Lee Kyounghoon dan Tom Kim mempertahankan peluang wakil Korea pada THE CJ CUP di South Carolina, sementara Jon Rahm kini berbagi posisi teratas.

Dua pegolf Korea, Lee Kyounghoon dan Tom Kim mempertahankan posisi bersaing setelah memainkan dua putaran pada ajang THE CJ CUP di South Carolina. Mereka kini mengejar pegolf Spanyol Jon Rahm yang kini berbagi posisi teratas dengan pegolf Amerika Kurt Kitayama (65), setelah menciptakan rekor skor lapangan dengan 9-under 62.

Lee dan Kim, yang sama-sama menjadi bagian Tim Internasional pada Presidents Cup bulan lalu, menjaga harapan Korea untuk memenangkan THE CJ CUP untuk pertama kalinya. Masing-masing membukukan skor 67 dan 69 dan kini ada di posisi T6, empat stroke di belakang Rahm dan Kitayama yang mengoleksi 11-under.

Adapun pegolf Australia Cam Davis dan Aaron Wise dari Amerika saat ini berbagi tempat ketiga dengan 10-under. Pada putaran kedua kemarin, keduanya sama-sama membukukan skor 66. Sementara itu, sang juara bertahan Rory McIlroy terpaut satu stroke di belakang mereka setelah bermain dengan skor 67.

THE CJ CUP ini sebenarnya merupakan satu-satunya turnamen PGA TOUR yang diadakan di Korea. Akan tetapi, efek pandemi COVID-19 memaksa turnamen ini untuk kembali digelar di Amerika untuk ketiga kalinya. Mengingat sejak pertama kali digelar pada tahun 2017, belum ada satu pegolf Korea pun yang bisa memenangkan turnamen ini, Lee dan Kim berharap bisa melakukannya pekan ini.

”Saya mendapatkan awal permainan yang baik. Driver saya bagus sehingga bisa bermain dengan baik. Belakangan ini pukulan iron saya selalu mencapai titik yang tepat. Namun, hari ini pukulan dan jarak pukulnya, secara keseluruhan semuanya berada di posisi yang tepat, jadi menurut saya, saya bisa memperbaiki posisi di papan klasemen akhir pekan ini,” ujar Lee.

Pegolf berusia 31 tahun yang telah meraih dua gelar PGA TOUR ini membukukan tujuh birdie di Congaree Golf Club. Namun, sebuah bogey dan double bogey membuatnya gagal memangkas jarak dengan pimpinan klasemen.

 

 

”Saya mengenakan topi CJ dan bermain dalam THE CJ CUP dan saya ingin memenangkan turnamen ini. Menurut saya, saya punya peluang. Yang lucu, saya tidak merasa tertekan sama sekali,” sambung Lee, yang mencatatkan finis terbaiknya pada ajang ini di peringkat T25 tahun lalu.

Rekan senegaranya, Kim, yang telah menjadi pemain sensasional baru di kancah PGA TOUR berkat dua kemenangan dalam lima turnamen yang ia ikuti, mencatatkan lima birdie dan satu bogey. Kemenangan pada pekan ini akan menjadikan Kim sebagai pegolf termuda pertama sejak 1990 yang pernah memenangkan tiga gelar PGA TOUR. Rekor saat ini masih dipegang oleh Gene Sarazen, yang meraih prestasi tersebut dalam usia 20 tahun, 5 bulan, dan 22 hari.

Sementara itu, sang juara bertahan mengaku kecewa setelah dalam sembilan hole pertamanya justru melakukan 37 pukulan. Meski demikian, lima birdie di sembilan hole terakhir membawanya tetap berada dalam jarak yang ideal dengan posisi teratas. Kemenangan pada pekan ini bisa mengembalikan McIlroy ke posisi No.1 Dunia untuk kesembilan kali dalam kariernya. Ia juga bisa menggeser Scottie Scheffler apabila pegolf Amerika tersebut tidak finis T2 sebagai hasil terburuknya. Skenario lainnya, McIlroy bisa finis sendirian di tempat kedua selama Scheffler finis di luar peringkat 34. Scheffler sendiri menuntaskan putaran kedua dengan berada di peringkat T31.

”Rasanya saya tidak memanfaatkan lima hole pertama karena hanya memainkannya dengan 1-under. Kemudian begitu beralih ke rangkaian hole yang sulit, hole 6-11 benar-benar sulit, menyenangkan bisa mendapat birdie di hole 10 dan 12 untuk kembali ke even par setelah—pada dasarnya menutup bogey di hole 6 dan 8. Dan kemudian, setelah hole 12 itu saya bisa finis dengan sangat baik dengan beberapa birdie di hole-hole terakhir,” ujar McIlroy, yang belum lama ini meraih gelar FedExCup ketiganya.

Sorotan jelas menjadi milik Rahm, yang baru saja menggenapi prestasi legenda Spanyol Seve Ballesteros dengan menjuarai Open de Espana untuk ketiga kalinya dua pekan lalu. Dari sepuluh birdie yang ia bukukan kearin, salah satunya ia lakukan dari bunker di hole 8, lalu memasukkan putt dari jarak 10,5 meter di hole 10, dan nyaris memasukkan pukulan approach dengan 7-iron di hole 17 yang sulit.

”Hari ini ceritanya sedikit berbeda, pukulan dari tee jauh lebih baik, dan dengan iron rasanya lebih baik dan saya bisa bermain sedikit lebih agresif dan memberi banyak peluang birdie dan banyak juga yang dari jarak dekat,” jelasnya. ”Sejak awal kecepatan saya bagus dan merasa percaya diri dan sisa permainan saya dilengkapi dengan putting.”