Bagaimana kemenangan pada Indonesian Tourism Golf Pro Series ke-15 di Royale Jakarta Golf Club membantu Kevin Caesario Akbar melangkah ke level yang lebih tinggi lagi?

Gelar domestik mungkin terkesan tidak seistimewa gelar regional. Namun, kemenangan pertama Kevin Caesario Akbar pada sirkuit Indonesian Tourism Golf Pro Series (ITGPS) ke-15 yang berlangsung di Royale Jakarta Golf Club, 19-21 September pekan lalu mendapatkan tempat yang penting dalam kariernya.

Bagaimana Kevin Memainkan 54 Hole di Royale Jakarta Golf Club
Meski bermain dalam kombinasi lapangan North-South, yang notabene berbeda dengan ketika ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bermain penuh empat putaran pada Indonesian Masters 2022, bisa kembali ke Royale Jakarta Golf Club cukup memberi energi tambahan baginya.

Skor 4-under 68 dan tanpa bogey memberinya awal yang meyakinkan, meskipun pada akhir putaran pertama itu ia harus berada di tempat kedua. Rory Hie, yang baru mengangkat trofi sepekan sebelumnya pada Seri 14 di Karawang, melanjutkan momentum tersebut dengan mengemas 5-under 67.

 

Syukrizal, Round 3 ITGPS 15 Royale Jakarta.
Triple bogey di hole 18 membuat Syukrizal harus puas finis di posisi ketiga dengan skor total even par 216. Foto: Yongki Hermawan.

 

Permainannya pada hari kedua memang sempat terganggu oleh tantangan angin, namun dengan hanya bermain 1-over 73, ia tampil sebagai penguasa klasemen pada akhir putaran kedua. Permainannya tiga stroke lebih baik daripada Rory yang justru harus mendapat skor 76.

”Sebenarnya, bermain plus satu (73) pada hari kedua itu sudah bagus karena saya harus melakukan banyak scrambling, masih bisa mengamankan par, chipping juga bagus,” tutur Kevin. ”Cuma memang anginnya cukup kencang dari awal permainan sampai akhir. ”

Namun, skor 73 itu cukup memberi ruang untuk pegolf lainnya, seperti Indra Hermawan (70) dan Syukrizal (72) mendekati Kevin. Masing-masing terpaut satu dan dua stroke, yang sekaligus siap menciptakan drama pada hari terakhir.

Drama memang terjadi, namun Kevin melakukan sejumlah penyelamatan untuk menjaga peluangnya. Bogey di hole 3 yang membuka peluang bagi para pesaingnya berhasil ia atasi dengan birdie di hole 5 dan 9. Ia bahkan kembali memperbesar jarak berkat birdie ketiganya di hole 11 par 3 (hole 2 South).

Akan tetapi, dua petaka terjadi di hole 13 dan 16. Setelah bolanya tertanam di bunker dan ia harus membuang satu stroke untuk mengeluarkan bola dan harus rela mendapat bogey di hole 13 itu. Lalu di hole 16, untuk pertama kalinya dalam karier golfnya, pukulan approach-nya menghantam bola Indra Hermawan. Chipping yang ia lakukan di sana menyisakan jarak sekitar semeter, yang sayangnya gagal ia maksimalkan sehingga harus mencatatkan bogey ketiganya pada hari itu.

 

Rory Hie, Round 3 ITGPS 15 Royale Jakarta.
Rory Hie melanjutkan momentum kemenangannya di Karawang dengan finis di tempat kedua pada ITGPS ke-15 di Royale Jakarta Golf Club. Foto: Yongki Hermawan.

 

Meski keunggulannya terpangkas dan kini berbagi skor total 3-under dengan Syukrizal, Kevin mengaku insiden di hole 16 itu membuatnya bermain lebih tenang lagi. Perubahan suasana hati itu terbukti krusial karena di hole 17 ia berhasil memasukkan chipping-nya dari jarak sekitar 30 meter.

”Saya tidak terpikir bisa menang sampai hole 17. Bola Bang Syukrizal nempel di green, mungkin sekitar 3 meter, tapi masih ada peluang birdie. Lalu saya melakukan chip sekitar 30 meter yang ternyata berhasil masuk, saya pikir bisa menang nih!” tutur Kevin lagi. ”Di hole terakhir yang penting melakukan tee off dengan aman saja.”

