Celine Boutier memberi kado khusus bagi sang ayah dengan mengambil alih posisi teratas pada akhir putaran kedua HSBC Women’s World Championship.

Pegolf asal Perancis Celine Boutier memberi hadiah ulang tahun yang berkesan bagi sang ayah. Setelah hanya bisa bermain dengan skor 73, ia menampilkan salah satu permainan terbaiknya dengan bermain tanpa bogey dan membukukan skor 8-under 64 pada putaran kedua HSBC Women’s World Championship. Berkat permainannya itu, Boutier pun sukses mengambil alih posisi teratas dan unggul satu stroke dari pegolf Jepang Ayaka Furue.

”Ini hari ulang tahunnya, jadi pada satu titik saya ingin bermain dengan baik. Skor 64 itu membuatnya sangat bersemangat,” tutur Boutier.

Ia memang punya alasan khusus mengapa sangat ingin bisa tampil solid pada putaran kedua tersebut. Dari kompetisi sepanjang tahun yang ia ikuti, kedua orangtuanya hanya bisa menyaksikan dua turnamen, yaitu Honda LPGA Thailand pekan sebelumnya, dan HSBC Women’s World Championship pekan ini.

Walaupun berada di posisi teratas, Boutier mengaku posisinya jauh dari aman. Apalagi masih tersisa dua putaran. ”Dengan begitu banyak pemain bagus, Anda tidak akan pernah bisa merasa terlalu jauh dari mereka,” tegasnya.

Meski demikian, rasanya tidak akan mengherankan jika kita melihatnya menjadi pemenang pada hari Minggu nanti. Setidaknya, ia menunjukkan kapasitasnya tahun lalu ketika menjuarai empat gelar. Lalu kemenangannya pada ajang Maybank Championship bulan Oktober 2023 itu, ia juga membuktikan kapasitas dan energinya dengan menaklukkan Atthaya Thitikul dalam play-off delapan hole. Jika bisa menang, Boutier akan menciptakan sejarah dengan menjadi pegolf Eropa pertama yang memenangkan HSBC Women’s World Championship.

”Dia (Celine Boutier) pemain yang sangat bagus. Jadi, saya hanya ingin mengimbangi dia, permainannya, dan main bagus besok.” — Ayaka Furue.

Furue menjadi pesaing terdekat baginya. Pegolf berusia 23 tahun ini menjadi salah satu bintang baru dari Jepang yang melejit ke kancah LPGA, salah satunya berkat kemenangannya pada ajang Scottish Open 2022.

Furue sempat mendapat dua bogey berturut-turut di hole 3 dan 4, namun mampu menorehkan tujuh birdie, di mana empat di antaranya ia raih secara berturut-turut dari hole 12.

”Bogey pertama yang saya dapatkan karena posisi bola saya ada di pinggir bunker dan sangat sulit melakukan pukulan dengan spin. Jadi, posisinya sulit buat saya, tapi saya harus memukul dan terus berjuang,” ujarnya. ”Rasanya sangat senang (bisa berada di posisi atas), namun ini masih putaran kedua, dan saya hanya mesti terus berfokus pada permainan saya pekan ini.”

Furue sempat mengalahkan pegolf Perancis tersebut saat menjuarai Scottish Open. Meski demikian, ia memilih merendah ketika kembali bermain bersama pada putaran ketiga. ”Dia pemain yang sangat bagus. Jadi, saya hanya ingin mengimbangi dia, permainannya, dan main bagus besok.”

Sementara itu, wakil tuan rumah Chen Xing-Tong, kembali menorehkan skor 76. Hal positif dari permainannya pada putaran kedua itu ialah tak lagi ada double bogey di kartu skornya.