Lee Kyounghoon dan Satoshi Kodaira masih mempertahankan peluang mereka setelah memperbaiki posisi masing-masing pada akhir putaran ketiga Travelers Championship.
Bintang golf asal Korea Lee Kyounghoon memperlihatkan keteguhannya untuk mempertahankan posisi bersaing. Pada putaran ketiga Travelers Championship kemarin (26/6), ia berjuang keras untuk mencatatkan skor 1-under 69 yang membuatnya tetap berjarak dua stroke dari dua pimpinan klasemen, Kramer Hickok dan Bubba Watson.
Salah satu pimpinan klasemen pada putaran pertama Satoshi Kodaira juga menunjukkan perjuangan yang luar biasa. Ia mencatatkan skor 68, di antaranya berkat empat birdie yang ia torehkan, untuk berada satu stroke di belakang rekan Asianya itu. Perjuangan kedua pemain ini memberi peluang yang bagus dalam upaya masing-masing meraih kemenangan PGA TOUR kedua.
Tiga bogey berturut-turut dari hole 3 sempat menahan langkah Lee. Namun, ia berhasil bangkit dengan birdie di hole 7, 10, 13, dan 18 untuk membawanya ke peringkat T6. Dua birdie pertama ia raih dari jarak sekitar 6 meter. Sedangkan dua birdie terakhir ia troehkan dari jarak kurang dari 2 meter. Lee sadar bahwa performa putter-nya harus benar-benar tajam jika ingin memperbesar peluangnya meraih gelar kedua, sebulan setelah memenangkan AT&T Byron Nelson.
”Hari yang berat,” ujar pegolf berusia 29 tahun ini. ”Saya mengawalinya dengan tiga bogey dan membuat putaran kali ini terasa lebih berat. Saya berusaha berpikir positif dan menjaga fokus di sembilan hole terakhir. Untungnya rencana itu berjalan dengan baik. Bagus juga bisa finis 1-under dan masih berpeluang untuk menang. Saya bersemangat menghadapinya.”
Dalam 18 hole ketiganya pekan ini, pukulannya berhasil mencapai 11 fairway dan 15 green in regulation, yang menempatkannya di peringkat teratas untuk kategori Strokes Gained: Tee to Green sepanjang tiga putaran. Sayangnya untuk kategori putting ia hanya berada di posisi 61. Angin yang berputar di TPC River Highlands juga membuatnya terlena. Toh ia sadar pentingnya mempertahankan permainan untuk putaran final hari ini.
”Angin akan menjadi kuncinya. Hari ini (kemarin) angin banyak berembus sehingga sulit untuk mengendalikan bola. Saya pikir orang yang bisa tetap tenang, menunggu, dan menjaga fokusnya sampai mendapat kesempatan pada akhirnya akan memenangkan ajang ini,” imbuhnya.
Putaran ketiga kemarin sekaligus menjadi momen kebangkitan bagi Kodaira. Setelah menyamai rekor skor terendah dalam kariernya dengan mencatatkan skor 63 pada putaran pertama, pemegang satu gelar PGA TOUR ini mencatatkan skor 2-under untuk memberinya peluang meraih kemenangan keduanya sejak RBC Heritage 2018. Uniknya, sejak kemenangan tersebut, belum sekali pun ia menembus sepuluh besar. Dengan skor total 7-under 203, Kodaira kini menempati peringkat 9 bersama tujuh pemain lain, termasuk Dustin Johnson dan Bryson DeChambeau.
Adapun Hickok harus mengakhiri permainannya kemarin dengan dua bogey dan harus puas dengan skor 68. Skor total 10-under 200 itu memberinya peluang untuk meraih gelar PGA TOUR pertamanya. Sementara Watson, menyamai torehan Hickok tersebut dan berpeluang meraih gelar Travelers Championship keempat, sekaligus gelar ke-13 dalam kariernya.
”Dalam tahapan karier saya, jika berpeluang untuk menang saya akan berusaha meraihnya. Itulah kuncinya. Saya tidak bakal khawatir soal tempat ketiga atau keempat. Saya akan berusaha memenangkannya jika mungkin dan tidak akan mengubah apa-apa. Saya sudah memainkan lapangan ini dengan cukup baik selama bertahun-tahun, dan target saya ialah membuat birdie sebanyak mungkin,” ujar Watson, pemegang dua gelar Masters Tournament.
Bagi Hickok, inilah pertama kalinya ia menjadi pimpinan atau salah satu pimpinan klasemen pada sebuah ajang PGA TOUR setelah memainkan 54 hole. Ia bisa mengikuti jejak Mackenzie Hughes (2016), Adam Hadwin (2017), dan Aaron Wise (2018) sebagai pemain yang meraih kemenangan pada Mackenzie Tour-PGA TOUR Canada, Korn Ferry Tour, dan PGA TOUR.
”Hanya dengan berada di posisi sekarang ini, saya berusaha untuk mengingat kembali bagaimana rasanya (di posisi serupa) pada Korn Ferry Tour dan Mackenzie Tour. Sudah jelas yang ini merupakan panggung yang lebih besar, tapi saya hanya akan turun ke lapangan dan bermain golf, dan saya bisa menampilkan permainan terbaik jika saya rileks,” tegas Hickok.


