Justin De Los Santos mencatatkan finis terbaiknya selama mengikuti ajang Japan Golf Tour Organization usai mengakhiri For The Players By The Players di peringkat ke-3.
Sembilan poin yang dibukukan oleh Justin De Los Santos pada putaran final For The Players By The Players hari Minggu (9/10) ini memberinya finis terbaik selama berkiprah pada Japan Golf Tour Organization (JGTO). Sebelumnya, prestasi pegolf yang berdomisili di Los Angeles ini ialah peringkat ke-4 pada ajang The Gateway to The Open Mizuno Open pada bulan Mei. Namun, 9 poin yang ia raih hari ini memberinya total 32 poin untuk finis sendirian di tempat ketiga.
For The Players By The Players merupakan turnamen yang baru pertama kali digelar dan menggunakan format Stableford. Dalam format permainan ini, para pemain akan mendapatkan 8 poin jika menorehkan albatros, 5 poin jika meraih eagle, dan 2 poin untuk birdie. Sebaliknya, poin mereka akan berkurang satu poin jika mendapat bogey dan berkurang 3 poin jika mendapat double bogey atau lebih buruk. Turnamen profesional dengan format ini terakhir digelar tahun 1998.
Pada putaran final tersebut, De Los Santos mencatatkan lima birdie, termasuk dua birdie di empat hole terakhirnya, dengan satu bogey sehingga meraih 9 poin tambahan dan finis tiga posisi lebih baik ketimbang ketika memulai putaran final. Dengan pencapaiannya kali ini, De Los Santos telah empat kali menembus sepuluh besar pada musim ini, yang turut memberinya keyakinan untuk meraih status sebagai pemain penuh untuk musim depan.
”Sepertinya saya bisa bermain dengan baik lebih awal, tapi akhirnya malah driver saya sedikit meleset dan tidak memberi banyak peluang untuk meraih birdie di sembilan hole terakhir,” tutur pegolf berusia 27 tahun yang kini menempati peringkat 24 pada daftar peraih hadiah uang musim ini.
”Saya berharap bisa lebih meramaikan persaingan, tapi secara keseluruhan, pekan ini berjalan dengan baik dan saya puas dengan hasilnya. Selalu menyenangkan bisa finis di lima besar dan keren bisa melakukannya pada turnamen yang berfokus pada para pemainnya ini.
”Pekan ini sebenarnya pekan yang penting buat saya. Meski belum sepenuhnya pasti, tapi saya pikir saya bisa mengikuti ajang Heiwa PGM Championship (ajang yang hanya terbatas untuk 96 pemain dan akan bergulir dalam dua pekan ke depan) dan turnamen-turnamen pada sisa musim ini, termasuk mendapatkan status penuh untuk musim depan.”

Sorotan juga layak diberikan kepada Juara JGTO Money Ranking 2021 Chan Kim. Setelah nyaris gagal lolos cut, ia berhasil menuntaskan pekan ini dengan menempati peringkat 6. Kim mengumpulkan 10 poin setelah mendapat enam birdie dan dua bogey. Ia sukses menuntaskan turnamen ini dengan total 30 poin.
”Saya hanya bisa meraih 2 poin dalam 27 hole pertama dan setelah 36 hole saya hanya mendapatkan 6 poin. Jadi, bisa finis dengan 30 poin, saya sebenarnya bermain dengan sangat baik dalam dua hari terakhir,” tutur pegolf berkewarganegaraan Amerika ini. ”Dalam dua putaran pertama saya bermain seperti turnamen biasa dan dalam dua putaran terakhir saya memutuskan bermain seagresif mungkin. Strategi itu justru berhasil. Format ini keren juga untuk dimainkan.”
Rekan senegaranya, Han Lee, akhirnya mengemas 25 poin untuk menjadi pegolf internasional terbaik ketiga, diikuti Juara Indonesia Open 2010 Michael Hendry asal Selandia baru yang finis di posisi T17 dengan 24 poin.
Turnamen ini akhirnya menjadi milik Shintaro Kobayashi. Ia hanya membutuhkan 8 poin untuk bisa menjadi pemenang pertama dari turnamen ini. Skor tersebut membuatnya meraih keunggulan lima poin dari Ryuichi Oiwa.
Pada 18 hole terakhir itu, Kobayashi mengemas lima birdie dengan dua bogey untuk menuntaskan pekan di The Raysum ini dengan skor total 41 poin. Gelar pekan ini sekaligus menjadi gelar perdananya selama berkiprah pada JGTO.
”Butuh 14 tahun sampai saya bisa meraih gelar pertama saya pada Japan Golf Tour. Bisakah Anda membayangkan betapa bahagianya saya? Saya ingin berterima kasih kepada istri dan keluarga, juga semua orang yang telah mendukung saya dalam perjalanan golf saya,” tutur pegolf berusia 36 tahun ini.
”Saya ingin merayakan kemenangan ini dengan Tn. Iwai, yang merupakan gubernur Kota Annaka malam ini. Mereka mengadakan festival Annaka di pusat kota dan festival itu akan menjadi pesta besar!”


