Babak akhir The Chevron Championship segera dimulai dengan Jennifer Kupcho memegang keunggulan besar atas juara bertahan Patti Tavatanakit. Inilah kesempatan untuk menciptakan kenangan indah terakhir di Mission Hills!

Putaran final The Chevron Championship hari ini akan segera menjadi babak akhir kejuaraan Major pertama bagi para pegolf wanita ini. Tidak hanya akan menentukan siapa yang layak menjuarainya, tapi inilah momen terakhir untuk menciptakan kenangan bersejarah di Mission Hills Country Club, di Rancho Mirage, California.

Sebuah tradisi diciptakan sejak 1988 ketika sang juara merayakan kemenangannya dengan melompat ke danau yang mengelilingi green hole 18 di lapangan tersebut. Danau yang disebut Champions Lake ini mulai dikenal dengan julukan ”Poppie’s Pond” untuk menghormati Terry Wilcox, direktur turnamen dari periode 1994-2008. Dan danau yang telah menjadi bagian dari sejarah kejuaraan ini bakal mengakhiri kisah-kisah indah selama ini, setelah kejuaraan ini dipastikan dipindahkan ke daerah yang lain.

Menuju 18 hole terakhir ini, Jennifer Kupcho berpeluang besar meninggalkan kenangan manis baginya. Pegolf Amerika ini memegang keunggulan enam stroke atas juara bertahan Patty Tavatanakit. Setelah bermain 5-under di sembilan hole pertamanya, ia menambah empat birdie lagi dengan satu bogey untuk membukukan 8-under 64 dan menorehkan skor total 16-under 200.

”Semua aspek permainan saya berjalan dengan sangat baik. Sepanjang pekan ini menurut saya putting saya benar-benar memberi perbedaan. Putting saya benar-benar bagus, dan Anda mesti melakukan putt yang tajam dalam sebuah kejuaraan Major,” jelasnya.

 

Patty Tavatanakit, Round 3 The Chevron Championship 2022.
Meski tertinggal enam stroke, Patty Tavatanakit masih bersemangat menjuarai The Chevron Championship 2022. Foto: The Chevron Championship.

 

Toh ia mengaku tidak benar-benar bisa mengingat apa yang sesungguhnya terjadi kemarin (2/4). ”Sejujurnya semua terkesan buram. Saya bisa memukul ke fairway, ke green, dan berusaha melakukan pukulan putt yang halus. Itu yang saya rasakan, dan semuanya masuk (untuk birdie),” imbuhnya.

Sementara itu, Jessica Korda, pemegang enam gelar LPGA yang juga mengincar gelar Major pertamanya, juga menciptakan lompatan yang mengagumkan. Setelah memulai putaran ketiga dari peringkat 15, ia kini ada di posisi T3 setelah membukukan skor 67. Dan meski berjarak tujuh stroke dari Kupcho, ia tidak ingin mengabaikan peluang untuk mewujudkan salah satu impiannya ini.

”Ini ajang Major, jadi para pemain yang memimpin akan merasa gugup, dan kami sedang mengejar mereka dan mereka tahu itu. Anda harus selalu berpikir bahwa Anda memiliki peluang bagaimana pun kondisinya, dan mentalitas seperti itulah yang mesti Anda bawa ketika berada di lapangan,” tutur Korda.

Hal senada juga diutarakan oleh sang juara bertahan. Meskipun harus menelan kekecewaan karena hanya bermain dengan skor 70 berkat enam birdie dan empat bogey, Tavatanakit masih bisa menemukan sisi positif menjelang 18 hole terakhir di Mission Hill ini. ”Saya suka mengejar. Ya, pasti! Rasanya lebih baik. Anda bisa bermain tanpa rasa takut dan saya suka melakukannya,” tegasnya.

 

Lexi Thompson, Round 3 The Chevron Championship 2022.
Lexi Thompson berniat menikmati tiap langkah pada putaran final di Mission Hill, menyusul keputusan memindahkan ajang Major ini per edisi 2023. Foto: The Chevron Championship

 

Pimpinan klasemen hari kedua, Annie Park, juga masih cukup berpeluang menciptakan kejutan. Meski harus bermain dengan skor 73, ia kini sendirian berada di peringkat keempat. Satu-satunya hal yang menjadi tantangannya ialah bagaimana memaksimalkan club baru yang ia gunakan dengan swing yang lama dan teknik yang baru.

Salah satu pemain favorit pekan ini, Lexi Thompson juga tidak berniat melempar handuk. Thompson, yang sempat menjuarai ajang ini pada edisi 2014, dan beberapa kali nyaris menang di sini—setelah menang, ia sempat finis di posisi ke-2, 3, 4, 5, dan 7—jelas berharap bisa menciptakan kenangan indah terakhirnya di Mission Hill.

”Dari sisi skor, sudah pasti saya harus membukukan skor yang luar biasa rendah,” ujar Thompson, yang menempati posisi T5 dengan skor total 6-under 210. ”Namun, sudah jelas saya sungguh merasakan kenikmatan melakukan langkah demi langkah pada putaran terakhir di sini. Semoga mereka bisa mendapatkan ajang lainnya di sini karena masyarakatnya, para pemain suka ke sini, dan para penggemar juga sunguh mengagumi lapangan golf ini dan menyambut kami.

”Kita lihat saja bagaimana ke depannya, tapi Chevron sudah melakukan hal yang luar biasa di sini dan sudah pasti hal besar lainnya di Houston. Lebih besar dan lebih baik. Saya hanya akan menerima seluruh pengalaman besok (hari ini) dan berharap ada banyak orang yang datang untuk mendukung kami.”