Kombinasi Im Sungjae dan Keith Mitchell berlanjut dan kini mereka terpaut hanya satu stroke dari posisi teratas pada ajang Zurich Classic of New Orleans.

Pasangan baru Im Sungjae dan Keith Mitchell melanjutkan kolaborasi solid mereka dengan mengemas skor 5-under 67 pada putaran kedua Zurich Classic of New Orleans. Duet maut ini kini terbukti menjadi penantang tangguh untuk meraih gelar setelah permainan mereka kemarin (21/4) menempatkan mereka hanya satu stroke di belakang Wyndham Clark-Beau Hossler.

Im dan Mitchell benar-benar menyatu dalam format berbeda pada hari Jumat kemarin di TPC Louisiana. Bermain dalam format foursome, duet ini mengemas tujuh birdie dan dua bogey untuk mencatatkan skor total 15-under 129. Permainan mereka ini membuat mereka berbagi tempat kedua dengan duet Doc Redman dan Sam Snyder, yang kemarin mencatatkan skor 66.

Juara bertahan Patrick Cantlay dan Xander Schauffele juga tampil sebagai salah satu pesaing kuat setelah mengemas skor 63 dan kini ada di posisi T4, dua stroke di belakang posisi teratas. Skor tersebut sekaligus menjadi rekor foursome untuk turnamen ini di TPC Louisiana.

Sementara itu, duet Korea Kim Siwoo dan Tom Kim membuahkan skor 67 dan dengan skor total 133, mereka juga kini ikut meramaikan persaingan. Catatan tersebut kemudian disamai oleh duet Noh Seungyul dan rekan Amerika Michael Kim, berkat skor 71 mereka sehingga kini sama-sama menghuni peringkat T20. Pasangan Korea lainnya, An Byeonghun dan Kim Seonghyeon kembali menorehkan skor 67 dan berhasil lolos cut dengan skor total 10-under.

 

 

Meski terlihat tidak serasi, duet Im-Mitchel terbukti menjadi duet yang tangguh pekan ini. Meskipun sempat mendapat double bogey di hole 6, setelah pukulan drive Mitchell masuk ke air, duet ini berhasil bangkit dan mengemas tiga birdie berturut-turut, yang semuanya mereka raih dari jarak kurang dari 1,5 meter, sebelum kemudian menambah tiga birdie lain di sembilan hole terakhir.

Putting Mitchell terbukti menjadi salah satu penyumbang poin, di mana dua birdie dari jarak jauh ia bukukan, masing-masing dari jarak 9,9 meter di hole 12 dan 8,4 meter di hole 16.

”Drive saya di hole 6 menjadi satu-satunya hal negatif di lapangan. Selain itu, kami bermain dengan hebat. Kalau saja saya bisa memukul ke fairway di hole 6 itu, Sungjae mungkin bakal memukul bolanya ke dekat pin dan kami punya peluang birdie atau par,” tutur Mitchell, yang kini berharap mewujudkan gelar PGA TOUR keduanya setelah The Honda Classic 2019.

”Selain itu, saya rasa kami bermang sangat solid. Saya pikir kalau Sungjae bermain seperti saat ini dan saya bisa terus memasukkan beberapa putt jarak jauh dan menghindari satu atau dua swing yang buruk pada akhir pekan ini, saya pikir kami punya peluang bagus.”

Im, yang kini duduk di posisi No.17 Dunia dan tengah mengejar gelar PGA TOUR ketiganya, turut mengagumi pukulan drive Mitchell, yang kemudian berhasil ia manfaatkan dengan permainan iron yang jitu.

”Kami ada di posisi yang bagus, tapi saya pikir kami bisa berada di puncak klasemen kalau bisa terus bermain seperti dua hari terakhir.” — Im Sungjae.

”Keith pemukul driver yang bagus dan pukulannya juga lurus. Saya pikir keunggulannya ialah ketika ia bisa memukul ke fairway, saya bisa selalu memainkan banyak short iron dan menciptakan banyak peluang birdie,” jelas Im.

”Saya sungguh menikmati bermain dengang Keith. Besok (hari ini) kami akan memainkan best-ball (fourball) dan saya harap kami bisa terus menjaga posisi kami di papan klasemen dengan menciptakan banyak birdie. Kami ada di posisi yang bagus, tapi saya pikir kami bisa berada di puncak klasemen kalau bisa terus bermain seperti dua hari terakhir.”

Sementara itu, Wyndham Clark mengaku puas dengan kemitraannya dengan teman masa kecilnya, Beau Hossler. Setelah menorehkan skor 61 pada putaran pertama, skor 67 dengan tanpa bogey pada hari kedua memberi mereka peluang bagus untuk akhir pekan ini.

”Yah, bagus sekali, dia memukul draw secara alami, sementara saya memukul fade secara alami. Kami sama-sama melakukan putting dan chipping dengan baik,” tutur Clark. ”Sejauh tee ke green, saya akan memukul cukup jauh dari tee dan dia akan memainkan wedge dan kami memaksimalkannya. Rasanya cukup mudah. Dan selain golf, kami banyak menikmati suasana ini, dan hubungan kedua kedi kami juga sangat bagus.

”Kami sudah saling kenal sejak usia 10 tahun. Sudah lama kami berteman, jadi jelas tidak ada masalah.”