Kevin Yu dan C.T. Pan membukukan skor 62 untuk mempertahankan persaingan memenangkan Zurich Classic of New Orleans 2024.

Eagle di hole pertama dari C.T. Pan mengawali langkah duetnya dengan Kevin Yu untuk membukukan skor 10-under 62 pada putaran ketiga kemarin. Skor tersebut sekaligus memberi kedua pegolf China Taipei ini peluang untuk menjadi pasangan Asia pertama yang menjuarai Zurich Classic of New Orleans sejak format beregu ini dimainkan pada 2017.

Permainan cemerlang pada sesi Fourball kemarin membawa mereka berada di posisi T5 dengan total 20-under di TPC Louisiana. Kini mereka terpaut hanya tiga stroke dari pasangan Zac Blair-Patrick Fishburn. Blair-Fishburn menorehkan skor 60 dan unggul satu stroke atas duet Henrik Norlander/Luke List (62), Rory McIlroy/Shane Lowry (64), dan Ryan Brehm/Mark Hubbard (64).

”Penampilan saya hari ini cukup pasang-surut, tapi pukulan kedua di hole pertama bisa langsung masuk ke lubang. Pukulan itu mengejutkan saya, dan juga memberi start yang bagus bagi tim kami,” tutur Pan, yang telah mengoleksi satu gelar PGA TOUR. ”Kemudian di sembilan hole pertama itu semuanya lebih ke Kevin. Ia bermain sangat bagus.”

”Pukulan itu mengejutkan saya, dan juga memberi start yang bagus bagi tim kami.” — C.T. Pan.

Bagi Yu, ini pertama kalinya ia berpasangan dengan Pan. Dengan bekal tiga kali finis di sepuluh besar pada musim ini, ia kini berpeluang mengikuti jejak rekan senegaranya itu untuk menjadi juara PGA TOUR.

Yu merupakan lulusan Arizona State University, setelah mengikuti saran Pan untuk mengambil rute kuliah di Amerika. Pan sendiri merupakan lulusan University of Washington.

Setelah start yang memuaskan pada format best-ball itu, kombinasi kedua pegolf ini secara efisien menambah delapan birdie lagi, termasuk dua di tiga hole terakhirnya, yang sekaligus membuka peluang menjuarai ajang ini pada hari Minggu (28/4) ini.

”Permainan kami sangat bagus sejak awal hari ini, terutama ketika C.T. memasukkan bolanya di hole pertama, yang mendorong momentum bagi kami,” tutur Yu.

”Sepanjang pekan ini kami bermain sangat harmonis dan berjuang keras melakukan tiap pukulan.” — Kevin Yu.

”Sebenarnya, hari ini sangatlah sulit. Angin berembus cukup kencang, jadi sebenarnya kami cukup mampu memaksimalkan beberapa kesempatan. Hole-hole di sembilan hole terakhir kami mainkan dengan sigap, meskipun kami tidak menciptakan banyak skor, kami berusaha sebaik mungkin pada tiap pukulan dan mencapai skor terbaik. Kami berharap bisa terus berjuang dan main bagus besok.

Yu dan Pan jelas membangkitkan kembali kenangan indah sepuluh tahun silam ketika mereka juga menjadi bagian dari Tim China Taipei yang beranggotakan empat orang, yang berhasil menjuarai medali emas Asian Games 2014. Duo China Taipei Menjaga Persaingan

”Kevin dan saya sudah saling kenal sejak lama. Kami juga bersaing bersama pada Asian Games dan mencapai hasil yang sangat bagus. Kami selalu merasa akrab, dan tidak asing dengan ajang-ajang beregu,” ujar Pan. ”Kami berteman baik dan sering ebrgurau di lapangan. Kadang kalau saya mendapat birdie duluan, dia akan mencibir saya dan berkata kalau saya tidak memberinya kesempatan untuk unjuk gigi! Dia main sangat bagus, dan saya akan siap untuk membuat birdie sebanyak mungkin. Kami juga punya ikatan tim yang baik.”

Yu menambahkan, ”Sepanjang pekan ini kami bermain sangat harmonis dan berjuang keras melakukan tiap pukulan. Besok hari terakhir. Kami sudah main bagus dan berharap bisa terus berjuang. Seperti kata C.T., cukup memukul banyak ke fairway dan green, yang sudah menjadi kekuatan kami.”