Jakarta Golf Club (JGC) mempertegas komitmennya untuk terus mendukung golf profesional lewat Jakarta Golf Club Championship.

Jakarta Golf Club kembali mempertegas komitmennya untuk mendukung perkembangan olahraga golf lewat gelaran Jakarta Golf Club Championship. Turnamen yang baru saja selesai dan dimenangkan oleh Jonathan Wijono ini menjadi turnamen pertama bagi para pegolf profesional Indonesia dan diadakan pada saat yang tepat, menjelang rangkaian turnamen Asian Development Tour dan Asian Tour pada bulan Agustus ini.

Ketua Jakarta Golf Club Ramli Ibrahim mengungkapkan bahwa gelaran Jakarta Golf Club Championship ini bukanlah ajang yang sekonyong-konyong mereka selenggarakan. Bahkan turnamen profesional ini menjadi yang keempat yang mereka gelar dalam empat tahun terakhir.

”Ajang ini sudah menjadi agenda tahunan bagi Jakarta Golf Club, dan ini adalah yang keempat kalinya kami adakan,” ujar Ramli. ”Harapan kami, dan ini sudah merupakan komitmen kami, setiap tahun akan kita adakan turnamen semacam ini.

”Penyelenggaraan turnamen ini memang ada latar belakangnya. Kegiatan ini menjadi perwujudan amanah dari Anggaran Dasar Jakarta Golf Club sebagai perkumpulan yang nirlaba, dalam rangka pembinaan olahraga golf.”

 

Ramli Ibrahim dan Jonathan Wijono, Jakarta Golf Club Championship.
Ramli Ibrahim (kiri) menandatangani cek raksasa senilai Rp32 juta sebagai hadiah uang bagi Jonathan Wijono. Foto: GolfinStyle.

 

Ramli mengaku gembira melihat pekan ini ada 124 peserta yang tercatat mengikuti Jakarta Golf Club Championship ini. Dari jumlah ini, 19 di antaranya berstatus amatir, sedangkan 105 berstatus pegolf profesional.

”Dan hari ini kita semua menyaksikan apa yang terjadi di lapangan, ada play-off, dan kalau tidak salah ini merupakan play-off kedua sejak turnamen seperti ini kami adakan,” sambung Ramli, mengacu pada edisi 2023 ketika Rory Hie berduel dengan Benita Kasiadi.

Beliau pun turut memuji penampilan Gabriel Hansel Hari, yang memimpin klasemen dalam dua putaran dan nyaris meraih kemenangan dalam debut profesionalnya.

Terlepas dari prestasi tersebut, makin seringnya kompetisi berlevel tinggi seperti ini turut membuat banyak peserta makin memahami strategi memainkan Jakarta Golf Club. Hingga akhir kompetisi, tercatat lima pegolf mampu menorehkan skor under.