Ciputra Golfpreneur Junior World Championship edisi ke-28 segera bergulir dengan kembali mendapat dukungan dari Bank Mandiri sebagai sponsor utama.
Turnamen junior dengan sejarah penyelenggaraan terpanjang di Indonesia, Ciputra Golfprenenur Junior World Championship dipastikan kembali digelar di Damai Indah Golf PIK Course pada 10-12 Juni 2025 mendatang. Turnamen yang memasuki edisi ke-28 ini juga kembali mendapatkan dukungan penuh dari Bank Mandiri sehingga untuk ketiga kalinya secara berturut-turut ajang ini resmi disebut sebagai Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship.
Budiarsa Sastrawinata, pendiri Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), sangat mengapresiasi dukungan Bank Mandiri yang konsisten mendukung gelaran akbar ini sejak 2023 lalu. Dukungan tersebut turut ikut memastikan konsistensi penyelenggaraan turnamen yang mulai bergulir pada 1993 ini.
Edisi 2024 menjadi edisi yang membanggakan bagi Indonesia, mengingat sejak kejuaraan ini berskala internasional pada 2007, baru tahun lalu gelar individu putra dan putri dimenangkan oleh atlet dalam negeri.

”Kami bangga atas keberhasilan pegolf junior Indonesia yang telah menjuarai nomor bergengsi Best Gross Overall pada tahun 2024, melalui Rayhan Abdul Latief di kelompok putra dan Elaine Widjaja di kelompok putri,” tutur Budiarsa.
Sementara itu, dalam pernyataan tertulisnya, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan dukungan terhadap turnamen ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong sinergi untuk kemajuan olahraga Indonesia.
”Partisipasi kami dalam Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship merupakan cerminan dari komitmen kami untuk terus mengakselerasi potensi anak bangsa melalui sinergi nyata di bidang olahraga. Kami percaya bahwa olahraga bukan hanya menciptakan parestasi, tapi juga membentuk karakter tangguh dan kompetitif generasi muda Indonesia,” ukngap Darmawan.
Setelah almarhum DR. (HC) Ir. Ciputra memelopori kejuaraan ini sebagai ajang skala nasional pada tahun 1993, skala kejuaraan ini bertambah besar ke tingkat regional pada tahun 2004. Meskipun kala itu masih berstatus ajang regional, sejumlah peserta dari negara Asia Pasifik mulai hadir sehingga pada tahun 2005 dan 2006 ajang ini menjadi kejuaraan berskala Asia Pasifik. Dan pada 2007, peserta dari lima benua berbeda ikut berpartisipasi pada ajang ini.
”Turnamen ini menjadi akselerator prestasi dan pembentukan karakter bagi generasi atlet muda Indonesia.” — Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri.
Konsistensi kejuaraan ini juga turut menegaskan komitmen CGF dalam mengembangkan golf, tidak hanya di lingkup nasional, tapi juga di skala internasional. Para pegolf muda potensial kerap menjadikan ajang ini sebagai salah satu barometer sukses mereka sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Tidak mengherankan jika kemudian nama-nama seperti Patty Tavatanakit (Juara The Chevron Championship 2021) dan Yuka Saso (Juara U.S. Women’s Open 2021 dan 2024), serta juara LPGA Tour, seperti Nasa Hataoka (juara 6 gelar LPGA Tour) dan Pajaree Anannarukarn (juara 2 gelar LPGA Tour) pernah mengikuti ajang ini.
Tahun lalu, pegolf muda Jepang Kinjiro Kato yang berumur 14 tahun menjadi salah satu peserta muda yang kemudian menorehkan prestasi istimewa. Kato berhasil menembus Qualifying School pada All Thailand Golf Tour dalam kesempatan pertamanya. Meski masih berstatus amatir, ia juga mulai mengikuti ajang profesional pada Japan Golf Tour.
Sejak 2023, pemenang individu putra berhak mendapatkan tiket untuk mengikuti ajang Ciputra Golfpreneur Tournament, ajang Asian Development Tour yang kerap digelar pada bulan Agustus. Dan pada tahun ini, pemenang individu putri dipastikan mendapatkan tiket untuk mengikuti ajang Indonesia Women’s Open 2026.
”Melalui kolaborasi strategis dengan Ciputra Golfpreneur Foundation, Bank Mandiri berperan aktif memperkuat fondasi prestasi olahraga nasional. Turnamen ini menjadi akselerator prestasi dan pembentukan karakter bagi generasi atlet muda Indonesia,” imbuh Darmawan lagi.


