Empat birdie dan dua bogey sudah cukup untuk menempatkan Celine Boutier ke puncak klasemen The Amundi Evian Championship.

Peta persaingan mulai terbentuk pada akhir putaran kedua The Amundi Evian Championship. Pergeseran yang terjadi turut menandakan kompetisi bakal bertambah seru pada akhir pekan di Evian-les-Bains ketika 69 pegolf melanjutkan persaingan mereka pada ajang Major wanita keempat tahun ini.

Setelah sempat mencuri perhatian dengan menorehkan skor 64 pada hari pertama, pegolf Afrika Selatan Paula Reto justru harus tergelincir dari posisi teratas lantaran hanya bisa membukukan skor 75. Sempat bermain 1-under di sembilan hole pertamanya, Reto harus mengalami kesulitan ketika beralih ke sembilan hole terakhir dan akhirnya justru mencatatkan tiga bogey dengan satu double bogey.

Posisi teratas untuk sementara menjadi milik Celine Boutier dengan pegolf Perancis ini kembali bermain under, menorehkan empat birdie dengan dua bogey untuk skor 69 dan skor total 7-under 135. Meski mengawali dengan birdie, pegolf tuan rumah ini harus bekerja ekstra untuk menyelamatkan kartu skornya. Alih-alih menambah birdie, ia justru mendapat bogey di hole 5 dan 11, sebelum kemudian bangkit dan mencatatkan tiga birdie, termasuk di hole terakhirnya.

”Jelas sangat positif (bisa mendapat birdie) pada akhir putaran. Rasanya saya terlalu banyak menyisakan putt yang tidak mencapai lubang dan tidak banyak menciptakan peluang birdie di sembilan hole pertama khususnya. Jadi, rasanya menyenangkan bisa finis dengan birdie, terutama dengan kondisi berangin dan tantangan sedemikian. Memang tidak mudah,” jelasnya.

 

 

Boutier menilai kondisi pada akhir pekan akan banyak ditentukan oleh cuaca. Artinya, ia harus lekas beradaptasi, menavigasi angin, dan bermain dengan penuh kesabaran untuk bisa menjaga fokus.

Namun, di balik semua tuntutan dan harapan untuk bisa mewujudkan gelar Major pertama dalam karier profesionalnya ini, Boutier bisa berbangga bahwa permainannya sejauh ini telah menciptakan gelombang positif bagi Perancis. ”Ketika media di Perancis membicarakan tentang golf wanita dan Evian, rasanya ini hal yang positif. Saya rasa apa pun yang bisa saya lakukan untuk menarik minat kepada turnamen ini dan golf wanita secara umum akan selalu menjadi hal yang positif,” ujarnya.

Boutier ditempel ketat oleh dua jawara Major, Patty Tavatanakit dan Yuka Saso. Tavatanakit, pemenang ANA Inspiration (kini bernama The Chevron Championship), mencatatkan satu dari hanya dua skor terendah putaran kedua, 4-under 67 setelah menuliskan lima birdie dengan hanya satu bogey di kartu skornya.

Sempat bermain 1-over akibat bogey di hole keduanya, yaitu hole 11, pegolf yang masih mengincar gelar keduanya ini langsung bangkit dan menorehkan tiga birdie di sembilan hole pertamanya, dan menambah dua birdie lagi di sembilan hole penutupnya.

”Memang bukan awal yang sempurna, namun saya terus berjuang lalu putt birdie saya mulai masuk di hole 12, yang sangat membantu dan mengubah banyak hal,” tuturnya.

 

Patty Tavatanakit, Round 2 The Amundi Evian Championship 2023.
Bersama Yuka Saso, Patty Tavatanakit menjadi pesaing terdekat bagi Celine Boutier dengan catatan 6-under 136. Foto: Philippe Millereau/KMSP.

 

Namun, ia juga mengungkapkan kunci penting pada hari kedua ialah bagaimana ia tidak membiarkan rasa percaya dirinya redup sedikit pun. ”Rasanya saya hanya perlu terus melangkah, tidak usah terbeban, dan benar-benar mempercayai semuanya dan terbukti semuanya berjalan dengan baik,” jelasnya.

”Permainan terasa lebih ringan ketika Anda merasa lebih percaya diri tentang hampir seluruh aspek permainan Anda. … Memang ada sejumlah pukulan yang sulit, tapi ketika merasa percaya diri, Anda hanya perlu bersikap lepas dan tahu kalau Anda bisa memeprcayai diri sendiri dan bahwa dispersinya akan menjadi lebih akurat.”

Tak lama berselang, Juara U.S. Women’s Open 2021 Yuka Saso menyamai skor total Tavatanakit. Hampir sama seperti pegolf asal Thailand tersebut, Saso juga mengawali putaran kedua dengan jauh dari ideal. Setelah mendapat double bogey di hole pertamanya, hole 1 par 4, ia harus mencatatkan bogey di hole 2, sebelum birdie di hole 4 sedikit mengubah situasi. Dan ketika ia kembali menorehkan bogey di hole 5, tiga birdie di empat hole berikutnya membuat pegolf berdarah Filipina ini bisa sedikit bernapas. Ia masih menambah satu bogey lagi di hole 10, namun menuntaskan permainan dengan tambahan tiga birdie.

”Saya kira lebih ke soal kesabaran, terutama dengan angin. Saya pikir putting saya cukup bagus juga hari ini dan kemarin. Jadi, ya saya senang berada di posisi sekarang dan bisa sedikit beristirahat dan bersiap untuk akhir pekan,” ujarnya.

Satu stroke di belakang Tavatanakit dan Saso, tiga pegolf lainnya akan mengincar posisi yang lebih baik untuk membuka peluang mewujudkan gelar Major perdana. Pegolf Jepang Nasa Hataoka (67), pegolf Meksiko Gaby Lopez (68), dan pegolf Amerika Alison Lee (71) sama-sama mengoleksi 5-under 137 dan kini berbagi tempat keempat, dua stroke di belakang Boutier.

 

Nasa Hataoka, Round 2 The Amundi Evian Championship 2023.
Nasa Hataoka kembali bersaing dalam ajang Major, kini terpaut dua stroke dari pimpinan klasemen. Foto: Philippe Millereau/KMSP.

 

Tiga pekan setelah hampir memenangkan gelar Major pertamanya, Hataoka kembali menempatkan dirinya di posisi yang ideal untuk mewujudkan impian tersebut. Green yang lebih empuk memang menjadi kondisi yang ideal untuk bermain agresif. Namun, ia jelas paham bahwa kualitas putting yang prima menjadi kunci penting lain untuk memastikan birdie.

Persis itulah yang ia lakukan. Setelah hanya bisa bermain 1-under 70 pada hari pertama, Hataoka memperbaiki kartu skornya dengan memadukan enam birdie dan dua bogey untuk mencatatkan 4-under 67.

”Saya pikir saya telah meningkatkan kualitas putting saya ketimbang kemarin. Pukulan saya yang buruk terjadi karena takeaway yang terlalu pendek dan terkadang saya memukul terlalu keras atau kurang tenaga. Jadi, saya berusaha untuk mengambil takeaway yang lebih panjang dan mendapatkan akselerasi yang baik,” jelasnya.

”Swing saya rasanya masih belum terasa nyaman, jadi saya mesti mencari kuncinya di driving range. Putting juga begitu. Saya akan fokus melakukan takeaway dan mengurangi rotasi clubface,” jelasnya.

Sayangnya, tidak ada satu pegolf amatir pun yang berhasil melangkah ke putaran akhir pekan.