Rory Hie berpeluang meraih finis terbaiknya pada Asian Development Tour setelah memperbaiki penampilannya dan menorehkan skor 69.
Rory Hie berhasil memperbaiki penampilannya pada ajang OB Golf Championship, yang dilangsungkan di West Course Gunung Geulis Country Club. Pada putaran kedua yang berlangsung hari ini (28/9), ia berhasil mencatatkan skor 1-under 69, satu stroke lebih baik daripada permainannya pada putaran pertama. Alhasil ia berhasil memperbaiki posisinya hingga 16 peringkat, menjelang putaran final.
Bermain dari hole 10, Rory berhasil menorehkan skor 1-under di sembilan hole pertamanya berkat birdie di hole 12 dan 18, dan satu bogey di hole 14. Ia sempat berada di posisi 2-under setelah mencatatkan birdie di hole 1, namun bogey di hole 2 sempat menahan laju permainannya. Bahkan ketika ia berhasil menuai birdie keempatnya dari hole 6, ia terpaksa menuntaskan putaran kedua tadi dengan bogey di hole terakhirnya, dan harus puas bermain dengan skor 69.

Dengan berada di peringkat T21 dan dengan skor even par 140, Rory berpeluang untuk meraih hasil terbaiknya selama berkiprah pada ajang ADT musim ini. Penampilannya di sirkuit batu loncatan menuju Asian Tour ini memang belum memuaskan. Dari empat ajang ADT yang ia ikuti, ia baru sekali lolos cut. Kala itu ia finis T55 pada ajang The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura.
Permainannya mulai mengalami perbaikan sejak berlatih dengan Chris Connel, pelatih yang juga melatih Jonathan Wijono. Kemenangannya pada ajang Indonesian Tourism Golf Pro Series (ITGPS) 14 dua minggu sebelumnya turut memberinya modal penting. Dan pekan lalu, ia juga berhasil finis sendirian di tempat kedua pada Seri ke-15.
Hasil solid pada pekan ini juga akan menjadi penting untuk memperkukuh posisinya pada Order of Merit ITGPS, di mana 12 pegolf teratas berhak mengikuti ajang tutup musim International Series, BNI Indonesian Masters. Selain itu, hasil positif pekan ini juga bisa memberinya momentum untuk melangkah ke Sentul Highlands Golf Club untuk gelaran OB Golf Invitational presented by Sentul Highlands Golf Club pekan depan.
Rory akan ditemani oleh empat pegolf Indonesia lainnya, yaitu Danny Masrin (69, T39), Peter Gunawan (71, T50), Narajie Emerald Ramadhan Putra (77, T50), dan Syukrizal (75, T50). Sayangnya, Juara The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura Kevin Caesario Akbar harus mengakhiri langkahnya setelah hanya bisa menorehkan skor 76.
”Ini musim pertama saya bermain pada ADT, musim pertama bermain di Asia secara umum, dan saya menyukainya.” — Andy Zhang.
Sementara itu, pegolf Jepang Naoki Sekito kini berada sendirian di puncak klasemen setelah kembali bermain solid. Empat birdie dengan satu bogey membuatnya kini mengumpulkan skor total 9-under 131, dua stroke lebih baik daripada pegolf China Andy Zhang (65) dan Ekpharit Wu (67), yang berbagi puncak klasemen hari pertama dengannya.
Bermain pada siang hari, Sekito harus menghadapi tantangan berupa angin dan sejumlah penempatan pin yang menyulitkan. ”Kemarin saya main 6-under, tapi hari ini saya senang bisa main 3-under,” ujarnya. ”Menurut saya besok tidak akan mudah. Saya memimpin dua stroke, tapi sangat mudah kehilangan dua pukulan di lapangan ini, jadi saya ingin tetap fokus pada tiap pukulan, berusaha untuk tidak melakukan kesalahan.”
Zhang menjadi bintang pada hari kedua setelah menorehkan skor terendah, 5-under 65. Seperti halnya Sekito yang berfokus untuk berkarier di Asia, alih-alih di negeri sendiri, Zhang juga berniat untuk membangun karier profesionalnya melalui jalur ADT.
”Ini musim pertama saya bermain pada ADT, musim pertama bermain di Asia secara umum, dan saya menyukainya. Saya senang punya kesempatan untuk mengejar karier saya di sini pada tahun ini karena jadwalnya konsisten untuk bermain di level yang cukup tinggi. Saya mendapat perkembangan yang besar dan rasanya permainan saya pada tiap turnamen juga makin bagus,” tutur pegolf termuda yang mengikuti U.S. Open 2012, saat masih berusia 14 tahun ini.


