Para pegolf amatir terbaik di dunia segera memulai Women’s Amateur Championship dengan Elaine Widjaja menjadi satu-satunya wakil Indonesia di Prince’s Golf Club.

Salah satu ajang amatir wanita paling terkemuka di dunia, Women’s Amateur Championship segera dimulai dalam beberapa jam lagi. Sebanyak 144 pegolf dari 37 negara telah berkumpul di Prince’s Golf Club, termasuk para pegolf amatir wanita terbaik di dunia.

Salah satunya ialah Juara Women’s Amateur Asia-Pacific Eila Galitsky. Pegolf Thailand, yang juga memegang paspor Kanada ini, segera memulai penampilan keduanya dalam ajang yang digelar oleh R&A ini.

”Saya sungguh menantikan (pekan ini) karena tahun lalu pengalaman saya tidak begitu bagus,” tutur remaja putri berusia 16 tahun ini. Saya gagal lolos cut, jadi pengalaman waktu itu cukup menyedihkan. Saya berharap kali ini bisa tampil lebih baik dan mendapat pengalaman yang lebih banyak karena tahun ini pesertanya sangat kuat.”

Kemenangan lima stroke-nya di Singapura atas pegolf Korea Ki Minsol untuk menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific, yang turut memberinya hak untuk mengikuti dua ajang Major wanita, Amundi Evian Championship dan AIG Women’s Open. Dengan penampilannya pada Augusta National Women’s Amateur bulan April lalu, Galitsky benar-benar memiliki jadwal kompetisi berkaliber tinggi pada tahun ini.

 

Ingrid Lindblad, Women’s Amateur Championship 2023.
Pegolf No.1 Dunia yang baru Ingrid Lindblad memimpin skuad Swedia yang terdiri dari 15 pegolf pada Women’s Amateur Championship pekan ini. Foto: The R&A.

 

”Kemenangan di Singapura itu membuat saya bisa bermain di Augusta dan ajang Major pertama saya, Chevron Championship. Saya finis dengan baik pada ajang Chevron Championship itu (T28) dan pengalaman tersebut sungguh luar biasa. Saya sagat tak sabar untuk bisa bertanding pada AIG Women’s Open karena target karier saya ialah memenangkan kejuaraan tersebut—mungkin tahun ini!” tuturnya lagi.

Bermain di lapangan links klasik, seperti di Prince’s Golf Club pekan ini, jelas bukan sesuatu yang baru baginya. Ia sempat bermain di Carnoustie dan menembus perempat final ajang Girl’s Amateur Championship, serta bermain di Monifieth pada ajang R&A Junior Open.

”Anda membutuhkan beragam jenis pukulan, pastinya di sekitar green,” jelasnya. ”Sekarang saya merasa percaya diri, main dengan bagus, dan merasa yakin dengan pukulan saya. Semoga saja cuacanya bagus!”

Pegolf Skotlandia Hannah Darling menjadi pegolf tuan rumah dengan peringkat World Amateur Golf Ranking (WAGR) yang tertinggi. Pegolf berusia 19 tahun ini menempati peringkat 10 dunia. Tampil mewakili Broomieknowe Golf Club, ia telah dua kali menembus semifinal (2021 dan 2022) dalam ajang Women’s Amateur Championship ini. Tidak heran jika pekan ini ia berniat untuk mewujudkan kemenangan.

”Saya belajar banyak dari penampilan tahun lalu dan bahkan performa tiga tahun terakhir. Dalam tiga tahun terakhir saya selalu dikalahkan oleh pemain yang akhirnya keluar sebagai juara sehingga membuat saya makin terpacu untuk melangkah ke pekan ini,” ujarnya.

 

Elaine Widjaja, Women’s Amateur Championship 2023.
Elaine Widjaja melakoni debutnya pada Women’s Amateur Championship di lapangan links klasik Prince’s Golf Club. Foto: Yongki Hermawan.

 

Selain kontingen kuat dari Asia dan Australia, sejumlah pegolf dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Kepulauan Karibia dan Kanada juga turut serta. Jika Amerika Serikat menempatkan 12 wakilnya, Swedia menempatkan 15 pegolfnya, yang dipimpin oleh pegolf No.1 Dunia saat ini Ingrid Lindblad.

Indonesia juga menempatkan wakilnya di Kent, Inggris pekan ini. Elaine Widjaja, yang baru saja meraih tempat kedua pada ajang Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship dua pekan silam akan memulai debutnya pada salah satu kejuaraan golf terkemuka bagi para pegolf wanita ini.

Kini menempati peringkat 344 dunia, Elaine, yang juga merupakan salah satu atlet yang bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini, telah mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan. Selain menjuarai LLD International Amateur sebagai gelar amatir internasional pertamanya, tahun 2022 lalu, ia juga finis T18 pada Women’s Amateur Asia-Pacific bulan Maret lalu. Meski telah menuai sejumlah pengalaman berharga, penampilannya pada kejuaraan yang mulai dipertandingkan pada tahun 1893 ini akan menjadi ujian penting baginya. Jelas ia harus segera beradaptasi dengan lapangan links yang kerap menuntut kemampuan membaca arah angin, akurasi pukulan, dan kemampuan memainkan bergaam jenis pukulan.

Salah satu hal yang bisa kita harapkan ialah swing dan akurasi pukulan approach-nya bisa pulih sebelum memulai perjuangannya hari ini. Pada pekan di Damai Indah Golf PIK Course dua pekan lalu, kendala permainannya itu membuatnya harus mengakui keunggulan Suvichaya Vinijchaitham—juga tampil pekan ini di Prince’s Golf Club. Kala itu, seusai menuntaskan putaran finalnya Elaine langsung menuju ke driving range untuk memperbaiki permainannya.