Randy Arbenata Mohamad Bintang dan Rayhan Abdul Latief mencatatkan rekor skor pribadi ketika masing-masing membukukan skor 71 dan 72 pada putaran pertama BNI Indonesian Masters 2024.

Dua pegolf amatir yang bertanding pada BNI Indonesian Masters pekan ini, Randy Arbenata Mohamad Bintang dan Rayhan Abdul Latief mengawali partisipasi mereka dengan permainan solid. Tidak hanya itu, masing-masing menorehkan skor 71 dan 72, yang sekaligus menjadi skor terbaik mereka selama mengikuti ajang terbesar di Indonesia ini.

Pada 18 hole pertama di Royale Jakarta Golf Club itu, Randy menorehkan skor yang lebih baik. Birdie yang ia ciptakan di hole terakhirnya, yaitu hole 9—ia memulai pertandingan dari hole 10—memberinya skor 1-under 71. Permainannya ini menempatkannya di posisi T67, satu stroke lebih baik daripada Rayhan yang membukukan skor even par 72.

Ketimbang Rayhan, Randy memang mengawali permainannya dengan lebih baik. Setelah bermain even par di dua hole pertamanya, ia berhasil menciptakan birdie di hole 12. Ia memang kemudian mencatatkan even par dalam 14 hole berikutnya setelah mengemas bogey di hole 16, 18, dan 5, serta menambah koleksi birdie dari hole 17 dan 4.

”Sebenarnya hari ini pukulan driver saya tidak banyak memenuhi fairway in regulation, pukulan driver saya kurang bagus hari ini, banyak yang push fade,” jelas pemuda berusia 21 tahun ini, yang hanya mencatatkan 7 fairway in regulation dari total 14. ”Akibatnya, peluang birdie juga tidak banyak, tapi setidaknya ada tiga peluang yang harusnya bisa saya maksimalkan.”

”… karena sedang dalam posisi even par dan berada di hole terakhir, saya ingin memanfaatkan hole terakhir ini untuk minimal bisa mendapatkan birdie.” — Randy Arbenata Mohamad Bintang.

Menghadapi hole terakhirnya, yaitu hole 9 yang tahun ini kembali menjadi par 5, Randy pun memantapkan pola pikirnya.

”Di hole 9, yang jadi hole terakhir saya, karena sedang dalam posisi even par dan berada di hole terakhir, saya ingin memanfaatkan hole terakhir ini untuk minimal bisa mendapatkan birdie. Jadi, saya menggunakan driver dan berhasil memukul dengan lumayan solid, dapat lebih dari 274 meter, dan sisa ke pin sisanya 213 meter,” sambungnya.

Meskipun bolanya mencapai fairway, Randy justru sempat ragu antara menggunakan 5-wood atau 4-iron.

”Akhirnya, saya memakai 5-wood dengan pukulan di-punch. Tapi karena tidak yakin juga waktu melakukan pukulan punch itu karena takut malah bolanya melewati green, akhirnya pukulan saya agak grounded. Jadi, bola hanya melambung saja dan agak ke kanan. Untungnya, bola masih masuk ke green dan masih bisa mengamankan 2 putt (untuk birdie),” ujarnya lagi.

Birdie di hole terakhir jelas memberinya momentum untuk bisa melanjutkan tren positif yang juga membawanya bersinar di Jepang pada Asia-Pacific Amateur Championship. Jelas ia berharap bisa mempertahankan kualitas short game dan putting, yang terbukti menjadi penyelamat baginya.

 

Rayhan Abdul Latief, Round 1 BNI Indonesian Masters 2024.
Eagle di hole 9 dan penyelamatan untuk par di hole 12 menjadi dua momen krusial bagi Rayhan Abdul Latief mencatatkan skor even par 72, skor terbaiknya dalam tiga partisipasinya pada BNI Indonesian Masters. Foto: GolfinStyle.

 

Rayhan nyaris menyamai raihan sahabatnya ini, juga di hole terakhirnya, yaitu hole 18. Pukulan keempatnya sebenarnya menyisakan jarak sekitar 2 meter. Namun, putting yang semula terlihat berada di jalur yang tepat, justru tidak berbelok ke lubang sehingga ia harus puas bermain even par 72.

”Jujur, saya merasa kurang puas dengan hasil hari ini, terutama karena tadi ada beberapa peluang birdie yang sebenarnya harusnya bisa lebih dekat, tapi akhirnya lebih jauh dari pin sehingga terpaksa mengadopsi prinsip main aman supaya tidak kecolongan di situ,” jelasnya.

”Terutama di empat hole terakhir. Skor saya sebenarnya masih even, jadi bisa dibilang skor even itu skor aman. Jadi, saya berpikir bagaimana caranya bisa naik satu posisi, atau minimal mempertahankan posisi. Jadi, saya tidak berpikir mau memperbaiki dua posisi sekaligus, naik satu saja. Nah, harapannya tadi sebenarnya di hole 18 ini.”

Meski kecewa dengan permainannya, ia masih bisa berbangga. Seperti halnya Randy, ia membukukan skor terbaiknya selama mengikuti BNI Indonesian Masters. Dalam dua penampilan terdahulu, Randy menorehkan skor 75-78 pada 2022 dan 75-73 pada 2023. Sementara Rayhan mencatatkan skor 77-78 pada 2022 dan 74-88 pada 2023. Jika Randy berhasil bermain di bawah par untuk pertama kalinya, Rayhan berhasil mencatatkan even par untuk pertama kalinya.

”Posisi bola sebelum bunker itu ada di semirough sehingga pukulan saya bisa mendapat sedikit pin, ….” — Rayhan Abdul Latief.

Meski hanya bermain even par dan kini menempati posisi T93, Rayhan mencatatkan eagle di hole 9 dan melakukan penyelamatan untuk par di hole 12. Di hole 9, ia berhasil melakukan pukulan drive yang solid dan menyisakan jarak 187 meter ke pin. Permainan iron-nya yang tajam di sana membantunya menyisakan jarak sekitar 2,4 meter yang kemudian berhasil ia maksimalkan.

Sementara di hole 12, pukulan tee-nya yang mengarah ke sisi kiri membuatnya harus terkena penalti. Keberuntungan menaunginya tatkala pukulan keduanya yang grounded malah membuat bolanya menghindari bunker yang mengawal sisi kanan.

”Posisi bola sebelum bunker itu ada di semirough sehingga pukulan saya bisa mendapat sedikit pin, walaupun jaraknya sedikit kurang. Akhirnya, ya menerima putt untuk par itu, tinggal mengikuti jalur putt-nya.,” jelas Rayhan.

Posisi keduanya jelas masih jauh dari aman. Namun, mengingat hanya keduanya yang berstatus amatir pada pekan ini, siapa pun yang dapat bermain lebih baik dan berada di zona aman menuju akhir pekan, bisa dipastikan menjadi pegolf amatir terbaik. Jelas akan menarik menantikan bagaimana mereka memainkan putaran kedua, yang bisa menjadi penentu besok.

Randy akan memulai putaran kedua dari hole 1 mulai pukul 10:40 WIB. Sementara itu, Rayhan akan memulai permainannya dari hole 10 pada jam yang sama.