Bubba Watson dan Phachara Khongwatmai memastikan dua keluarga mendapat rumah yang layak huni setelah menciptakan hole-in-one pada putaran ketiga BNI Indonesian Masters 2024.
Biasanya para pegolf yang sukses memasukkan bola dalam satu pukulan di hole par 3, atau yang lazim disebut hole-in-one, akan bersorak gembira lantaran mendapat hadiah tertentu. Akan tetapi, pada BNI Indonesian Masters 2024 kali ini, pegolf yang melakukan hole-in-one bisa membawa pulang kebahagiaan lantaran pukulan ajaibnya menghadirkan kebaikan bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Itulah yang terjadi pada hari Sabtu (2/11). Tidak hanya satu, tetapi dua hole-in-one tercipta dalam satu putaran dan di hole yang sama. Hole 11 di Royale Jakarta Golf Club menjadi hole yang menyediakan hadiah berupa rumah layak huni, tetapi bukan kepada peraihnya, melainkan ditujukan bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan. Program hole-in-one berhadiah rumah layak huni ini merupakan bagian dari program amal bersama Habitat for Humanity.
Juara Masters Bubba Watson dan pemegang satu gelar Asian Tour Phachara Khongwatmai tiba di hole 11 itu, masing-masing, dalam posisi 3-under. Hole-in-one ini pun praktis membantu keduanya memperbaiki posisi di papan klasemen, dengan Watson menempati posisi ketiga pada akhir putaran ketiga, sedangkan Khongwatmai T7.
Hole-in-one menjadi pukulan yang langka terjadi pada ajang BNI Indonesian Masters. Sejak ajang ini mulai diselenggarakan pada tahun 2011, hole-in-one pertama terjadi pada tahun 2017. Kala itu pegolf China Taipei Sung Mao-chang memasukkan bola dalam satu pukulan di hole 7. Di hole yang dimainkan sejauh 194 meter itu, bolanya mendarat di sisi kiri dan kemudian bergulir turun ke arah pin sebelum akhirnya masuk ke lubang.
”Pencapaian luar biasa ini melampaui pencapaian lain dalam golf; sungguh berkat yang luar biasa bernilai yang langsung memberi dampak bagi kehidupan keluarga-keluarga tak mampu di Indonesia.” — Abraham TulungGeneral Manager Resource Development Habitat for Humanity Indonesia.
Tujuh tahun kemudian, pukulan ajaib itu terjadi di hole 11 yang lebih pendek. Dari jarak 155 meter, Watson memainkan pitching wedge-nya untuk mencatatkan hole-in-one kedua dalam sejarah turnamen ini. Khongwatmai, yang bermain satu grup setelah Watson, mengulangi hal serupa, yang memastikan rumah kedua bisa disumbangkan bagi yang membutuhkan.
”Olahraga golf telah memberi bantuan dengan luar biasa di seluruh dunia. Mempertimbangkan semua kegiatan amal yang bisa golf berikan, rasanya sungguh istimewa bisa menjadi bagian dari kegiatan tersebut,” ujar Watson, yang sepanjang kariernya kini mencatatkan sembilan hole-in-one.
”Sungguh suatu kehormatan dan saya dengar ada hole-in-one lain yang tercipta di belakang saya, jadi ada yang mengimbanginya sehingga ada dua keluarga yang bisa terbantu.”
Khongwatmai sendiri mengungkapkan kebahagiaannya bisa menciptakan hole-in-one tersebut. ”Saya merasa sangat beruntung bisa melakukan hole-in-one tersebut, dan keberuntungan itu berlipat ganda karena ada keluarga yang bisa mendapat manfaat dari keberuntungan saya,” ujarnya.
General Manager Resource Development Habitat for Humanity Indonesia Abraham Tulung mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Watson dan Khongwatmai, ”Pencapaian luar biasa ini melampaui pencapaian lain dalam golf; sungguh berkat yang luar biasa bernilai yang langsung memberi dampak bagi kehidupan keluarga-keluarga tak mampu di Indonesia. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada BNI Indonesian Masters 2024 untuk dukungan mereka yang tak henti-henti. Kemitraan ini membantu kami membangun masa depan yang lebih cerah bagi keluarga-keluarga yang kami layani.”

Pada akhir putaran ketiga yang ia mainkan, Watson, yang merupakan kapten bagi Tim Range Goats dari LIV Golf, mengonfirmasi dirinya menyumbangkan satu rumah tambahan lagi.
Hole-in-one yang diciptakan Watson dan Khongwatmai pada putaran yang sama dan di hole yang sama menjadi yang keempat kalinya terjadi dalam sejarah Asian Tour. Momen serupa terjadi untuk pertama kalinya pada putaran kedua ajang Maybank Malaysian Open 2015, ketika dua pegolf yang terpisah enam grup Gregory Bourdy asal Perancis dan pegolf Australia Jake Higginbottom sama-sama memasukkan bola dalam satu pukulan di hole 15 di Kuala Lumpur Golf & Country Club.
Pada tahun 2018, lewat ajang Fiji International di Natadola Bay Golf Course, pegolf Thailand Thitiphun Chuayprakong dan pegolf Selandia Baru Kieran Muir melakukan hole-in-one di hole 2 pada putaran ketiga. Kedua pegolf tersebut terpisah dua grup.
Juara BNI Indonesian Masters 2016 dan 2018 Poom Saksansin dan Damien Jordan dari Australia menorehkan hole-in-one di hole 2 pada putaran kedua ajang New Zealand Open at Millbrook.
Habitat for Humanity Indonesia mulai hadir tahun 1997 dan berfokus pada meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia dengan menyediakan rumah yang aman dan terjangkau, serta pelayanan dukungan bagi keluarga-keluarga dengan penghasilan yang minim. Dengan menawarkan pinjaman rumah, membangun rumah-rumah tahan bencana, dan meyediakan latihan manajemen bencana bagi masyarakat, yayasan ini membantu banyak keluarga untuk memiliki perekonomian yang aman dan stabil.


