Kim Siwoo siap menyambut tantangan dalam ajang Major terakhir tahun ini, The Open Championship.
Bintang golf asal Korea Kim Siwoo berharap bisa menantang gelar juara ketika The Open Championship dimulai hari Kamis (20/7) besok di Royal Liverpool. Ia kembali berkompetisi setelah mengambil jeda selama tiga pekan terakhir. Dengan keyakinan bahwa permainannya belakangan menunjukkan konsistensi terbaiknya sepanjang musim, tidak mengherankan jika ia berniat untuk mewujudkan gelar Major pertamanya pekan ini.
Pemegang empat gelar PGA TOUR ini akan tampil untuk kelima kalinya pada ajang Major ini. Pencapaian terbaiknya ialah ketika finis T15 di St Andrews pada tahun 2022 lalu. Prestasi itu turut membuatnya yakin bahwa ia bisa bersaing dengan para pegolf terbaik di dunia.
Dengan kondisi fisiknya yang sudah segar, yang sebagian turut mempersiapkannya untuk rangkaian FedExCup Playoff bulan Agustus, pegolf berusia 28 tahun ini berharap bisa mencapai sukses yang lebih baik lagi. Saat ini ia berada di tempat ke-13 pada klasemen FedExCup berkat satu kemenangan dan empat kali masuk sepuluh besar.
”Saya pikir ini tahun paling konsisten buat saya. Saya hanya gagal lolos cut sekali dalam beberapa turnamen terakhir, dan sering lolso cut,” ujar Kim, yang mengumpulkan US$4,8 juta pada musim ini. Total hadiah uang tersebut sekaligus pencapaian terbesar yang ia raih sejak debut PGA TOUR pada 2016.
”Saya pikir ini tahun paling konsisten buat saya. Saya hanya gagal lolos cut sekali dalam beberapa turnamen terakhir, dan sering lolso cut.”
Secara khusus ia merasa senang dengan peningkatan kualitas permainan iron-nya. Saat ini ia berada di peringkat 24 untuk statistik Strokes Gained: Approach to Green. Penampilan terbaiknya untuk kategori itu sebelumnya ialah peringkat 84 pada musim 2019-2020. Ia memuji peran Chris Como, pelatih swing-nya, yang membantu mempertajam permainannya itu.
”Permainan iron saya lebih konsisten sekarang ketimbang beberapa tahun terakhir. Lebih banyak memukul ke green dan persentase membuat bogey juga menurun. Itulah sebabnya performa saya terbantu,” jelasnya. ”Saya sudah melatih permainan iron saya, selangkah demi selangkah. Beberapa tahun lalu saya tidak cukup siap untuk melakukan pukulan yang solid dan berusaha membangunnya dengan pelatih saya dan mulai berhasil sejak saya berlatih penuh dengannya tahun in.”
Meskipun telah menjuarai THE PLAYERS Championship, turnamen yang sering dianggap sebagai ajang dengan kualitas peserta terbaik, ia sadar bahwa memenangkan kejuaraan Major merupakan tantangan yang berbeda. Belum pernah ada pegolf Asia yang menjuarai The Open. Pegolf China Taipei, Lu Liang-huang, menjadi pegolf dengan prestasi terbaik ketika ia finis di tempat kedua, di belakang Lee Trevino pada tahun 1971.
Kim, yang tahun ini menjuarai Sony Open in Hawaii pada bulan Januari, yakin The Open memberi peluang yang bagus untuk pemain seperti dia untuk mengejar kemenangan Major.
”Semua pemain Korea saling mendorong satu sama lain dan saya pikir itulah yang membantu kami untuk bermain lebih baik.”
”Menjuarai ajang Major itu selalu sulit. Mereka memukul jauh, tapi saya pikir ada peluang bagi pemain Asia untuk jenis lapangan seperti ini karena kami tak mesti memukul jauh. Lebih ke manajemen lapangan dan short game. Saya pikir saya lebih berpeluang menang di sini ketimbang pada U.S. Open atau PGA Championship. Lapangan links rasanya lebih memungkinkan,” tutur Kim lagi.
”Saya selalu suka bermain di lapangan links. Suka memukul dengan trajektori yang rendah. Semuanya terasa luar biasa sekarang. Rasanya segar dan badan saya terasa bugar.”
Kim akan ditemani rekan senegaranya, seperti Im Sungjae, Tom Kim, Lee Kyounghoon, Kang Kyungnam, Kim Bio, dan An Byeonghun. An sendiri mendapat spotnya di Royal Liverpool pekan ini menyusul penampilan solidnya finis T3 pada ajang Genesis Scottish Open pekan lalu.
Menariknya, An juga bermain di Royal Liverpool untuk debut The Open tahun 2014 silam. Kini ia akan bermain dengan memanfaatkan putter dengan shaft yang panjang setelah menerima masukan dari Kim.
”Semua pemain Korea saling mendorong satu sama lain dan saya pikir itulah yang membantu kami untuk bermain lebih baik. Saya malah tidak tahu kalau dia (An) mengikuti saya. Saya senang. Mungkin saya akan ambil 3% hadiah yang ia menangkan,” ujar Kim sambil tertawa.


