Cameron Davis mewujudkan gelar PGA TOUR pertama dalam kariernya lewat partai play-off lima hole pada Rocket Mortgage Classic.

”Prestasi itu bakal menjadi sesuatu yang sudah saya kerjakan sepanjang hidup saya, jadi pasti akan menjadi spesial. Saya hanya harus berusaha dan melakukan tugas saya dan semoga, bisa keluar di sisi yang saya inginkan.”

Begitulah komentar Cameron Davis ketika ia menghadapi pertanyaan kemungkinan ia keluar sebagai juara Rocket Mortgage Classic. Pada akhir putaran ketiga itu, pegolf Australia ini hanya berjarak satu stroke dari pimpinan klasemen Troy Merritt dan Joaquin Niemann, berkat enam birdie yang memberinya skor 67. Dan dalam 18 hole terakhir, ia tak hanya memaksakan play-off menegangkan, tapi juga akhirnya membuatnya keluar di sisi pemenang.

Pada putaran final kemarin, Davis menunjukkan perjuangan luar biasa untuk meraih kemenangan pertamanya ini. Setelah harus menunggu hingga hole 4 untuk mendapatkan birdie, ia harus mendapat bogey di hole 9, yang membuat persaingan di papan atas menjadi kian seru.

Niemann sempat memegang keunggulan sendirian setelah bermain 1-under di sembilan hole pertama, namun Merritt dan Davis seakan mendapatkan energi baru di sembilan hole terakhir. Merritt membukukan lima birdie dengan sebuah bogey, sementara Davis menciptakan empat birdie, sebuah eagle, dan sebuah bogey, yang cukup baginya untuk kembali menorehkan skor 67 dan memaksakan play-off, setelah sama-sama mencatatkan skor total 18-under 270.

 

 

Niemann yang hanya menambah tiga birdie di sembilan hole terakhir itu juga memastikan melanjutkan persaingan ke hole tambahan. Sayangnya, ia menjadi satu-satunya yang mencatatkan bogey di hole ekstra, yang dimainkan di hole 18 itu.

Tidak ada yang mengira kalau Rocket Mortgage Classic pekan ini menjadi babak play-off lanjutan setelah sepekan sebelumnya pada Travelers Championship delapan hole tambahan harus dimainkan untuk memastikan pemenang. Merritt dan Davis terus saling mengimbangi di tiga hole berikutnya. Namun, ketika keduanya kembali ke hole 15, Davis memastikan meraih birdie untuk meraih gelar PGA TOUR pertama dalam kariernya.

”Kemenangan ini masih terasa seperti bukan sungguhan buat saya. Memang sebelumnya saya pernah berada dalam posisi bersaing, namun ketika akhirnya bisa mewujudkan kemenangan seperti ini, rasanya sungguh luar biasa,” tutur pegolf berusia 26 tahun ini dalam keterangan persnya.

”Sejujurnya, emosi yang saya rasakan ketika memainkan play-off ini cukup sama dengan ketika memainkan hole-hole terakhir. Saya mendapat kesan bahwa saat ini saya bisa melakukan pukulan yang bagus dan memasukkan putt untuk birdie kalau mau menang dan terus memberi kesempatan pada diri sendiri. Ada beberapa putt bagus yang saya lakukan, tapi ada juga yang kurang bagus, tapi ada banyak kesempatan dan saya bisa melakukan sejumlah pukulan berkualitas dalam kondisi yang dibutuhkan dan saya bangga melihat hasilnya.”

Salah satu sorotan dalam permainannya kali ini jelas eagle yang ia lakukan dari bunker di hole 17.

”(Pukulan bunker) itulah yang menjadi alasan mengapa saya bisa duduk di sini (sebagai juara). Sejujurnya, saya tidak membayangkan untuk memasukkannya, …” — Cameron Davis.

”(Pukulan) itulah yang menjadi alasan mengapa saya bisa duduk di sini (sebagai juara). Sejujurnya, saya tidak membayangkan untuk memasukkannya, saya hanya berusaha menentukan spot (jatuhnya bola) dan melakukan pukulan bunker sebaik mungkin dan satu pukulan itu malah terjadi dengan sangat baik. Namun, bahkan setelah pukulan tersebut saya masih tidak cukup yakin terhadap posisi saya dalam turnamen ini,” jelas pegolf yang mencatatkan finis di tempat ketiga pada The American Express sebagai prestasi terbaiknya sebelum meraih kemenangan pekan ini.

Dengan kemenangannya ini, Davis menjadi pegolf non-Amerika pertama yang menjuarai turnamen yang mulai dipertandingkan pada tahun 2019 ini. Gelar perdananya ini sekaligus membawanya ke peringkat 34 pada klasemen FedExCup. Ia juga menjadi pemain ketujuh yang sukses meraih gelar perdananya pada musim 2020-2021 ini. Prestasi serupa sebelumnya telah diraih oleh Jason Kokrak (THE CJ CUP @ SHADOW CREEK), Carlos Otiz (Vivint Houston Open), Joel Dahmen (Corales Puntacana Resort & Club Championship), Sam Burns (Valspar Championship), Lee Kyounghoon (AT&T Byron Nelson), dan Garrick Higgo (Palmetto Championship at Congaree).

Kemenangan Davis ini seakan melengkapi prestasi rekan senegaranya yang juga meraih kemenangan di kancah European Tour. Lucas Herbert memastikan gelar Eureopan Tour keduanya dengan kemenangannya pada Dubai Duty Free Irish Open. Sehari sebelumnya, pegolf Australia lainnya, Stephanie Kyriacou juga memenangkan gelar Ladies European Tour pertama pada ajang Big Green Egg Open.

Prestasi terbaik dari wakil Asia pekan itu diraih oleh Im Sungjae. Pegolf Korea ini menorehkan skor total 15-under 273, menyusul skor 67 yang ia torehkan pada putaran final kemarin (4/7). Sementara Anirban Lahiri mencatatkan finis T52 dengan skor total 281. Wakil Asia lainnya yang berhasil bermain penuh sepanjang pekan ialah Kim Siwoo (T58), Kang Sung (T74), dan An Byeonghun (76).

Hideki Matsuyama sendiri harus mundur setelah membukukan skor 70 pada putaran pertama lantaran positif terpapar COVID-19.