Jang Dongkyu dan Keita Nakajima berbagi posisi teratas sekaligus menjanjikan putaran final yang seru dalam edisi perdana Hana Bank Invitational.

Bermain dalam ajang kolaborasi pertama antara dua Tour papan atas di Asia jelas memberi motivasi bagi para pesertanya, anggota dari masing-masing Tour, untuk bisa meraih kehormatan sebagai juara pertama. Nuansa itulah yang terasa dalam ajang Hana Bank Invitational, turnamen kolaborasi pertama antara Japan Golf Tour Organization (JGTO) dan KPGA Tour. Sebagaimana persaingan menjadi wakil Asia terbaik di kancah global, semangat itu terlihat ketika pegolf JGTO Keita Nakajima dan pegolf KPGA Tour Jang Dongkyu berada di puncak klasemen dengan 18 hole tersisa.

Nakajima menunjukkan ketangguhan mentalnya dengan menorehkan birdie di hole terakhirnya untuk menjaga peluang mewujudkan dua kemenangan dalam dua pekan berturut-turut. Skor 4-under 69 di Chiba Isumi Golf Club tadi memberinya skor total 15-under 204 dan memaksa Jang berbagi tempat teratas dengannya.

Jang sendiri menempati puncak klasemen setelah menorehkan skor 8-under 65, yang turut diwarnai dengan hole-in-one di hole 11 dengan 5-iron miliknya. Hole-in-one itu melengkapi sembilan birdie yang ia torehkan di kartu skornya. Pegolf yang sempat menjuarai Mizuno Open 2014 ini mencatatkan tiga bogey untuk memastikan putaran final berlangsung seru dengan menghadapi mantan pegolf amatir No.1 Dunia, Nakajima.

”Kalau bisa menang pekan ini, saya bisa mempertahankan kartu Tour di Jepang dan Korea. Namun, yang paling penting ialah tidak terbawa jauh dan tetap fokus pada permainan saya untuk besok.” — Jang Dongkyu.

”Senang bisa membuat hole-in-one hari ini, ini kedua kalinya saya melakukannya di Jepang dan keempat kalinya dalam karier saya. Saya bisa melakukan pukulan sesuai dengan yang saya bayangkan di hole 11 itu,” jelas Jang.

”Driver saya sudah jauh lebih baik ketimbang pekan lalu, jadi saya sudah mendapatkan kembali rasa percaya diri saya. Ketika melakukan birdie dari jarak 8 meter di hole 1 itu, saya mulai mendapatkan momentum untuk melangkah.”

Sebagai ajang kolaborasi, Jang jelas sadar pertaruhannya pada putaran final besok akan menjadi sangat besar.

”Kalau bisa menang pekan ini, saya bisa mempertahankan kartu Tour di Jepang dan Korea. Namun, yang paling penting ialah tidak terbawa jauh dan tetap fokus pada permainan saya untuk besok,” jelas Jang, yang bermain penuh di Jepang tiap tahun sejak 2011, kecuali tahun 2016 dan 2017.

 

Keita Nakajima, Round 3 Hana Bank Invitational.
Keita Nakajima kembali berada di grup terakhir untuk membuka peluang mewujudkan kemenangan keduanya secara berturut-turut. Foto: JGTOimages.

 

Bagi Nakajima, bisa kembali bermain di grup pamungkas jelas memberinya peluang untuk kembali mewujudkan kemenangan. Pegolf berusia 22 tahun ini masih sempat menyaksikan sejumlah aksi dari U.S. Open sebelum memulai putaran ketiganya untuk memberi inspirasi.

”Ketika melihat papan klasemen setelah menuntaskan putaran ini terasa luar biasa karena bisa kembali berada di grup terakhir hari Minggu ini,” tutur Nakajima. ”U.S. Open jelas memotivasi saya, saya ingin bisa segera bermain di sana, tapi untuk sekarang fokus saya ada pada JGTO dan saya ingin bisa menambah kemenangan.”

Putaran final jelas tidak hanya akan menjadi milik Jang dan Nakajima. Pasalnya, satu stroke di belakang mereka masih ada Yang Jiho dan Taiga Nagano, yang sama-sama menorehkan skor 69. Adapun Taihei Sato terpaut dua stroke setelah hanya bisa bermain even par 73.

Pegolf Australia Anthony Quayle harus menjalani putaran yang naik turun untuk bisa bermain 2-under 71 untuk berpeluang menembus sepuluh besar pertamanya musim ini. Ia menjadi salah satu dari sembilan pegolf yang berada di posisi T14, termasuk Juvic Pagunsan (73).