Dua pegolf Australia Minjee Lee dan Hannah Green berbagi posisi teratas dan akan bersaing ketat pada putaran final HSBC Women’s World Championship besok (1/3).
Minjee Lee dan Hannah Green mengakhiri putaran ketiga HSBC Women’s World Championship di Tanjong Course, Sentosa Golff Club hari ini dengan berbagi posisi teratas. Keduanya mengumpulkan skor total 11-under 205 dan kini mengungguli pegolf Amerika Angel Yin (68) dan pegolf Korea Ryu Haeran (70) dengan jarak satu stroke.
Bermain dengan ditemani oleh sang suami, Jarryd Felton, sebagai kedi, Green menuai lima birdie dengan satu bogey untuk skor 4-under 68. Kartu skornya tadi diwarnai birdie dari di hole 4, 8, 11, 12, dan 13, dengan satu-satunya bogey di hole 10 par 4.
Adapun Lee mencatatkan empat birdie dengan hanya satu bogey untuk mengimbangi skor total rekan senegaranya itu.
”Saya rasa posisi pin hari ini cukup sulit, sementara angin berubah terus sepanjang putaran, jadi saya harus menyesuaikan diri. Kami juga memainkan bola searah angin sehingga mengatasinya menjadi berbeda ketimbang ketika bola berlumuran lumpur, tapi juga tidak memberi posisi bola yang bagus bahkan ketika Anda memukul ke fairway. Makanya saya tidak merasa kaget dengan skornya,” jelas Green.
Pegolf berusia 29 tahun ini menyadari bahwa putaran final bakal menghadirkan tantangan berat. Sebagai salah satu mantan juara pada ajang yang ia memenangkan pada 2024, ia juga sadar bagaimana persaingan akan lebih ketat lagi di Tanjong Course dalam 18 hole terakhir.
”Saya kira seperti inilah sebuah kejuaraan besar yang semestinya.” — Minjee Lee.
”Hari ini saya tidak banyak memukul ke fairway, meskipun merasa percaya diri dengan pukulan driver saya. Jadi, saya bakal kembali berlatih. Mungkin sedikit melatih putting karena besok bakal berat,” tutur Green, yang kembali ditemani oleh sang suami Jarryd Felton sebagai kedinya pekan ini, setelah sepekan sebelumnya di Thailand.
”Saya yakin mereka akan menyiapkan lapangan supaya kami tidak bisa bermain dengan skor yang rendah. Jadi, saya akan melakukan sedikit latihan, pulang dan bersantai, dan menjumpai fisio saya.”
Dua tahun silam, Green juga berada di posisi yang serupa ketika akhirnya memenangkan ajang ini sebagai gelar LPGA Tour keempat dalam kariernya. Kini ia berpeluang menyamai prestasi Park Inbee dan Ko Jingyoung, yang memenangkan ajang Major Asia ini untuk kedua kalinya.
”Tentulah (membangkitkan kenangan). Ada banyak birdie yang bisa tercipta, tapi juga sangat mudah untuk mendapatkan bogey. Jadi, saya kira membatasi bogey sebanyak mungkin adalah kuncinya.
Seperti halnya Green, Lee juga mengaku mengalami kesulitan melakoni putaran ketiga tadi. Selain menyebut posisi pin, ia juga menyebut kondisi lapangan lebih berat ketimbang dua putaran sebelumnya, meskipun beberapa area tee dimajukan.
”Saya kira seperti inilah sebuah kejuaraan besar yang semestinya. Saya hanya berusaha bermain sebaik yang saya bisa sambil mengatasi panas sebaik mungkin,” tutur Lee.

Berbagi posisi teratas dengan Green juga akan memberi kesempatan bagi keduanya untuk bermain bersama untuk pertama kalinya. Meskipun telah beberapa kali melakukan putaran latihan dan melakukan beberapa putaran sewaktu jeda kompetisi di Australia, Lee mengaku bersemangat bisa berada satu grup dengan rekan senegaranya itu pada putaran final besok.
”Rasanya kami belum sering bermain bersama selama bertahun-tahun. …, tapi pasti akan menjadi tantangan yang menyenangkan besok. Saya yakin kami bakal menikmatinya,” tutur Lee yang kini mengincar gelar LPGA ke-12 dalam kariernya.
Jika Green memutuskan melakukan sedikit latihan untuk mempersiapkan diri menuju putaran final, Lee malah berniat untuk istirahat dan menikmati malam terakhir di Singapura. ”Saya tidak yakin sebanyak apa latihan yang saya bisa lakukan karena saya kepanasan sekarang ini. Mungkin saya akan mengambil perawatan (fisio) dan berusaha untuk siap menghadapi besok.”
Meski Green dan Lee kini memuncaki klasemen, sejumlah pegolf juga masih siap menciptakan kejutan pada putaran final nanti. Selain Angel Yin dan Ryu Haeran yang berbagi peringkat ketiga dengan skor total 10-under, masih ada pegolf Thailand Ariya Jutanugarn yang mencatatkan skor total 207, dengan pegolf Swedia Linn Grant dan pemuncak klasemen dua putaran pertama Auston Kim sama-sama menorehkan skor total 208.
Sementara itu, peluang Lydia Ko untuk menjadi pegolf pertama yang mempertahankan gelar sejak Ko Jinyoung (2022 dan 2023) semakin tipis setelah hanya bisa membukukan skor 71. Kini ia berada di posisi T20 dengan skor total 213. Juara Honda LPGA Thailand Jeeno Thitikul menjadi salah satu pegolf yang menempati posisi serupa.


