Lee Kyounghoon menorehkan catatan awal yang solid pada Wells Fargo Championship, terpaut dua stroke dari pimpinan klasemen, Phil Mickelson.

Lee Kyounghoon menyeringai lebar tatkala mendapatkan bogey di hole 16 pada putaran pertama Wells Fargo Championship di Quail Hollow Club kemarin (6/5). Pegolf Korea itu tampak merasa sedikit kecewa. Bogey tersebut menjadi satu-satunya bogey yang ia bukukan hari itu. Namun, perbedaan satu stroke jelas bisa memberi perbedaan dan membuatnya berada di tempat kedua sendirian.

Terlepas dari bogey tersebut, permainannya di 17 hole lainnya hari itu memang sangat baik. Sebelum terpaksa melakukan dua putt di hole 16 par 4 itu, ia mencatatkan enam birdie, termasuk di dua hole sebelumnya. Toh dengan skor 5-under 66, ia menempatkan dirinya dalam posisi bersaing di jajaran atas, di mana untuk sementara ia berbagi posisi kedua bersama dua pegolf lain yang bermain tanpa bogey, Keegan Bradley dan Peter Malnati.

Performa putter Lee juga sangat baik pada hari pertama itu. Ia mencatatkan total putt sejauh 52 meter dan 10 inchi. Catatan ini 12 meter lebih baik daripada performa sebelumnya, yang ia lakukan pada putaran kedua Waste Management Phoenix Open bulan Februari 2021 lalu.

”Awalnya, saya berhasil memasukkan sejumlah putt yang bagus, jadi saya berusaha mempertahankan momentum hingga akhir putaran,” tutur Lee. ”Selain itu permainan iron saya juga menjadi lebih baik dan putting saya juga solid sehingga bisa mendapat banyak birdie. Setidaknya, saya bisa menuntaskan putaran ini dengan senyum bahagia.”

Dengan keberhasilannya finis T2 pada Waste Managemente Phoenix Open kala itu, Lee jelas berharap bisa menjadi pegolf Korea terbaru yang bisa memenangkan ajang PGA TOUR. Dan kondisi lapangan yang ideal untuk membukukan banyak birdie jelas akan membantu pegolf yang kini menempati posisi teratas dalam statistik Strokes Gained: Putting.

Rekan senegaranya, Im Sungjae, yang juga mengincar kemenangan keduanya pada PGA TOUR, memulai ajang pekan ini dengan membukukan lima birdie dan dua bogey.

 

 

”Pukulan tee saya sebenarnya bagus, dan saya bisa mendapat posisi yang bagus dengan permainan iron saya. Namun, ada sejumlah kesalahan yang terjadi dan pukulan saya juga meleset di beberapa green. Agak kecewa juga sih, tapi saya masih bisa mengamankan skor di beberapa hole,” jelas Im.

”Terkadang anginnya mendadak berputar sehingga sulit untuk memukul langsung ke pin. Ini lapangan golf yang sangat panjang dan kalau angin mulai bermain, lapangan ini menjadi lebih sulit lagi. Saya mesti mempertimbangkan hal-hal tersebut besok (hari ini).”

Pegolf Jepang Satoshi Kodaira juga membukukan skor 3-under 68 dan, seperti halnya Im, ada di posisi T10 bersama enam pegolf lainnya.

Phil Mickelson mencatatkan skor terbaik pada hari pertama setelah bermain 7-under 64. Inilah ke-30 kalinya anggota World Golf Hall of Fame ini memimpin atau menjadi salah satu pimpinan klasemen pada putaran pertama dalam kariernya, meskipun ini yang pertama kalinya sejak American Express 2019 lalu.

Meskipun telah berusia 50 tahun, pegolf yang telah meraih dua kemenangan pada PGA TOUR Champions pada tahun 2020 ini menunjukkan kualitas permainan yang luar biasa. Skor 64 yang ia torehkan menjadi skor terendah yang pernah dibukukan oleh seorang pegolf berusia 50 tahun dalam ajang ini, memecahkan rekor Jay Haas yang bermain 65 pada putaran ketiga tahun 2006. Dan dalam usia 50 tahun, 10 bulan, dan 20 hari ia menjadi pegolf tertua yang memimpin atau menjadi salah satu pimpinan klasemen dalam sejarah turnamen ini, melampaui Nick Price (46 tahun, 3 bulan) pada putaran kedua tahun 2003.

”Hal terbesar bagi saya ialah bahwa saya bisa fokus pada tiap pukulan, mengingat pikiran saya cenderung ke mana-mana,” ujarnya.