Bagaimana pemegang 13 gelar PGA TOUR menjadi juara di Harbor Town, plus cara melakukan pukulan seperti yang ia lakukan.

Oleh Chris Cox/PGA TOUR.

Jordan Spieth sepertinya memang menyukai pukulan-pukulan bunker penentu. Yang paling terkenal, sudah pasti, sedemikian terkenalnya ketika ia memasukkan pukulan bunker dari samping green pada ajang Travelers Championship 2017 untuk mengalahkan Daniel Berger. Jika Anda telah menyaksikan tayangan golf dalam lima tahun terakhir, tak diragukan lagi Anda telah menyaksikan sorotan luar biasa itu, setidaknya sekali, atau malah ratusan kali, sampai saat ini.

Pemegang 13 gelar PGA TOUR itu telah menambah satu pukulan bunker kemenangan lagi pada bulan April lalu, lewat ajang RBC Heritage. Kala itu ia melakukan pukulan dari jarak 16,8 meter dan membuat bola berhenti hanya 7 inchi dari lubang pada hole play-off pertama. Pukulan itu membantunya mengalahkan Patrick Cantlay dan memberinya gelar kedua secara berturut-turut pada hari Minggu Paskah. Skor 66 Spieth pada putaran final itu sudah cukup untuk memaksakan hole tambahan, sebagian dibantu oleh pukulan bunker yang berhasil ia masukkan di hole 2 par 5.

”Saya perlu melakukan banyak hal dengan tepat,” ujar Spieth. ”Saya perlu mendapat birdie di hole 18 lalu butuh beberapa bantuan, mendapat beberapa bantuan, menghindari beberapa kendala, dan akhirnya bisa play-off satu lawan satu di mana posisi bola saya di bunker, meski tidak begitu bagus, jelas lebih baik daripada bola Patrick.

Jika sikap rendah hatinya membuat Spieth tidak ingin menonjolkan pukulan amestronya dari bunker, Todd Anderson jelas bisa melakukannya. Direktur Instruksi PGA TOUR Performance Center di TPC Sawgrass, rumah THE PLAYERS Championship, tidak bakal menyisakan detail dari kondisi mengerikan yang berhasil Spieth atasi untuk kemudian meraih kemenangan.

”Bolanya sangat dekat dengan bibir bunker, yang membuatnya harus berdiri di luar (bunker), jadi ia memiliki dua hal yang sangat berat agar bisa melakukan pukulan yang bagus,” jelas Andersoon. ”Tapi ia menggunakan waktunya untuk melakukan set-up dan berusaha untuk mendapatkan kuda-kuda yang baik di mana ia bisa menjaga keseimbangan dan mengayunkan club-nya ke pasir.”

 

Spieth melakukan pukulan sekitar dua inchi di belakang bola untuk mengeluarkan bola ke arah green. Foto: Kevin C. Cox/Getty Images.

 

Mencari kuda-kuda yang sempurna untuk posisi bola yang Spieth hadapi jelas bukan perkara gampang. Ketika berdiri di luar bunker, bola biasanya berada di bawah kaki, yang justru menyulitkan club untuk menjangkau pasir. ”Posisi itu tidak seperti berdiri di permukaan yang sejajar,” imbuh Anderson.

Dengan tidak adanya pijakan dan bola berada di dekat bibir bunker, Spieth harus mencari cara membuat tubuhnya serendah mungkin agar bisa memukul di belakang bola. Pemegang tiga gelar Major ini menempatkan kaki kirinya lebih tinggi daripada kaki kanan, membuatnya lebih lentur di sisi kiri ketimbang sisi kanan. Dengan demikian, ia bisa lebih mudah menjangkau pasir.

”Ia memainkan bola lebih ke belakang daripada jika ia memainkan posisi bola yang normal,” tambah Anderson lagi. ”Anda bisa melihat bola itu hampir seperti mengarah ke kaki kanan, jadi itu sebabnya ia membungkuk dan berusaha agar lebih memiliki fleksibilitas. Ketika menurunkan badan, Anda akan terbantu untuk memukul persis di belakang bola.”

