Brendan Lawlor dan Kipp Popert bakal menghadirkan persaingan menarik pada putaran final G4D Open di Woburn hari ini (12/5).

Dua pegolf peringkat teratas pada World Ranking for Golfers with Disability (Ranking Dunia bagi Pegolf dengan Keterbatasan Fisik, WR4GD), Kipp Popert dan Brendan Lawlor kini hanya terpaut satu stroke. Lawlor, yang kini berperingkat 2 Dunia memegang keunggulan tipis itu menuju 18 hole terakhir di Duchess Course, Woburn Golf Club.

Meskipun sempat berpeluang mendapatkan sejumlah birdie dan harus menuntaskan putaran kedua dengan skor 2-over 74, Lawlor menorehkan skor even par 144 selama dua putaran, yang membantunya berada di posisi teratas.

”Saya melakukan pukulan yang bagus lagi hari ini, banyak memukul ke fairway dan ke green. Ada tiga putt yang bodoh yang saya lakukan dan banyak putt di bawah 1,5 meter yang gagal saya masukkan. Jadi, kalau melihat putaran ini harusnya saya bisa bermain dengan lima stroke lebih baik,” ujar Lawlor. ”Saya tak banyak melihat papan klasemen, tapi Kipp terpaut satu stroke di belakang saya, jadi Anda takkan pernah tahu kalau situasinya bisa menjadi match play besok (hari ini).”

 

 

Keberhasilan pegolf Irlandia itu tidak lepas dari tiga bogey yang diraih Popert dalam empat hole, persis seperti putaran pembukanya. Namun, ia masih bisa memperbaiki permainannya di sembilan hole kedua, meskipun akhirnya hanya bisa membukukan skor 75 dan skor total 145.

”Rasanya aya bermain dengan baik. Mesti berjuang keras dan banya melakukan up-and-down. Saya juga banyak memukul dari bawah pohon …. Jadi, bisa main dengan 3-over, saya tetap masih punya peluang. Yang saya butuhkan ialah bisa berada di sekitar posisi teratas. Sebelumnya juga saya pernah menang dengan mengejar ketertinggalan dan pernah juga menang dalam posisi memimpin. Saya suka berkompetisi dan itulah alasan saya berada di sini,” tutur Popert.

Popert, yang terlahir dengan salah satu bentuk Cerebral Palsy, yang disebut Spastic Diplegia, telah menjuarai lima turnamen dalam kalender G4D Tour pada musim 2022/2023 ini. Meski tertinggal dari pesaing terdekatnya, pegolf berusia 24 tahun ini masih berpeluang untuk mewujudkan kemenangan istimewa pada putaran final hari ini.

 

Kipp Popert, Round 2 G4D Open 2023.
Meski berada di posisi kedua, pegolf No.1 Dunia WR4GD Kipp Popert merasa yakin bisa tampil sebagai juara perdana G4D Open. Foto: The R&A.

 

Adapun Lawlor, yang kini berusia 26 tahun, menyandang kondisi unik yang disebut sindrom Ellis-van Creveld. Sindrom ini membuatnya memiliki postur yang lebih pendek dengan kaki yang lebih pendek. Toh dalam keterbatasan fisik yang sedemikian ia masih bisa tampil mengesankan.

Dalam kondisi cuaca yang jauh lebih baik daripada putaran pertama, pegolf Italia Tommaso Perino (75) dan pegolf No.4 Dunia asal Spanyol Juan Postigo Arce (79), menjadi dua pesaing terdekat bagi Lawlor dan Popert. Keduanya menorehkan skor total 6-over.

Perino jelas menikmati bermain di Duchess Course, lapangan yang memberinya kesempatan untuk banyak memainkan driver. ”Driver saya hanya meleset satu kali dalam empat hari terakhir dan ini lapangan di mana jika Anda bisa menempatkan bola dengan driver, permainan menjadi tidak terlalu sulit,” tutur pegolf yang mengalami patah kaki dalam kecelakaan tahun 2001 ini.

 

Juan Postigo Arce, Round 2 G4D Open 2023.
Juan Postigo Arce asal Spanyol menjadi salah satu pesaing terdekat bagi Brendan Lawlor dan Kipp Popert. Bersama pegolf Italia Tommaso Perino, ia membukukan skor total 150. Foto: The R&A.

 

Sementara itu, Arce, yang berasal dari Cantabria, daerah yang sama dengan asal legenda Spanyol Seve Ballesteros, mengaku mengalami kesulitan pada putaran kedua itu.

”Permainan saya tidak benar-benar bagus. Awalnya saya bisa bermain dengan baik dalam beberapa hole, tapi kemudian saya tidak tahu bagaimana mengelola swing sepanjang hari dan tidak bisa mencatatkan skor. Saya tahu kalau saya bisa main dengan skor yang rendah, dan saya juga tahu mereka bisa membukukan skor yang tinggi juga. Jadi, semoga saya punya kesempatan besok (hari ini),” tuturnya.

G4D Open ini merupakan gelaran perdana yang diselenggarakan dalam kerja sama antara The R&A dan DP World Tour, serta didukung oleh EDGA (European Disabled Golf Association). Ajang ini juga menjadi kompetis golf paling eksklusif, menampilkan sembilan kompetisi yang mencakup empat kelas, yaitu Standing, Intellectual, Visual, dan Sitting. Total 80 peserta dari 17 negara berpartisipasi pada edisi perdana ini.

 

Luisa Ceola, Round 2 G4D Open 2023.
Luisa Ceola asal Italia menjadi salah satu peserta wanita yang berkompetisi di kategori Standing. Foto: The R&A.