Nyaris batal tampil akibat visa, Chang Wei-lun malah menjadi salah satu pemuncak klasemen ajang PIF Saudi International powered by SoftBank Investment Advisers.

Dari nyaris gagal mendapatkan visa, Chang Wei-lun dari China Taipei tampil mengesankan pada putaran pertama ajang PIF Saudi International powered by SoftBank Investment Advisers. Tak hanya membukukan tujuh birdie, ia juga sukses memasukkan tujuh birdie pada turnamen tutup tahun, yang menyediakan hadiah total sebesar US$5 juta ini.

Catatan 7-under 64 miliknya itu juga disamai oleh pegolf Thailand, Sadom Kaewkanjana, yang turut menegaskan kekuatan Asia pada turnamen yang juga diikuti oleh banyak pemain bintang, baik dari Asian Tour maupun International Series.

Pegolf Korea Jang Yubin dan Joaquin Niemann dari Chile menempel keduanya dengan sama-sama mencatatkan skor 65. Adapun Peter Uihlein dari Amerika Serikat yang kini memimpin The International Series Rankings menjadi salah satu dari 11 pemain yang mencatatkan skor 66.

”Secara khusus saya merasa bersemangat menyaksikan DJ (Dustin Johnson) pekan ini. Bakal sangat keren kalau bisa main satu grup dengannya.” — Chang Wei-lun.

”Saya baru mendapatkan visa pada hari Senin, persis pada hari kedatangan,” ujar Chang sambil tertawa. ”Ini ajang yang sangat besar, mungkin yang terbesar yang pernah saya ikuti, jadi saya agak gugup.”

Chang mencatatkan empat birdie di sembilan hole pertamanya, lalu menambah tiga lagi di sembilan hole terakhirnya. Permainannya ini praktis membuatnya tampak lebih unggul dari para pemain lain, termasuk 42 pemain dari LIV Golf League.

Pegolf berusia 31 tahun ini tampak masih melanjutkan penampilan primanya setelah sempat finis T2 pada BNI Indonesian Masters awal November 2024 lalu. Suksesnya di Jakarta itu membuatnya memastikan hak bertanding untuk musim depan.

”Secara khusus saya merasa bersemangat menyaksikan DJ (Dustin Johnson) pekan ini. Bakal sangat keren kalau bisa main satu grup dengannya,” imbuhnya.

Sadom, yang telah menjuarai dua ajang Asian Tour, memang sempat mendapat bogey di hole 17. Namun, seperti halnya Chang, ia menutup dengan birdie di hole 18.

 

Sadom Kaewkanjana, Round 1 PIF Saudi International 2024.
Sadom Kaewkanjana menyamai skor 64 milik Chang Wei-lun untuk start meyakinkan di Arab Saudi. Foto: Asian Tour/Paul Lakatos.

 

”Ini turnamen terakhir tahun ini dan saya sudah mempersiapkan diri dengan baik. Senang dan terhormat bisa bermain dalam turnamen di mana ada begitu banyak pegolf hebat dunia. Saya berusaha mempelajari tiap pukulan mereka yang bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Niemann berada di Arab Saudi setelah finis T5 pada ajang Australian Open pekan lalu. Meskipun menempuh perjalanan jauh, ia tak terlihat lelah.

”Rasanya permainan saya sedang bagus,” ujar pegolf Chili yang finis di peringkat kedua dalam klasemen akhir nomor individu pada LIV Golf League ini. ”Yang mau saya bilang ialah pasti bagus bisa menutup tahun ini dengan banyak hasil bagus. Juga bermain pada banyak turnamen bagus juga. Menyenangkan. Memang saya belum menikmati hari Minggu dengan luar biasa dalam tiga turnamen terakhir, jadi saya kira masih ada yang harus ditingkatkan. Saya mengawali dengan baik di Saudi ini, jadi cukup senang dengan hasilnya.”

Sementara itu, pegolf muda Arab Saudi Khalid Attieh, yang sempat menciptakan sejarah pada awal tahun lewat International Series Oman, di mana ia menjadi pegolf amatir Saudi pertama yang lolos cut dalam turnamen profesional, berhasil membukukan skor 67. Rekan senegaranya, Saud Al Sharif, menorehkan skor 68 untuk menunjukkan perkembangan golf dari negara Timur Tengah ini.

Sementara itu, Juara Order of Merit Asian Tour John Catlin, mengawali pekan ini dengan skor 68. Saat ini ia ada di tempat kedua pada klasemen The International Series Rankings. Ia menjadi salah satu pemain yang berpeluang untuk mendapatkan spot mengikuti LIV Golf League tahun depan. Juara pada turnamen pekan ini akan mendapat tambahan 1000 poin.