Beth Coulter melangkah ke babak match play sebagai pimpinan klasemen dalam putaran terakhir format stroke play, sementara Elaine Widjaja menuai pengalaman yang sangat berharga.

Beth Coulter benar-benar memanfaatkan pengalamannya bermain di lapangan links sehingga tampil sebagai pemain teratas dalam dua putaran stroke play pada ajang Women’s Amateur Championship. Pada putaran kedua kemarin (14/6), pegolf Irlandia ini menorehkan skor 70 sehingga menempatkannya di posisi teratas dengan torehan 5-under 139.

Pegolf berusia 19 tahun, yang baru saja menuntaskan tahun pertamanya bersama Arizona State University ini merupakan runner-up dari ajang R&A Girls’ Amateur Championship 2021. Ia juga bermain pada ajang Junior Vagliano Trophy di Royal St George’s tahun 2019 sehingga memberinya pengalaman yang cukup di lapangan links. Lima birdie yang ia torehkan pada hari Rabu itu mejadi buktinya.

”Ya, pukulan saya dalam dua hari ini cukup bagus. Hari ini pukulan saya sebenarnya tidak sebagus kemarin, tapi ada beberapa pukulan bagus di sembilan hole terakhir yang saya lakukan dan beberapa putt juga masuk dan memberi birdie atau membantu saya bertahan untuk par, jadi saya cukup senang,” tuturnya.

 

Ingrid Lindblad, Round 2 Women’s Amateur Championship 2023.
Pegolf No.1 Dunia Ingrid Lindblad menuntaskan babak kualifikasi stroke play dengan catatan 2-under 142. Foto: The R&A.

 

”Saya sempat memainkan lapangan ini sebelum pekan ini. Saya pikir saya punya keuntungan bermain di lapangan links ketimbang para pegolf Eropa Daratan, keuntungan yang luar biasa, terutama dengan kondisi yang berangin. Dan saya juga tumbuh dengan memainkan lapangan links.”

Melangkah ke babak match play sebagai pegolf terbaik dalam dua putaran stroke play tidak membuat Coulter merasa berada di posisi yang aman. Sebaliknya, ia menilai semua pemain berada dalam situasi yang sama hari Kamis ini.

”Bagus sih (bisa berada di puncak klasemen), tapi sekarang posisi itu tidak berarti lagi. Tidak masalah apakah ada di posisi teratas atau di posisi 64. Ini hanya kualifikasi. Tentulah bagus bisa menjadi yang terbaik di babak kualifikasi, tapi ya kita lihat saja besok. Besok hari yang baru, hari ini stroke play dan besok match play, jadi saya akan melupakan (apa yang terjadi pada babak stroke play),” jelas Coulter, yang menjadi salah satu dari total 70 pegolf yang melangkah ke babak match play.

 

Jessica Baker, Round 2 Women’s Amateur Championship 2023.
Juara bertahan Jessica Baker memastikan melangkah ke babak match play. Foto: The R&A.

 

Sementara itu, pegolf No.1 Dunia World Amateur Golf Ranking saat ini, Ingrid Lindblad, menjadi salah satu pemain unggulan yang melangkah ke babak match play. Pegolf Swedia yang baru finis T32 pada ajang Scandinavian Mixed—yang diakui oleh DP World Tour dan Ladies European Tour—ini mencatatkan dua eagle di sembilan hole terakhirnya untuk mencatatkan skor total 2-under 142 dan menjadi satu dari empat pegolf yang menghuni posisi kedua.

”Eagle di hole 12 dan 15 itu banyak membantu karena saya juga mendapatkan beberapa bogey. Dalam Tim Swedia, jika ada yang bisa membuat enam birdie atau eagle, kami punya kesepakatan dengan para pelatih bahwa seluruh tim akan mendapatkan es krim. Jadi, pada putt pertama ketika saya menyisakan jarak sekitar 3,6 meter untuk eagle, yang terlintas dalam benak saya ialah ’Ini untuk es krim, jika memasukkannya, malam ini kami akan dapat es krim,’” tutur Lindblad.

Pemain unggulan lainnya, sang juara bertahan Jess Baker turut memastikan langkahnya ke babak match play usai mencatatkan skor 69 dan skor total 2-over 146. ”Saya sangat puas dengan hari ini. Bangga rasanya bisa finis seperti itu di sembilan hole terakhir,” tutur Baker mengacu pada tiga birdie di sembilan hole terakhirnya itu. ”Ada sedikit tekanan pekan ini, tapi saya puas bisa melangkah ke babak match play.”

 

Elaine Widjaja, Round 2 Women’s Amateur Championship 2023.
Elaine Widjaja bermain sepuluh stroke lebih baik daripada putaran pertamanya dan membawa pulang pengalaman yang sangat mahal di Prince’s Golf Club. Foto: The R&A.

 

Pengalaman Berharga
Sementara itu, wakil Indonesia Elaine Widjaja menampilkan perjuangan yang luar biasa pada putaran kedua kemarin. Pegolf asal Semarang ini memanfaatkan kondisi pagi hari yang lebih memberinya kendali penuh terhadap permainannya sehingga berhasil bermain sepuluh stroke lebih baik daripada putaran pertama.

Birdie yang ia raih di hole 2 seakan menjadi pertanda bahwa putaran kali ini akan menjadi putaran yang baik baginya. Bermain 1-under dalam lima hole pertama jelas menjadi catatan positif baginya, mengingat pada hari pertama ia sudah mencatatkan 2-over berkat satu birdie, satu bogey, dan satu double bogey.

Elaine masih mencatatkan satu birdie lagi di hole 7, namun harus menorehkan dua bogey, yaitu di hole 6 dan hole 9 untuk menutup sembilan hole pertamanya dengan even par 36, empat stroke lebih baik daripada putaran pertamanya. Meski di sembilan hole berikutnya ia harus menerima tambahan bogey dari hole 11 dan 14, ia berhasil mengamankan kartu skornya dari terlalu banyak membuang pukulan di empat hole tersisa dan menuntaskan putaran kedua dengan skor 2-over 74.

Skor total 13-over memang tidak membawanya melangkah ke babak match play, yang akan mulai dipertandingkan pada Kamis pagi. Akan tetapi, pengalaman bermain di lapangan yang paling dekat dengan tradisi awal golf dimainkan, menjadi pengalaman paling berharga yang bisa diperoleh pemain mana pun. Selain itu, keikutsertaan pegolf yang juga bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini turut meninggalkan catatan penting yang menempatkannya sebagai pegolf Indonesia pertama yang mengikuti Women’s Amateur Championship ini.