Meskipun kondisinya menyulitkan untuk melakukan pukulan, Spieth masih bisa melakukan swing dari landasan yang stabil, mengokang club ke atas dengan cepat saat backswing, sebelum memukul ke pasir dengan agresif. Meski tahu pukulannya akan mengarahkan club ke bibir bunker, pegolf asal Texas ini masih mempercepat laju club-nya ke pasir dan membiarkan ujung bunker menghentikan club-nya.

”Yang biasanya dilakukan orang lain,” jelas Anderson lagi, ”ialah takut memukul pinggir bunker, jadi mereka akan mengurangi kecepatan pukulan sampai berhenti. Ia melakukan lebih jauh dan menjatuhkan club ke pasir dan memastikan ia memiliki tenaga yang cukup untuk mengeluarkan bola dari bibir dan menuju atas green, dan kemudian membiarkan bola ke arah lubang.”

 

Kuncinya adalah tetap menjaga clubface tetap terbuka selama melakukan downswing dan memukul dua inchi di belakang bola. Foto: Kevin C. Cox/Getty Images.

 

Bagi kebanyakan pemain, rasio 2 banding 1 (tangan lembut 3 banding 1) dalam bunker sering kali berhasil dengan baik. Jika Anda berusaha melakukan pukulan bunker sejauh 27 meter, Anda bakal melakukan swing untuk 54 meter. Dalam kondisi khusus ini, Spieth membuat swing untuk 54 meter sehingga ia melakukan akselerasi menurun ke pasir. ”Hal itu memungkinkan club menyelimuti pasir di sekitar dan di bawah bole untuk mengeluarkannya, dan ia mendapati arah bola yang ingina ia tuju dan bagaimana bolanya kemudian bergulir ke atas green,” ujar Anderson lagi. ”Ia tinggal mempercayainya dan melakukannya.”

”Selimut pasir” itu menjadi salah satu aspek kritis dari pukulan bunker yang para pemula mesti selalu ingat, yaitu berfokus memukul ke pasir dan bukannya memukul bolanya. Saran Anderson bagi pemain ialah membayangkan bola berada di tengah area oval, lalu coba memindahkan pasir dua inchi di belakang bola. Selimut pasir itulah yang akan mengeluarkan bola dari bunker—kalau pasir tidak keluar dari bunker, bolanya juga mungkin tidak akan keluar.

”Ia juga memastikan club face tetap terbuka saat memukul pasir sehingga bola bisa terciprat keluar,” imbuh Anderson. ”Jika Anda menutup face, clubhead bakal menggali pasir dan bola takkan melompat cukup tinggi, jadi ia mempertahankan face-nya terbuka untuk menambah loft agar bisa memanfaatkan pasir untuk menggerakkan dan mengeluarkan bola.”

Ringkasnya, turunkan tubuh secukupnya sampai pada posisi Anda bisa memukul di belakang bola. Swing dari landasan yang stabil, kokang club ke atas dengan lebih cepat, percepat downswing ke pasir dengan perbandingan kecepatan 2 banding 1. Pukul sekitar 2 inchi dari belakang bola dengan club face terbuka, lalu lihatlah bagaimana bola terciprat keluar dari bunker dan mengarah ke lubang. Persis seperti yang Jordan Spieth lakukan.

 

Todd Anderson, Direktur Instruksi di TPC Sawgrass, melatih kliennya di TPC Sawgrass, Ponte Vedra Beach, Florida. Foto: Stan Badz/PGA TOUR.

Todd Anderson menjabat Direktur Instruksi pada PGA TOUR Performance Center di TPC Sawgrass, rumah dari THE PLAYERS Championship. National PGA Teacher of the Year 2010 ini telah melihat murid-muridnya mengemas lebih dari 50 kemenangan PGA TOUR dan Korn Ferry Tour, termasuk dua gelar FedExCup. Saat ini ia dinilai sebagai 20 instruktor golf teratas di Amerika Serikat oleh Golf Digest.