Sejumlah nama sponsor sudah diidentikkan dengan olahraga golf. Salah satu yang terkenal, tentunya, adalah Rolex yang telah lima puluh tahun mendukung perkembangan golf dari berbagai level.

Meskipun sponsor yang seperti itu belum pernah ada di Indonesia, dalam tiga tahun terakhir, kita mendapatkan satu pendukung baru yang menunjukkan komitmen yang konsisten dalam upaya mendongkrak prestasi para pegolf di Indonesia. Didorong oleh semangat untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, salah satu consumer healthcare terbesar di Indonesia, Combiphar memastikan keikutsertaannya dalam perkembangan olahraga golf di Indonesia.

Dukungan Combiphar itu awalnya diwujudkan sebagai puncak kampanye “45 Years of Celebrating Health” yang menjadi bagian dari perayaan 45 tahun perusahaan pada 2016. Kala itu, mereka mensponsori ajang Combiphar Golf Invitational yang menjadi agenda Asian Development Tour dan digelar di Gunung Geulis Golf and Country Club.

Saat itu, Michael Wanandi, Presiden Direktur Combiphar, menegaskan alasan mereka menggelar turnamen ini. Selain menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-45, “Kami menyelenggarakan turnamen ini untuk menampilkan talenta-talenta baru yang muncul dari negara kita serta seluruh wilayah Asia dan menyediakan sebuah wadah bagi mereka untuk meningkatkan karier ke Asian Tour.”

Memperebutkan hadiah total senilai US$60.000, Combiphar Golf Invitational tersebut akhirnya menjadi panggung yang turut melambungkan nama John Catlin. Pegolf asal California ini meraih gelar Asian Development Tour pertama dari dua gelar yang ia peroleh hingga saat ini. Kemenangannya di Gunung Geulis itu sekaligus menjadi langkah awal untuk mengukuhkan namanya di panggung yang lebih besar lagi dalam dua tahun setelah keberhasilannya itu.

John Catlin (kedua dari kiri) memanfaatkan platform yang disediakan oleh Combiphar ketika menjuarai Combiphar Golf Invitational di Gunung Geulis Golf and Country Club, yang menandakan partisipasi perdana Combiphar pada sebuah ajang Asian Development Tour. Kini Catlin menjadi pemain tersukses musim ini dengan tiga kemenangan. Foto: OB Golf.

Pada tahun kedua, nama turnamen berganti menjadi Combiphar Players Championship, melanjutkan penyelenggaraan The Players Championship 2016 yang dimenangkan oleh Itthipat Buranatanyarat. Tempat penyelenggaraan turnamen pun bergeser ke Bali dan dimainkan di New Kuta Golf Club, Pecatu, Bali. Dan kali ini Combiphar menaikkan total hadiahnya menjadi US$100.000.

Edisi kali ini terbukti menjadi turnamen paling menarik dan paling menegangkan dalam sejarah Asian Development Tour pada musim 2017 itu (rekor ini kemudian dipecahkan ketika terjadi play-off tujuh hole antara pegolf Amerika Latin lainnya Miguel Angel Carballo dan Poom Pattaropong dari Thailand di Bumi Serpong Damai pada tahun ini).

Wolmer Murillo, Wang Wei-lun, Mathiam Keyser, John Catlin, dan William Harrold menyudahi 72 hole di satu-satunya lapangan links di Indonesia itu dengan skor yang sama, 7-under 277. Murillo akhirnya memenangkan turnamen ini setelah memainkan empat hole play-off. Sama seperti Catlin, bagi Murillo ini merupakan kemenangan perdananya pada ajang Asian Development Tour, sekaligus menjadikannya pegolf Venezuela pertama yang menjadi pemenang pada Tour batu loncatan menuju Asian Tour ini.

Tahun ini, perusahaan papan atas di industri kesehatan ini melanjutkan komitmen mereka untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dengan kembali mendukung Combiphar Players Championship. Untuk kedua kalinya, turnamen ini akan kembali digelar di New Kuta Golf Club pada 6-9 November 2018.

Dukungan terhadap olahraga golf ini pada dasarnya merupakan bagian dari pilar pertama Corporate Social Responsibility perusahaan. Selain golf, Combiphar juga turut menggelar Combi Run, salah satu kegiatan yang senantiasa mendapat antusiasme publik yang sangat tinggi, dan Combiphar Tennis Open. Sementara pilar kedua ialah Combi Hope Healthy Living Education dan Combi Hope Women Empowerment, berupa pengenalan gaya hidup sehat sejak dini dan pemberdayaan perempuan.

