D.J. Gregory menjadi individu bukan pemain pertama yang mendapatkan penghargaan ini berkat upayanya menggalang dana hingga lebih dari US$1 juta melalui Walking For Kids Foundation.

Setelah menempuh 22.530 km dan 42.000 hole pada ajang PGA TOUR sejak tahun 2008 demi mendukung Walking For Kids Foundation, PGA TOUR menganugerahkan PGA TOUR Courage Award kepada D.J. Gregory. Gregory, yang menderita cerebral palsy atau kelumpuhan sebagian fungsi otaknya, menerima kejutan ini menjelang gelaran Waste Management Phoenix Open.

PGA TOUR Courage Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada individu yang, melalui keberanian dan ketekunannya, telah melampaui berbagai keterbatasan, seperti tragedi pribadi atau cedera yang menimbulkan cacat atau penyakit, untuk melakukan kontribusi yang signifikan dan berarti untuk golf. Penghargaan ini diperkenalkan untuk pertama kalinya tahun 2012, dan Gregory menjadi sosok kelima sekaligus non-anggota PGA TOUR pertama yang menerimanya. Sebelum Gregory, Erik Compton (2013), Jarrod Lyle (2015), Gene Sauers (2017), dan Morgan Hoffman (2020) telah menerima penghargaan ini.

”D.J. telah membuat dirinya sangat disayangi oleh begitu banyak penggemar, staf, dan berbagai turnamen selama lebih dari satu dekade pada PGA TOUR dan ia menunjukkan teladan yang luar biasa untuk ketekunan dan keberanian,” ujar Komisioner PGA TOUR Jay Monahan. ”Para pemain kami menyambut D.J. selama bertahun-tahun dan terus termotivasi oleh dedikasinya untuk Walking For Kids Foundation. Kami sungguh bangga akan dampak yang ia buat dan betapa banyak jiwa yang telah ia sentuh secara positif.”

Penghargaan ini juga dilengkapi dengan kontribusi sebesar US$25.000 dari PGA TOUR kepada yayasan amal yang dipilih oleh penerimanya, yang kemudian akan disamai jumlahnya oleh Rahm, yang akan menemani Gregory berjalan pada ajang WM Phoenix Open pekan ini. Sponsor utama WM dan Thunderbirds, organisasi yang menggelar WM Phoenix Open yang, seperti halnya semua ajang PGA TOUR lainnya, telah mendukung upaya Gregory, akan menyamai jumlah US$25.000 itu untuk Walking For Kids untuk mendukung pekerjaan yang luar biasa itu.

Gregory sendiri mendirikan Walking For Kids Foundation pada akhir 2009, setahun setelah ia berjalan pada musim pertamanya pada PGA TOUR. Yayasan itu memungkinkan para pemain PGA TOUR dan penggemar golf untuk mendukung kegiatan amal untuk anak-anak ini. Saat ini Gregory telah melampaui angka penggalangan dana US$1 juta melalui yayasannya untuk mendukung lebih dari 25 kegiatan amal anak-anak, termasuk First Tee Connecticut, First Tee Greater Knoxville, First Tee Greater Kansas City, First Tee Sandhills, First Tee Central Carolina, dan First Tee Triangle.

Ketika masih kecil, dokter memberi tahu kedua orangtua Gregory bahwa ia bakal menghabiskan seumur hidupnya di kursi roda karena mengalami kelumpuhan otak. Namun, hal itu tidak membuatnya menyerah. Ia menjalani berbagai operasi, yang pada dasarnya meremukkan kakinya, dan pada akhirnya ia bisa belajar berjalan dengan tongkat. Ia mulai mencintai golf saat berusia 12 tahun, ketika mulai menyaksikan olahraga ini di TV dan menyaksikan turnamen-turnamen setempat.

”Golf butuh lebih banyak kisah hebat untuk bisa menyaingi kisah D.J. Gregory.” — Jim Nantz.

Golf pun menjadi hasratnya. Lalu tahun 2008, berkat bantuan Jim Nantz dari CBS, yang telah bertemu Gregory beberapa tahun sebelumnya dalam sebuah turnamen, Gregory memutuskan untuk mewujudkan impiannya, yaitu berjalan di seluruh Amerika dan berjalan dengan berbagai pemain pada tiap ajang PGA TOUR. Pada akhir perjalanannya pada akhir 2008, Gregory telah berjalan sejauh 1.593,25 km dan total 3.256 hole pada ajang PGA TOUR.

Menyusul musim 2008 itu, Nantz berujar, ”Golf butuh lebih banyak kisah hebat untuk bisa menyaingi kisah D.J. Gregory. Tahun 2008 itu jelas menjadi kisah yang menentukan. D.J. memberi tahu beberapa orang tentang determinasi dan keyakinannya dan visinya dan keberaniannya. Saya yakin kita semua menjadi saksi mata pada sesuatu yang kelak bakal menjadi sebuah film.”

Ujaran Nantz itu seakan menjadi semacam nubuat yang terbukti. Tiap pekan sejak 2008 itu, sejumlah pemain telah meminta Gregory untuk berjalan dengan mereka. Sebagai gantinya, para pemain itu menyumbang untuk Walking For Kids. Gregory sendiri telah berjalan dengan delapan pegolf yang kemudian menjuarai ajang PGA TOUR pada pekan itu, termasuk Ben Crane (Farmers Insurance 2010), Hunter Mahan (WGC-Dell Technologies Match Play 2012 dan Houston Open 2012), Zach Johnson (John Deere Classic 2012), Jason Day (PGA Championship 2015), Bubba Watson (WGC-Dell Technologies Match Play 2018), Cameron Champ (Fortinet Championship 2019), dan Jon Rahm (U.S. Open 2021).

Gregory telah berjalan sekitar 45-48 ajang PGA TOUR tiap tahunnya sejak 2008. Ia juga berjalan dengan para pegolf pada panggung PGA TOUR Champions dan Korn Ferry Tour. Sejak 2008, ia berjalan lebih dari 22.530 km pada ajang PGA TOUR saja, dan jarak tersebut sudah mencapai 60% dari diameter bola dunia. Ia diperkirakan telah berjalan lebih dari 42.000 hole pada ajang PGA TOUR, semua itu dengan mengingat bahwa dokter memberi tahu dirinya bahwa ia takkan bisa berjalan lagi dan harus duduk di kursi roda sepanjang hidupnya. Sebagai gambara, pemain yang telah menjalani hole terbanyak pada PGA TOUR sejak 2008 ialah Charles Howell III, dan ia sendiri hanya hampir mencapai 24.000 hole!

Dalam tahun pertamanya berjalan pada ajang PGA TOUR tahun 2008, Gregory biasa menghabiskan delapan perban di kakinya pada tiap putaran sepanjang musim. Pada tahun kedua, tubuhnya mulai beradaptasi dan kebutuhan akan perban itu akhirnya dilepas. Namun, ia masih harus mengganti tujuh pasang sepatu tiap musimnya. Ia juga mencatat berapa kali ia terjatuh dalam 15 tahun terakhir. Ia terjatuh 29 kali dalam tahun pertamanya. Sejak saat itu, jumlah tersebut berangsur-angsur berkurang. Yang membanggakan ialah pada tahun 2021 lalu ia hanya terjatuh sekali, yaitu pada ajang The RSM Classic.