Danny Masrin membukukan skor terbaik dari kubu tuan rumah dalam gelaran BNI Ciputra Golfpreneur Tournament.
Danny Masrin menuntaskan putaran pertama ajang BNI Ciputra Golfreneur Tournament di Damai Indah Golf BSD Course sebagai pegolf Indonesia terbaik. Pegolf yang telah empat kali tampil sebagai pegolf profesional Indonesia terbaik pada gelaran BNI Ciputra Golfpreneur Tournament ini menorehkan skor 5-under 67 untuk berada di posisi T8.
Danny menikmati momentum awal yang ia peroleh dari hole pertamanya. Birdie di hole 1 itu ia lanjutkan dengan birdie di hole 2, sebelum memastikan 3-under di hole 4.
”Karena sudah sering bermain di BSD Course ini tiap tahunnya, saya sudah memahami lapangan ini, jadi saya tidak perlu terlalu banyak berpikir sehingga hanya perlu fokus melakukan tiap pukulan,” jelas Dany.
”Untungnya di hole pertama saya bisa melakukan putting dengan baik (untuk birdie) demikian juga di hole 2, jadi bisa start dengan birdie-birdie. Mungkin rasa gugup yang biasa muncul pada awal permainan langsung hilang.”
Permainannya sempat tertahan oleh bogey di hole 10, namun ia memperbaiki permainannya dengan birdie dan eagle di hole 12 dan 13, sebelum kemudian bergerak ke 6-under dengan birdie di hole 16. Ia hampir saja menjadi salah satu pemain yang berada di peringkat 4, kalau saja ia tidak mendapat bogey di hole 17.
”Di hole 10 saya mendapat bogey karena sedikit kurang beruntung. Cuma saya berpikir untuk coba mengejar dan bermain under di sembilan hole terakhir, ternyata bisa melakukan beberapa pukulan approach yang bagus dan bisa masuk putt (eagle) juga. Dengan cuaca hari ini yang sangat sulit, mungkin karena angin yang kencang dan berputar, tapi secara keseluruhan, start yang bagus dan saya cukup senang,” sambung Danny lagi.

”Besok start pagi, dan biasa cuaca pagi lebih tenang, jadi saya berharap bisa melanjutkan momentum hari ini. Target saya tetap sama, tiap hari saya ingin bisa bermain di bawah 70. Target saya sebenarnya di par 3 itu main even par saja, cari ke tengah green dan dua putt, lalu di par 5 bisa agresif, dan semoga ada beberapa hole par 4 yang bisa mendapatkan birdie putt juga.”
Sementara itu, pegolf profesional Indonesia terbaik edisi 2022, George Gandranata, juga mengawali turnamen ini dengan permainan yang cukup meyakinkan. George, yang menjadi pegolf Indonesia pertama yang memenangkan ajang Asian Development Tour di luar negeri, menorehkan dua birdie di sembilan hole pertamanya, dan menambah dua birdie dengan satu bogey di sembilan hole terakhir untuk skor 69. Ia akan memainkan putaran kedua dari peringkat T23.
Adapun atlet Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), Kevin Caesario Akbar, yang pekan lalu menjuarai ajang Asian Development Tour, The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura, harus bermain dengan kondisi fisik yang tidak prima.
”Sebenarnya, putting saya hari ini terbilang bagus. Cuma kondisi saya hari ini kurang bagus karena flu dan kepala terasa berat. Saya berusaha agar bisa segera menyelesaikan pertandingan supaya bisa istirahat sehingga kondisi besok bisa lebih baik,” ujarnya.
Rekan Kevin sesama atlet CGF, Fadhli Soetarso dan Joshua Andrew Wirawan juga harus mengawali putaran pertama dengan bermain over. Keduanya sama-sama membukukan skor 73 dan untuk sementara menempati peringkat T95.
Peter Gunawan, menjadi satu-satunya atlet CGF yang bermain under pada putaran pertama. Bermain dari hole 10, Peter hanya bisa membukukan dua birdie, namun juga mencatatkan dua bogey sehingga hanya menorehkan even par di sembilan hole pertama.

Kartu skornya kemudian berubah menjadi 1-over lantaran mendapat bogey di hole 3 par 3. Akan tetapi, ia berhasil memperbaiki permainannya dan menorehkan birdie di hole 6 dan 8 untuk skor 71 dan menjadi salah satu dari 15 pemain yang berada di peringkat 53.
”Saya lumayan telat mendapatkan momentum karena sepanjang permainan hari ini saya bermain over par. Baru di beberapa hole terakhir saya bisa mendapat birdie dan di hole sembilan (hole terakhir) sayangnya putt birdie saya meleset, tapi hari ini memang susah sekali mendapatkan momentum, anginnya sangat kencang dan kondisi di BSD Course hari ini lumayan susah,” tutur pegolf yang pekan ini ditemani oleh kedi profesional asal Malaysia.
”Green-nya lumayan keras, tidak sereseptif biasanya, dan kecepatan green juga lumayan licin juga, dan beruntung posisi pin-nya sebagian besar cukup bersahabat sehingga memungkinkan untuk bermain agresif di beberapa hole. Cuma saya juga tidak mau bermain terlalu agresif untuk menghindari kesalahan yang tidak perlu. Dalam kondisi angin seperti ini sebaiknya memang bermain aman.”
Setelah bermain siang hari pada hari pertama, pegolf yang baru saja menjuarai gelar profesionalnya pada Indonesian Tourism Golf Pro Series di Labersa Golf, Riau belum lama ini akan memainkan putaran keduanya pada pagi hari.
”Beberapa hole pertama saya pasti akan bermain lebih pasif karena pagi-pagi seperti itu kondisi otot masih belum hangat, kondisi green juga masih ada embun, chipping juga beda, jadi hampir pasti saya akan main lumayan pasif di beberapa hole pertama, kalau bisa dapat birdie ya bersyukur, kalau tidak ya kita lanjut terus mungkin di sembilan hole kedua baru saya akan lihat apakah bisa menyerang pin atau tidak,” sambungnya.
Para pegolf Indonesia ini akan berusaha untuk memperbaiki posisinya pada putaran kedua dan mengejar pegolf Thailand, Jakraphan Premsirigorn, yang melejit ke puncak klasemen dengan torehan 8-under 64 berkat torehan delapan birdie dan tanpa bogey.