Melangkah ke hole terakhir, Syukrizal, yang berusaha bermain agresif, justru harus tersandung dan menuntaskan hole 18 itu dengan delapan pukulan dan menuntaskan permainan dengan skor 73. Alhasil, ia harus puas finis sendirian di tempat ketiga, satu stroke di belakang Rory yang bermain even par dan mengumpulkan skor total 1-under 215.

Sementara itu, Kevin berhasil mengamankan par di hole terakhirnya untuk memastikan gelar ITGPS pertamanya. Dengan total 10 birdie dan 6 bogey dalam 54 hole, ia mengemas skor total 4-under 212, tiga stroke lebih baik daripada Rory.

Menatap Asian Development Tour
Kemenangan ini jelas menjadi persiapan yang sangat baik menjelang rangkaian tiga turnamen Asian Development Tour yang kembali digelar di Indonesia (OB Golf Championship, 27-29 September di Gunung Geulis Country Club; OB Golf Invitational presented by Sentul Highlands Golf Club, 4-6 Oktober di Sentul Highlands; dan The 2nd Indo Masters Golf Invitational presented by TNE, 11-13 Oktober di Imperial Klub Golf).

 

Patricia Sinolungan, Round 3 ITGPS 15 Royale Jakarta.
Patricia Sinolungan menjadi yang terbaik di antara lima pegolf wanita yang ikut berkompetisi pada ITGPS ke-15. Foto: Yongki Hermawan.

 

”Minggu ini short game saya bagus, putting juga bagus meskipun masih bisa ditingkatkan lagi, tapi short game sedang tajam, dan driver juga lumayan,” ujarnya, ”Cuma iron-nya yang mungkin harus saya tingkatkan, soalnya tidak sebagus ketika menang ADT di Gunung Geulis sebelumnya, waktu itu permainan iron saya bagus sekali.”

Sejak mengadopsi pola pikir holiday mindset atau pola pikir liburan, Kevin memang terlihat bermain lebih lepas. Sejak berhasil menerapkan pola pikir demikian pada Indonesian Masters tahun lalu, ia berhasil mengemas sejumlah penampilan solid.

Pada Indonesia Open lalu, misalnya, ia berhasil memperbaiki catatan penampilannya dengan skor total 5-under 283, skor terbaiknya selama mengikuti turnamen tertua di Indonesia itu. Setelah menjuarai The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura bulan lalu, Kevin juga berhasil lolos cut dalam debutnya di Vietnam pada BRG Open Golf Championship Da Nang.

Satu-satunya kekecewaannya sejauh ini mungkin kegagalannya bermain penuh pada ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament, mengingat ajang tersebut merupakan turnamen yang digelar oleh sponsornya, Ciputra Golfpreneur Foundation.

”Memang ada beberapa minggu yang kalau dilihat skornya, hasilnya kurang bagus, tapi saya pikir itu sudah yang terbaik,” jelas Kevin lagi.

 

Kevin Caesario Akbar dan sang ayah Yudi Mahriadi, Round 3 ITGPS 15 Royale Jakarta.
Kevin Caesario Akbar merayakan kemenangan pertama pada ITGPS bersama sang ayah, Yudi Mahriadi. Foto: GolfinStyle.

 

Ia juga menegaskan bahwa mentalitas permainannya saat ini bukan berarti ia tidak mengejar hasil terbaik.

”Se-holiday-holiday-nya, tidak mungkin kita asal bermain, pasti ingin mendapatkan hasil yang bagus juga. Misalkan, dalam holiday mindset, kalau sudah yakin pakai 9-iron, pin di pinggir bunker atau pinggir kolam, saya tahu statistik 9-iron saya mungkin 90% menempel di green, kenapa tidak main berdasarkan statistik saja?” tegasnya.

Dengan posisinya di peringkat kedua Order of Merit ADT, tiga turnamen di Indonesia dalam tiga pekan ke depan juga menjadi krusial baginya. Apalagi dengan total US$22.499, ia hanya unggul US$2.066 dari pegolf Thailand Pattaraphol Khanthacha, US$2.335,65 dari pegolf Thailand lainnya Chang-Tai Sudsom, dan US$2.353,17 dari Aaron Wilkin asal Australia.

Pegolf India Yuvraj Singh Sandhu memimpin Order of Merit dengan US$25.762,50 atau US$3.263,50 dari Kevin.

Meski mereka yang finis di sepuluh besar pada akhir musim kompetisi berhak mendapatkan kartu Asian Tour, bisa berada di jajaran atas, apalagi menjuarai Order of Merit ADT jelas akan memberi status yang lebih baik bagi Kevin untuk berkiprah di sirkuit utama Asia tersebut.