Kevin Caesario Akbar menikmati empat putaran penuh pada BNI Indonesian Masters presented by TNE dan meninggalkan catatan berkesan.

Empat hari pertama pada bulan Desember 2022 bakal menjadi bagian penting perjalanan karier Kevin Caesario Akbar. Atlet berusia 24 tahun ini harus menanti sampai penampilan ketujuh untuk bisa bermain penuh pada ajang BNI Indonesian Masters presented by TNE. Tidak hanya ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa, tapi juga memaksimalkan kesempatan dalam ajang yang kini berstatus sebagai International Series.

Keberhasilannya melangkah ke putaran akhir pekan sekaligus memberinya finis terbaik sejak pertama kali mengikuti ajang prestisius ini pada tahun 2011. Tak hanya itu, ia juga berhasil membukukan skor terbaiknya selama mengikuti turnamen ini. Skor 3-under 69 yang ia raih pada putaran pertama merupakan skor terendah yang pernah ia ciptakan, setelah sempat membukukan skor 70 pada putaran kedua dalam tahun debutnya 2011 silam.

Setelah tiga hari berturut-turut sukses bermain under, akhirnya Kevin harus mencatatkan bogey yang lebih banyak daripada birdie. Meski demikian, tidak ada yang mengira ia akan menorehkan skor 73. Terutama setelah ia mengawali permainannya dengan birdie di hole 3. Dua bogey secara beruntun di hole 5 dan 6 memang sempat menahan laju permainannya, ia lekas mengemas dua birdie di dua hole berikutnya.

Sayangnya, tren tersebut tidak berlanjut ke sembilan hole terakhir. Ia hanya bisa menorehkan satu birdie, yaitu di hole 13 dan mengemas tiga bogey, termasuk di hole 18, yang sempat memberinya birdie pada putaran ketiga.

”Ada banyak pengendalian jarak yang kurang bagus, sedangkan pin-nya ada di pojok. Banyak bola yang meleset di tempat yang salah,” tutur Kevin.

 

Kevin Caesario Akbar dan Aqil Widyantoro, Round 4 BNI Indonesian Masters presented by TNE.
Komunikasi dan guyonan konstan terjadi antara Kevin Caesario Akbar dan Aqil Widyantoro (kiri) sepanjang gelaran BNI Indonesian Masters presented by TNE. Foto: GolfinStyle.

 

Meskipun catatan skornya tidak sebaik dua putaran pertama, pegolf yang menjadi salah satu anggota keluarga Ciputra Golfpreneur Foundation ini terlihat tampil lebih santai. Sepanjang putaran final hari ini, Kevin memang tidak terlihat tertekan, bahkan berkali-kali bertukar gurauan dengan Aqil Widyantoro, sahabat sekaligus pegolf profesional yang pekan ini menjadi kedi baginya.

”Memang sehari-hari kami biasa bercanda begitu sih, jadi walaupun sedang bertanding kami tetap bergurau saja,” sambung Kevin lagi. ”Saya lebih merasakan tekanan pada hari kedua saja sih karena setelah bogey lagi (di hole 5) skor saya menjadi 2-over. setelah itu saya mengobrol dengan Aqil (Widyantoro), kita liburan saja karena target awalnya memang ingin liburan saja, main santai saja.”

Skor 73 yang ia torehkan hari ini memberinya skor total 4-under 284, yang menempatkannya di peringkat 38, berbagi posisi dengan enam pegolf lainnya. Ia juga berhak membawa pulang hadiah sebesar US$9.042,86 atau sekitar Rp139,5 juta. Hadiah ini menjadi hadiah uang terbesar yang pernah ia menangkan selama mengikuti ajang Asian Tour.

Bermain penuh pada BNI Indonesian Masters presented pekan ini melengkapi tahun yang cukup memuaskan bagi Kevin. Meskipun memulai musim ini dengan gagal lolos cut pada ajang internasional pertamanya, OB Golf Invitational, ia bisa bangkit dan finis di 30 besar pada Indo Masters Invitational presented by TNE pertengahan Juni 2022 lalu. Ia menembus 25 besar pertamanya tahun ini ketika bertanding pada ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament bulan Agustus 2022 lalu.

”Saya cukup senang dengan performa saya tahun ini, paling beberapa teknik saja yang harus saya perbaiki. Sebnarny, sudah mulai bagus sejak memakai driver Aqil, tapi tetap mesti dibikin konsisten,” jelasnya.