“Saya berharap di cabang olahraga golf juga ada atlet yang bisa meraih prestasi … semoga hal itu bisa terwujud suatu saat.” – Michael Wanandi

Michael mengungkapkan bahwa tahun 2018 kali ini menjadi tahun yang istimewa, tak hanya bagi Indonesia, tapi juga Combiphar. Perusahaan yang ia pimpin ini menjadi salah satu sponsor pada Asian Games XVIII, di mana Indonesia sendiri berhasil menorehkan prestasi dengan finis di peringkat keempat klasemen umum dengan torehan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Michael menyebut prestasi Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi yang sukses mempersembahkan medali emas untuk tenis beregu campuran menjadi bagian yang membanggakan, mengingat Rungkat sendiri menjuarai Combiphar Tennis Open, persis sebelum Asian Games XVIII dimulai.

Berkaca dari keberhasilan di cabang olahraga tenis itulah, Michael mengungkapkan harapannya untuk olahraga golf.

“Saya berharap di cabang olahraga golf juga ada atlet yang bisa meraih prestasi demikian dan semoga hal itu bisa terwujud suatu saat, dalam waktu dekat ini,” ujar Michael.

“Kami juga berharap dapat mendorong para atlet untuk memanfaatkan kesempatan ini, tidak hanya untuk meningkatkan peringkat mereka pada Official World Golf Ranking, tapi juga meraih lebih banyak peluang untuk bisa berpartisipasi dalam Olimpiade 2020.”

Penyelenggaraan yang diadakan pada bulan November ini bakal menjadikan turnamen ini menjadi turnamen penting bagi perburuan gelar Order of Merit Asian Development Tour. Saat ini Miguel Carballo memimpin Order of Merit dengan perolehan US$41.713, unggul US$9.103 dari Nithitorn Thippong di tempat kedua.

Wolmer Murillo meraih kemenangan yang sangat dramatis setelah memainkan empat babak play-off yang memberinya gelar perdana pada level Asian Development Tour. Foto: R.Kurnia/MTC Asia Indonesia.

Dengan tujuh tempat teratas akan mendapat hak bermain penuh pada Asian Tour musim 2019, perlombaan bakal kian seru. Mathiam Keyser saat ini berada di peringkat 7, unggul US$1.338 dari Kazuki Higa di tempat ke-8 dengan perolehan US$22.488. Dengan hadiah sebesar US$17.500 yang bisa dimenangkan sang juara pada turnamen ini, peluang memperbaiki peringkat sekaligus mengamankan posisi akan menjadi sangat terbuka.

Menjelang penyelenggaraan ketiga yang akan diadakan sekitar dua pekan dari sekarang, kita telah melihat bahwa sebagian dari harapan Michael dua tahun lalu telah terwujud. John Catlin, yang menjuarai turnamen partisipasi perdana Combiphar, kini menjadi salah satu pemain papan atas Asian Tour. Merintis karier dari Asian Development Tour, sampai tulisan ini diturunkan, Catlin telah menjuarai tiga gelar Asian Tour dan menjadi satu-satunya pemain yang berhasil melakukan hal tersebut.

Sementara harapan akan kehadiran bintang baru dari negeri sendiri terbukti dengan kehadiran Naraajie Emerald Ramadhan Putra. Dalam dua penampilannya pada ajang yang disponsori Combiphar ini, Naraajie selalu berhasil menjadi pegolf amatir terbaik. Tahun 2016 itu, Naraajie finis di posisi ke-16 bersama Danny Masrin dan John Michael O’Toole. Sementara pada tahun berikutnya, ia finis di posisi T20. Dan kini ia menjadi pegolf amatir Indonesia pertama yang berhasil masuk peringkat 100 besar dunia!

Adapun prestasi pegolf profesional Indonesia sendiri semakin bagus. Pada 2016, Danny Masrin berada di peringkat ke-16, tapi pada edisi 2017, George Gandranata berhasil finis di posisi T9. Tren positif ini jelas kita harapkan bisa terus berlanjut ketika sebanyak 40 pegolf Indonesia bertolak menuju Pulau Dewata.

Hal lain yang patut disyukuri ialah bahwa Michael menegaskan komitmen pihaknya untuk tidak sekadar mendukung golf dalam jangka pendek. Dalam jumpa pers tahun 2017, ia sempat berceletuk bahwa pihaknya sangat ingin memiliki komitmen setidaknya dalam sepuluh tahun ke depan. Dan dalam jumpa pers pada 17 Oktober 2018 di Hotel J.S. Luwansa, Jakarta, hal serupa sempat ia cetuskan lagi, yang menunjukkan kesadaran bahwa prestasi tidak bisa disulap dalam tempo singkat. Tentulah harapan bahwa komitmen ini menjadi komitmen jangka panjang bisa sepenuhnya terwujud, dan semoga saja bisa mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk mengikuti langkah Combiphar.

Leave a comment