. Dalam penampilan keempatnya pada ajang HSBC Women’s World Championship, pegolf No.107 Dunia ini tampil sebagai penguasa klasemen sementara pada ajang individu untuk pertama kali dalam kariernya.

Bermain dari hole 10 di Sentosa Golf Club, Schmelzel sempat menorehkan bogey di hole tersulit pada putaran pertama, yaitu hole 12 par 4—sepanjang putaran pertama hole ini rata-rata mencatatkan 4,333 stroke. Meskipun birdie belum menghampiri, ia tak lagi melakukan kesalahan. Sebaliknya, ia malah menciptakan dua birdie berturut-turut di hole 1 dan 2, yang praktis menjadi titik balik dalam permainannya pada putaran pertama. Usai mengamankan par di hole 3 dan 4, pegolf berusia 29 tahun ini menambah tiga birdie lagi di lima hole terakhir untuk memastikan keunggulan satu stroke atas Linn Grant asal Swedia, Esther Henseleit dari Jerman, dan Rolex Player of the Year 2023 Lilia Vu asal AS.

 

Lilia Vu, Round 1 HWWC 2024.
Rolex Player of the Year 2023 Lilia Vu mengawali HSBC Women’s World Championship 2024 dengan skor 3-under 69. Foto: Getty Images.

 

”Putaran yang bagus, meskipun awalnya sempat grogi, di sembilan hole pertama saya bisa mengamankan par dengan baik, tiga di antaranya tercipta di sembilan hole pertama. Sejauh itu permainan saya memang bagus, kemudian sejumlah putt mulai masuk di sembilan hole terakhir,” tutur Schmelzel, yang tercatat memukul bolanya ke 10 dari 14 fairway. ”Semuanya terasa bagus. Saya melatih beberapa hal, jadi senang melihat kerja keras saya mulai menghasilkan sesuatu.”

Dari tiga penampilan terdahulu, prestasi terbaiknya ialah ketika ia finis T13 pada edisi 2022. Namun, permainannya pada hari pertama ini bisa menjadi pertanda yang baik baginya.

”Saya berusaha untuk keluar dari kebiasaan yang terlalu berorientasi pada swing golf. Itulah hal yang secara mental membuat saya tersandung. Jadi, saya melakukan pemanasan di driving range dan berusaha mendapatkan sensasi mengenai apa yang terjadi pada hari ini ketimbang berusaha membuat hari ini sempurna dan kemudian cukup bermain dengan apa yang saya miliki. Jadi, saya berlatih melakukan hal ini secara konsisten. Hari ini hal tersebut berjalan dengan baik di lapangan,” tutur Schmelzel, yang juga sempat memimpin klasemen pada hari pertama pada ajang Dow Championship 2022 ketika berduet dengan Maude-Aimee Leblanc.

 

Linn Grant, Round 1 HWWC 2024.
Linn Grant akan memulai putaran kedua di Sentosa Golf Club dengan berbagi tempat kedua bersama Lilia Vu. Foto: Getty Images.

 

Sementara itu, wakil tuan rumah Chen Xing-Tong, yang meraih hak bertandingnya pekan ini setelah menjuarai kualifikasi, harus puas dengan skor 76, yang untuk sementara menempatkannya di posisi T53 bersama dua peraih medali Olimpiade Lydia Ko dari Selandia Baru dan Mone Inami asal Jepang, serta pegolf China Lin Xiyu.

”Rasanya mimpi saja di hole pertama itu karena saya jadi sangat gugup. Sepertinya tidak gugup, tapi itu yang saya rasakan di green pertama, green 10, tangan saya gemetar saat hendak melakukan putt!” tutur anggota Tim Nasional Singapura ini.

Ia lekas sadar bahwa para pesaingnya adalah para pegolf profesional. ”Saya tak harus melakukan apa pun yang membuat saya tertekan karena saya berstatus amatir!” ujarnya.

 

Chen Xing-Tong, Round 1 HWWC 2024.
Wakil tuan rumah Chen Xing-Tong mengaku gugup pada awal permainan, namun merasa bangga bisa menorehkan skor 76 untuk putaran pertama. Foto: HSBC Women’s Women’s Championship.

 

Remaja berusia 15 tahun ini menunjukkan semangat juang yang patut dipuji. Sempat bermain 6-over di sembilan hole pertama, yang ia mulai dari hole 10, berkat dua bogey dan dua double bogey, ia seakan menemukan bentuk permainannya di sembilan hole kedua. Tiga birdie dengan satu bogey membuatnya berhasil menciptakan modal yang berarti untuk melangkah ke putaran kedua.

Kesempatan bertemu dan mendapatkan masukan dari legenda golf wanita Annika Sorenstam, Chen mengaku cukup berhasil menjalankan saran dari sang legenda.

”Annika memberi tahu saya agar tetap menjalani prosesnya dan yakin, dan juga bersenang-senang di lapangan, yang saya pikir berhasil saya lakukan di beberapa hole terakhir,” tutur pegolf yang tahun 2023 sempat finis di tempat ketiga pada ajang Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship ini.

”Selalu ada hal yang bisa diperbaiki. Namun, jika mempertimbangkan semuanya, khususnya setelah melihat sembilan hole pertama itu, saya pikir (skor 76 ini) adalah hasil yang luar biasa.”