Suvichaya Vinijchaitham dan Parin Sarasmut mewakili calon bintang masa depan yang lahir dari ajang Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship.
Parin Sarasmut sama sekali tidak sadar betapa lekatnya Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship dengan Thailand. Kejuaraan junior yang telah memasuki edisi ke-26 ketika bergulir di Damai Indah Golf PIK Course pada 30 Mei-1 Juni 2023 lalu kerap menjadi panggung ujian bagi para pegolf Thailand sejak ajang ini diangkat statusnya menjadi kejuaraan junior skala ASEAN. Bahkan kala itu pegolf Thailand Chakrit Chitratanatham, tampil sebagai juara umum setelah bermain dengan skor total 289 ( 72-73-73-71).
Meskipun melihat langsung trofi kejuaraan yang sengaja dipajang di tee box hole 1, remaja berusia 14 tahun itu memilih tidak terlalu mengindahkan nama-nama yang terukir di piala yang didesain oleh almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra itu. Wajahnya terlihat biasa saja, namun jika menyimak air mukanya terlihat bahwa ia merasa gugup. Keunggulan lima stroke tidak membuatnya bebas dari tekanan, yang akhirnya membuahkan bogey justru di hole pertamanya.
Putaran final itu memang berbeda daripada dua hari sebelumnya. Pada hari pertama, dalam kondisi cuaca yang lebih teduh, permainannya benar-benar tajam dan seakan bakal mendapat birdie di setiap hole. Empat birdie di sembilan hole pertama, yang ia mulai dari hole 10, plus enam birdie di sembilan hole terakhir membuatnya mencatatkan skor terendah 18 hole sepanjang sejarah kejuaraan ini. Dan meskipun pada putaran kedua ia mulai kesulitan memainkan putter-nya, catatan 2-under 70 itu memang memberinya bekal yang sangat berarti tatkala memainkan putaran final.
Ketika pesaing terkuatnya, Kittada Kosalutta (7-under tatkala memulai putaran final), perlahan-lahan mengejar ketertinggalannya berkat birdie di hole 2, 4, dan 6, Sarasmut akhirnya menuai birdie di hole 6 dan 7. Sang pimpinan klasemen masih sanggup mempertahankan posisinya meskipun harus beberapa kali mendapat bogey. Namun, yang ia dapatkan di hole 12, serta birdie yang Kosalutta raih di hole 16 dan 17 membuat posisi keduanya sama-sama menorehkan 12-under.

Drama akhirnya benar-benar tercipta tatkala pukulan kedua Kosalutta harus berakhir di dasar kolam yang membentang di sisi kanan fairway hole 18 sehingga ia akhirnya mendapat bogey.
”Hari ini permainan saya memang tidak begitu bagus. Saya justru mendapat bogey di hole pertama, tapi saya juga mengingatkan diri kalau golf itu dimainkan 18 hole dan saya masih punya 17 hole lagi untuk bisa mendapat birdie,” tutur pegolf berusia 14 tahun yang finis T40 pada ajang All Thailand Golf Tour, Singha All Thailand Memorial, bulan Maret lalu.
”Kittada memang memberi tekanan buat saya, tapi saya pikir hal yang sama juga terjadi kepadanya. Di hole terakhir itu pukulan 3-wood miliknya justru masuk ke air sehingga membuat saya bisa lebih tenang. Saya merasa senang karena ini kemenangan pertama saya di luar Thailand.”
Meskipun permainannya dalam dua hari terakhir mungkin terkesan penuh keberuntungan—beruntung lawan mainnya mendapat bogey di hole terakhir; beruntung ia bisa mendapat birdie ketika dibutuhkan; beruntung lantaran memulai pekan itu dengan 10-under—Sarasmut menunjukkan kemampuan bermain dalam kondisi yang menguntungkannya maupun menyulitkannya. Kualitas seperti itulah yang membuatnya layak mengangkat trofi, melengkapi trofi Singha Thailand Junior World Championships 2022. Kemenangan ini sekaligus menjadikannya sebagai pegolf Thailand pertama sejak Atiruj Winaicharoenchai menjadi juara umum pada tahun 2016.

Motivasi dari Juara Tahun Lampau
Jika Sarasmut tidak memperhatikan warisan para pegolf Thailand terdahulu dalam ajang ini, rekan senegaranya Suvichaya Vinijchaitham justru mendapat motivasi setelah ”pelatih saya memberi tahu kalau empat tahun lalu Phannarai pernah memenangkan ajang ini sehingga membuat saya ingin mengikuti jejaknya,” ujar remaja putri berusia 16 tahun ini.
Phannarai, yang kini telah beralih profesional, memenangkan Divisi B sebelum akhirnya menjadi juara umum putri selama dua tahun berturut-turut. Prestasi itu menjadi yang pertama kali terjadi sejak kategori tersebut mulai dipertandingkan pada tahun 2014.
Ketika kategori putri diharapkan menghadirkan drama, 36 hole plus putaran latihan terbukti cukup bagi Suvichaya untuk menjinakkan PIK Course. Dalam enam hole pertama, ia mencatatkan empat birdie dengan satu bogey, lalu memastikan tiga birdie beruntun dari hole 9 untuk memastikan menguasai posisi teratas dengan jarak yang sangat aman.
”Sebenarnya, saya sedikit gugup. Namun, saya pikir saya bisa menanganinya. Di sembilan hole pertama saya bisa melakukan approach dan memasukkan putt sehingga meyakinkan saya kalau saya bisa membuat birdie,” ujar pegolf yang pada April lalu menjuarai Singha Thailand Amateur Match Play Championship ini.

Andalan Indonesia, Elaine Widjaja, sebenarnya bermain dengan cukup baik meski mengalami kesulitan dalam melakukan swing-nya. Sempat tersandung bogey di hole 2, ia masih menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan dua birdie, lalu berusaha mengejar ketertinggalannya dengan menambah birdie lagi dari hole 10 dan 16. Sayangnya upaya tersebut tidak cukup untuk menyaingi permainan Suvichaya.
”Saya mengingatkan diri sendiri untuk tetap tenang supaya tidak merasa tertekan. Selain itu, saya juga tidak memikirkan kemenangan, meskipun saya pikir saya bisa memenangkannya. Soalnya terakhir kali saya di Jakarta saya juga bisa menang (pada Pondok Indah International Junior Golf Championship),” tutur Suvichaya.
Kalaupun ada satu ganjalan yang bakal ia bawa selepas meninggalkan Indonesia, hal itu ialah bahwa ia masih menyisakan utang di hole 18.
”Saya tidak suka memainkan hole 18 itu,” ujar Suvichaya, ”saya tidak pernah bisa mendapatkan skor yang bagus di situ.”
Selama tiga putaran bermain di lapangan karya Robert Trent Jones Jr. itu, Suvichaya membukukan skor 5-over di hole par 4 itu. Skor terbaiknya hanyalah bogey, yang ia ciptakan pada putaran kedua dan sisanya ialah double bogey, termasuk pada putaran final.
Tampaknya publik golf di Indonesia, bahkan dunia, patut mengingat nama Parin Sarasmut dan Suvichaya Vinijchaitham berkat penampilan memukau mereka pada 30 Mei-1 Juni 2023 lalu. Dan akan sangat berarti jika keduanya kembali ke Damai Indah Golf PIK Course untuk mempertahankan gelarnya pada tahun 2024 mendatang.


