Rasmus Lia menjuarai gelar G4D Tour pertamanya pada G4D Tour Finale @ DP World Tour Championship.

Ada kisah lain yang layak mendapat sorotan pada pekan penyelenggaraan DP World Tour Championship pekan lalu. Gelaran G4D Tour Finale yang dilakukan bersamaan dengan ajang tutup musim DP World Tour tersebut menampilkan juara perdana untuk musim ini.

Rasmus Lia, pegolf asal Swedia, meraih kemenangan empat stroke untuk menjuarai G4D Tour Finale @ DP World Tour Championship. Kemenangan pertama ini menjadikan Lia sebagai pegolf keempat yang berbeda, yang menjuarai musim perdana G4D Tour. Tiga pemain lainnya ialah Kipp Popert, Mike Browne, dan Tommaso Perrino.

Pada putaran final yang berlangsung Sabtu (19/11) lalu, Lia mengemas empat birdie untuk bermain 3-under di sembilan hole terakhirnya untuk mewujudkan kemenangan dengan skor total 3-over. Ia bermain lebih baik daripada pegolf Amerika Chris Biggins dan Kurtis Barkley dari Kanada. Biggins dan Barkley pun harus puas berbagi tempat kedua dengna total 7-over.

”Sangat menarik, sangat istimewa hari ini,” ujar Lia, yang menjadi satu-satunya pemain yang bermain even par atau lebih baik dalam kompetisi dua putaran ini. ”Rasanya sulit dipercaya bisa berada di (podium juara) sini saat ini.”

Setelah menuntaskan putaran pertama dengan keunggulan satu stroke atas Biggins dan Juan Postigo Arce asal Spanyol di Jumeirah Golf Estate, Lia langsung meraih birdie di hole pertamanya. Perjuangannya tampaknya bakalan berat setelah mendapat dua bogey dan satu double bogey di hole 9 dan mengakhiri sembilan hole pertama dengan 39 pukulan. Keunggulannya pun terpangkas menjadi hanya satu stroke atas Popert, yang merupakan pegolf No.1 Dunia, Biggins, dan Brendan Lawlor.

”Berlatih dengan keras, teruslah yakin pada diri sendiri dan mungkin kita bisa berada di panggung ini suatu hari nanti!” — Rasmus Lia.

Meski di tengah kejaran, Lia berhasil tampil mengesankan dan melesakkan tiga birdie berturut-turut dari hole 13. Lalu bogey di hole 17 par 3 berhasil ia lunasi dengan birdie di hole pamungkas, yang memberinya kemenangan.

”Pastinya saya merasakan tekanan. Saya tidak banyak melihat klasemen, tapi merasa persaingannya kian ketat. Saya sempat membuat beberapa birdie yang bagus di sembilan hole terakhir dan finis meyakinkan.”

Untuk pertama kalinya, Lia ditemani oleh sang ayah, Trond, sebagai kedi. Ia menjadi satu dari delapan pegolf teratas dengan disabilitas yang berbagian dalam turnamen tutup musim dari G4D Tour musim perdana.

Sepanjang tahun ini, tujuh turnamen sudah diselenggarakan di lapangan yang sama dengan gelaran DP World Tour, dan Lia memberikan pesan yang kuat untuk menginspirasi generas-generasi pegolf dengan disabilitas.

”Berlatih dengan keras, teruslah yakin pada diri sendiri dan mungkin kita bisa berada di panggung ini suatu hari nanti!” ujarnya.