Nyaris menjuarai Masters Tournament, Brooks Koepka kini mengarahkan fokusnya untuk tampil maksimal pada tiga ajang Major tersisa.

Memimpin dalam tiga putaran pada ajang Masters Tournament hanya untuk menyerahkan kemenangan kepada pemain lain jelas bukan skenario yang menyenangkan bagi Brooks Koepka. Sebagai salah satu pemain yang sangat kompetitif kegagalan untuk menambah koleksi gelar Major pada posisi ketika ia punya peluang yang sangat bagus untuk mewujudkannya jelas terasa teramat sangat mengecewakan. Namun, ia harus menelan pil pahit tersebut sambil menjaga sportivitas di lapangan yang kerap menjadi ranah suci ziarah bagi para pegolf dan penggemar di seluruh dunia.

Pada hari yang menuntut semua pemain untuk tak hanya memiliki fokus, tapi juga permainan dan stamina prima, Koepka harus mengakui keunggulan Jon Rahm. Enam bogey dengan hanya tiga birdie membuatnya mencatatkan skor terburuk sepanjang pekan yang ebrat di Augusta National.

Koepka sebenarnya mengawali putaran final itu dengan mempertahankan keunggulannya. Meski harus menutup putaran ketiganya dengan skor 73, ia masih memegang keunggulan dua stroke atas Rahm, yang juga menyudahi putaran ketiganya dengan skor 73.

 

 

”Sore nanti akan menjadi menarik. Jika angin tetap berembus dan berputar seperti sekarang, segala sesuatunya bisa terjadi. Anda hanya mesti benar-benar mengendalikan bola,” ujar Koepka menjelang bersiap memainkan putaran finalnya.

Sayangnya, justru itulah yang gagal ia lakukan. Ketika Rahm justru mencatatkan dua birdie dan satu bogey di sembilan hole pertamanya, Koepka telah bermain 3-over sehingga pegolf Amerika itu justru tertinggal dua stroke. Dalam posisi demikian, Koepka berusaha untuk bermain lebih sabar sebelum memutuskan untuk bermain lebih agresif di hole 13, yang memberinya birdie pertama pada putaran final itu.

Akan tetapi, momentum itu tidak bertahan lama karena ia justru harus mencatatkan bogey kelimanya dari hole 14. Dua birdie di dua hole berikutnya sempat memberi celah untuk memberinya peluang terakhir untuk setidaknya memaksakan play-off, sampai harapannya pupus di hole 17 lantaran kembali menorehkan bogey, yang turut memperbesar keunggulan Rahm.

Alhasil, sepanjang putaran final itu, Koepka memainkan hole-hole par 3 dengan catatan 2-over lantaran mendapat tiga bogey dengan satu birdie. Dua birdie lainnya ia peroleh dari kedua hole par 5 di sembilan hole terakhirnya.

”Saya pikir isu itu hanya bikinan media saja bahwa kami tidak bisa bersaing lagi, bahwa karier kami sudah redup.” — Brooks Koepka.

”Teramat sangat mengecewakan. Saya tidak bermain dengan cukup bagus untuk memenangkannya. Saya melakukan sejumlah pukulan yang rasanya tidak memberikan posisi yang bagus, pukulan di hole 9, hole 4 dan hole 6, saya melakukan sejumlah pukulan yang bagus dan pada akhirnya bolanya berada di posisi yang buruk dan menyulitkan,” jelas Koepka.

”Kemudian di hole 12, cukup menarik, Jon memainkan 9-iron dan saya menggunakan wedge dan bolanya masih melewati green. Lalu hole 14, rasanya saya hanya tinggal menggulirkan bolanya saja. Rasanya saya tidak banyak melakukan kesalahan, tapi terkadang begitulah golf.”

Sebagai salah satu pegolf papan atas yang memilih berlabuh ke LIV Golf, keberhasian Koepka untuk kembali bersaing dalam ajang Major jelas meruntuhkan pandangan banyak kalangan yang menilai kariernya mulai redup. Phil Mickelson, yang tahun lalu akhirnya memutuskan mundur menyusul kontroversi yang ia timbulkan, tampil ke jajaran atas, berbagi tempat kedua dengan Koepka setelah menorehkan skor 65, sementara Juara Masters 2018 Patrick Reed berbagi tempat keempat dengan Juara Masters 2015 Jordan Spieth

”Kami semua masih orang-orang yang sama. Kalau saya sehat, saya tahu saya bisa bersaing. Saya kira tak satu pun dari mereka yang bermain pekan ini berpikir sebaliknya juga. Ketika Phil bermain dengan baik, kita tahu dia bisa ebrsaing, Patrick Reed juga sama. Saya pikir isu itu hanya bikinan media saja bahwa kami tidak bisa bersaing lagi, bahwa karier kami sudah redup,” tegas Koepka.

 

Phil Mickelson, Round 4 Masters Tournament 2023.
Phil Mickelson mencatatkan skor terendah pada putaran final Masters Tournament 2023 dengan 7-under 65. Foto: Jonathan Ferrey/LIV Golf/Getty Images..

 

Ia tidak segan menutupi kekecewaannya, sesuatu yang jelas terasa sangat wajar. Tahun lalu dalam kondisi fisik yang jauh dari ideal, ia harus pulang lebih awal dan hampir memecahkan kaca mobilnya. Dan ketika berada dalam kondisi yang jauh lebih bugar, berbekal kemenangan keduanya di kancah LIV Golf sepekan sebelum bertolak ke Augusta National, ia hanya mampu menampilkan permainan ”rata-rata”.

”Mungkin tidak (bisa memandang hasil ini secara positif). Tidak hari ini. Mungkin setelah beberapa hari, tapi pada akhirnya finis kali ini akan menjadi positif. … Saat ini, sulit memandang hasil kali ini sebagai hal yang positif, kalau mau jujur, mungkin untuk beberapa jam ke depan dan beberapa hari ke depan,” tambahnya.

Meski tidak secara eksplisit mengungkapkannya, Koepka tetap menunjukkan betapa ia puas melihat kemampuannya untuk bisa kembali bersaing dalam ajang Major. Statusnya sebagai pemenang empat gelar Major membuatnya berhak tampil dalam ajang U.S. Open, PGA Championship, dan The Open Championship. Dan ia jelas menegaskan bahwa dalam kondisi yang ideal, kehadirannya tidak bakal bisa diabaikan.

”Saya kira hal tersebut sudah terbukti pekan ini. Saya suka (berada dalam persaingan). Hanya saja ada kalanya Anda punya permainan yang bagus, sementara pada hari-hari lainnya Anda tidak bermain dengan baik, dan hari ini merupakan salah satunya (buat saya). Namun, saya merasa senang dan berharap bisa bersaing dalam tiga ajang Major lainnya.”