Jonathan Caldwell akhirnya keluar sebagai kampiun ajang Scandinavian Mixed Hosted by Henrik & Annika, sementara Alice Hewson tampil memukau selama empat putaran.

Jonathan Caldwell mendadak menyeruak ke posisi teratas klasemen putaran final Scandinavian Mixed Hosted by Henrik & Annika. Pegolf Inggris ini menyamai skor terendah sepanjang pekan itu dengan torehan 8-under 64. Dengan skor total 17-under 271, pegolf berusia 37 tahun ini harus menanti hingga grup terakhir menuntaskan permainannya.

Caldwell memastikan menempati posisi teratas itu setelah melakukan pukulan yang luar biasa di hole 18. Pukulan keduanya dari rough berhasil mengantarkan bolanya mendekati lubang, yang menyisakan sedikit sentuhan untuk memastikan birdie.

Seperti yang sudah diperkirakan, putaran final menciptakan drama yang menarik. Caroline Hedwall yang tampil cemerlang dalam dua putaran, termasuk ketika mencatatkan skor 64 pertama pada pekan itu, secara mengejutkan mengalami kesulitan dan harus bermain 4-over di sembilan hole pertamanya. Sejak saat itu, peluangnya untuk bangkit kian meredup.

Pegolf Spanyol Adrian Otaegui menjadi pemain lain yang berpeluang menjadi pemenang. Ketika memasuki hole terakhirnya, ia sudah mengantongi skor yang sama dengan Caldwell. Sayangnya, ketika ia seharusnya bisa membukukan birdie, ia harus melakukan tiga putt yang memupus peluangnya, bahkan untuk memaksakan play-off.

 

 

Peluang satu-satunya menjadi milik pegolf Inggris lainnya, Alice Hewson. Meskipun memulai putaran final dengan bogey, pemegang satu gelar Ladies European Tour lekas bangkit dan menorehkan tujuh birdie, meskipun menambah tiga bogey lagi, hingga di hole 16. Dengan dua hole tersisa, ia harus menorehkan dua birdie berturut-turut untuk memaksakan play-off dengan rekan senegaranya. Sayangnya, ia hanya bisa menorehkan even par di dua hole terakhir itu, dan harus puas dengan skor total 15-under 273.

”Mungkin perasaan yang saya rasakan seketika ialah rasa tidak percaya. Saya sudah memimpikan hal ini sejak sekian lama. Tahun 2009 merupakan tahun pertama saya, saya kehilangan kartu, bermain di Tour mini dan Challenge Tour selama beberapa tahun, bahkan bekerja di toko golf setempat, jadi perjalanan saya panjang. Namun, akhirnya saya bisa sampai di sini,” tutur Caldwell.

Caldwell sendiri mengaku tidak sadar bagaimana posisinya di papan klasemen setelah gagal memasukkan putt dari jarak pendek di hole 17. ”Jadi, saya berkata kepada kedi saya, ayo kita meraih birdie di hole terakhir ini. Pukulan tee saya cukup buruk, namun bola saya berada di posisi yang cukup baik (meskipun di dalam rough) dan entah bagaimana saya bisa memukul bola hingga menyisakan jarak kurang dari setengah meter dan memasukkan putt itu.”

Meskipun gagal menjadi yang terbaik pada pekan ini, Hewson patut mendapat apresiasi terbaik. Ia menjadi satu-satunya peserta yang bermain dengan skor 60-an sepanjang empat putaran. Sulit dipercaya jika ia tidak tampil sebagai pemenang. Toh pegolf berusia 23 tahun ini patut berbangga lantaran menjadi pegolf wanita dengan peringkat tertinggi pada ajang yang didukung oleh European Tour dan Ladies European Tour ini.

”Sangat menyenangkan. Saya memulainya dengan sedikit gugup, benar-benar gugup di beberpa hole pertama, tapi berhasil mendapat sejumlah momentum di sembilan hole terakhir, tapi saya sangat senang dengan performa saya pekan ini, terutama setelah menjalani awal musim yang berat ini,” tuturnya.

 

Alice Hewson finis sendirian di posisi ke-3 pada Scandinavian Mixed.
Alice Hewson meraih posisi tertinggi mewakili kaum wanita pada ajang Scandinavian Mixed Hosted by Henrik & Annika. Foto: Getty Images.

 

”Sungguh menyenangkan melihat nama saya ada di jajaran atas klasemen. Tentu akan lebih bagus jika saya bisa memasukkan putt (birdie) di hole 17 dan memberi peluang di hole 18, tapi beginilah adanya dan ajang ini sungguh menyenangkan.”

Hewson ditemain oleh pegolf Jerman Olivia Cowan, yang juga berhasil menembus sepuluh besar setelah pada putaran final kemarin (13/6) ia bermain dengan skor 2-under 70, dan mengoleksi skor total 10-under 278.

Pencapaian Hewson itu turut mendapat sanjungan dari sang tuan rumah. ”Saya sangat bangga kepada kaum wanita pekan ini, mereka bermain sangat baik. Mereka menghadapi beberapa kondisi yang berat pekan ini, terutama pada hari Sabtu yang sangat berangin dan bisa bermain di sini serta menampilkan permainan mereka, saya merasa sangat bangga,” ujar Sorenstam.

”Secara keseluruhan, ajang ini menampilkan kaum pria dan wanita dengan baik. Menurut saya set-up-nya bagus, benar-benar ujian yang sejati dan adil.”

Stenson juga menimpali, ”Pekan yang luar biasa, kami cukup beruntung dengan cuacanya. Matahari bersinar dan kami bisa menampilkan Swedia dengan cara yang sangat baik. Sungguh luar biasa bagi Jonathan, sangat mengesankan bisa bermain dan membukukan skor 64 pada putaran final … ini kemenangan besar baginya dan putaran final yang mengesankan, selamat untuk kemenangannya!”