Rickie Fowler dan Xander Schauffele menciptakan rekor pada putaran pertama U.S. Open di Los Angeles Country Club.

Sebuah rekor tercipta pada putaran pertama ajang U.S. Open di Los Angeles Country Club (LACC) kemarin (15/6). Rickie Fowler dan Xander Schauffele menorehkan skor 62, yang menjadi rekor skor pada ajang U.S. Open. Fowler mengemas sepuluh birdie dengan dua bogey, sementara Schauffele bermain dengan delapan birdie tanpa satu bogey pun.

Bagi Fowler, penampilannya dalam 18 hole pertama ini jelas mengagumkan dan memberi pertanda bahwa ia benar-benar telah siap untuk kembali bersinar di panggung besar. usai menjuarai THE PLAYERS Championship 2015, ia sempat finis T5 pada U.S. Open 2017 di Erin Hills sebelum kemudian penampilannya menurun drastis. Selain terlempar dari 100 besar dunia, ia juga sempat kehilangan kartu PGA TOUR-nya sehingga penampilannya di sirkuit Amerika itu terbatas.

Keputusannya untuk membangun ulang permainannya bersama pelatih legendaris Butch Harmon kini mulai membuahkan hasil. Setelah finis T6 pada ajang Fortinet Championship, awal musim 2022-2023, Fowler tercatat empat kali masuk sepuluh besar, termasuk ketika finis T2 pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP. Dan dari total 17 turnamen yang ia ikuti, ia hanya dua kali gagal lolos cut.

”Butch luar biasa, bahkan hanya dengan mendengar suaranya dan dia berada di sekitar kita. Saya rasa dia pelatih golf dan kehidupan yang sangat baik, yang membuatnya berbeda daripada sekadar pelatih swing. Jika dibutuhkan ia bisa menjadi teknikal dan mekanikal, tapi dia memahami aspek permainan dan mentalnya,” jelas Fowler, yang kakeknya—ayah dari ibunya—merupakan seorang Jepang.

 

Delapan birdie dan tanpa bogey membawa Xander Schauffele berbagi puncak klasemen dengan Rickie Fowler. Foto: Getty Images.

 

Meski demikian, Fowler sebenarnya tidak merasa permainannya bakal cukup prima untuk memulai U.S. Open kali ini. ”Beberapa hari terakhir pada pekan ini saya merasa sangat tidak nyaman dengan swing saya dan tidak banyak memasukkan putt atau melakukan putt yang sangat bagus. Jadi, saya terus berlatih di lapangan dan area latihan dan akhirnya beberapa hal bisa tersambung kemarin (saat putaran latihan). Lalu sisanya tinggal meneruskannya ke lapangan dan membiarkan hasilnya datang,” jelas Fowler, yang mengemas lima birdie dan dua bogey di sembilan hole pertamanya, yang ia mulai dari hole 10.

”Saya tahu ada birdie yang bisa diraih di lapangan, tapi Anda mesti lebih dulu memukul bolanya dengan baik dan menempatkannya di posisi yang bagus. Saya melakukan hal tersebut dan berhasil memainkan lapangan ini dengan baik.”

Fowler kemudian menorehkan lima birdie lagi di sembilan hole terakhirnya, termasuk tiga birdie beruntun dari hole 1.

”Pekan ini jelas saya mengawalinya dengan baik, tapi permainan masih panjang. Besok (hari ini) siang akan lebih berat lagi,” tuturnya.

Hari pertama di LACC itu memang terbilang sangat memberi peluang bagi para peserta untuk mencatatkan skor yang bagus. Sebanyak 37 pemain berhasil main under di lapangan 70 par karya George C. Thomas Jr. ini. Kondisi tersebut turut membantu pegolf lain yang memiliki darah Asia, Schauffele, untuk mengimbangi permainan Fowler tersebut.

”Ini baru hari Kamis, hari pertama turnamen. Jadi, ini memang awal yang baik.” — Xander Schauffele.

Setelah hanya mengemas tiga birdie di sembilan hole pertamanya, yang juga dimulai dari hole 10, Schauffele menambah lima birdie lagi untuk menyamai skor 62 milik Fowler.

”Matahari tidak terlihat dan pagi tadi juga berkabut, jadi saya kira green-nya akan lebih empuk, setidaknya dari yang saya kira. Saya pikir kondisi itu membuat green jadi lebih memiliki kecepatan yang membantu untuk melakukan putt,” jelasnya.

Skor 62 ini jelas istimewa, terutama mengingat skor rendah lainnya, 63, tercipta pada 1980 ketika Jack Nicklaus—yang akhirnya tampil sebagai juara—berbagi puncak klasemen dengan Tom Weiskopf. Namun, Schauffele menilai terlalu dini untuk memperkirakan kemenangan.

”Ini baru hari Kamis, hari pertama turnamen. Jadi, ini memang awal yang baik. Menurut saya, saya sudah bermain dengan baik dalam berbagai ajang Major, jelas belum menang sekali pun, tapi memang begitulah permainan golf untuk ajang Major. Anda mesti memikirkan cara memainkan lapangannya.”

Schauffele juga turut menunjuk kedinya, Austin (Kaiser), yang beberapa kali membantunya memberi arahan alternatif pukulan yang lebih baik. ”Kredit buatnya. Kadang kami pikir bisa melakukan beberapa hal konyol dan mendapat hasil yang bagus, dan terkadang ada baiknya bisa punya orang yang membantu memberi opini,” tutur Schauffele.

 

Kim Siwoo, Round 1 U.S. Open 2023.
Skor 67 menempatkan Kim Siwoo terpaut lima stroke dari Rickie Fowler dan Xander Schauffele. Foto: JGTOimages.

 

Namun, jika mencari pegolf berdarah Asia dan berkewarganegaraan Asia yang turut bersaing di LACC, Anda bisa menaruh harapan pada pemegang empat gelar PGA TOUR dan Juara THE PLAYERS 2017 Kim Siwoo, yang duduk di posisi T7 dengan skor 67. Pegolf Korea ini tampil sebagai wakil Asia terbaik usai putaran pertama kemarin. Jika tidak lantaran bogey di hole 4 par 5, ia bahkan bisa menghuni peringkat 5 sendirian.

Kim melakoni penampilan ketujuhnya pada ajang Major ini dengan birdie di hole 1 par 5. Pukulan approach-nya di sana menyisakan sekitar 1,5 meter, yang berhasil ia maksimalkan menjadi birdie. Lalu birdie kedua yang ia ciptakan dari jarak sekitar 2 meter di hole 8 justru berhasil ia raih setelah pukulan tee-nya mengantarkan bolanya ke rough sisi kanan.

Birdie di hole 8 itu sekaligus menjadi birdie dari jarak terjauh yang ia masukkan. Di hole 14 par 5 dan 15 par 3, akurasi permainannya mengantarkan bola, masing-masing, hanya menyisakan jarak kurang dari semeter dan 1,2 meter yang berhasil memberinya catatan 4-under. Sayangnya, di hole 17 ia harus mendapat bogey lantaran melakukan tiga putt.

Wakil Asia lain yang tampil solid pada hari pertama ialah duo Jepang Yuto Katsuragawa dan Ryo Ishikawa, yang sama-sama menorehkan skor 1-under 69 dan berada di posisi T25. Adapun rekan senegara Kim, Im Sungjae bermain dengan skor 71 dan berbagi posisi T56 dengan pegolf Jepang Ryutaro Nagano dan juara bertahan Matt Fitzpatrick.