Elaine Widjaja dan Rayhan Abdul Latief mengawali Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship dengan meyakinkan.
Skor 4-under 68 untuk mengawali sebuah kejuaraan bergengsi tentu menjadi modal yang penting. Seperti itulah yang dilakukan oleh dua pegolf tuan rumah, Elaine Widjaja dan Rayhan Abdul Latief. Tampil sebagai dua dari total tujuh atlet Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), kedua pegolf yang sama-sama segera berstatus mahasiswa ini menampilkan salah satu permainan terbaiknya di Damai Indah Golf, PIK Course.
Bertanding di lapangan yang kerap menjadi salah satu tempat berlatihnya, Elaine dan Rayhan lekas menempati posisi teratas. Uniknya lagi, keduanya sama-sama menemukan momentum masing-masing menorehkan dua birdie berturut-turut di hole 5 dan 6.
Usai meninggalkan sembilan hole pertamanya dengan torehan 2-under, Elaine memperkukuh posisinya di puncak klasemen kelasnya dengan menambah dua birdie lagi.
Meski bermain tidak dalam kondisi fisik yang sempurna lantaran menderita flu, Elaine justru berhasil bermain tanpa bogey dan menuntaskan 18 hole pertamanya dengan catatan 4-under 68.
”Saya minum obat dan bersyukur kondisi fisik saya hari ini cukup baik. Masih sedikit batuk sih, tapi sudah lebih baik. Mungkin flu ini justru membantu mengurangi rasa gugup, jadi saya tidak terlalu memaksakan diri mesti tampil dengan permainan tertentu. Bisa dibilang flu ini sedikit mengurangi beban saya,” jelas Elaine.

”Semua birdie itu rasanya tidak terlalu istimewa, jaraknya sekitar 8 kaki (2,4 meter) dari pin dan saya berhasil memasukkan sebagian besarnya, mayoritas dari jarak 8 kaki. Memang ada putt yang meleset dari jarak 6 kaki (1,8 meter), tapi saya tahu kalau saya bisa main lebih baik lagi besok. Mungkin yang bisa disoroti adalah birdie di hole 4. Pukulan kedua saya sisa 6 kaki. Jadi, cukup solid.”
Adapun Rayhan sebenarnya berpeluang untuk menciptakan jarak yang lebih jauh daripada para pesaingnya. Hingga ketika hendak memasuki hole 18, ia telah menorehkan enam birdie. Sayangya, ia harus menutup putaran pertamanya dengan double bogey .
”Saya cukup senang dengan pukulan tee dan keberhasilan saya memasukkan beberapa putt hari ini. Birdie terbaik saya hari ini mungkin ada di hole 14. Kaget juga saya bisa melakukannya, apalagi pukulan approach saya sebenarnya tidak bagus karena bola saya tidak langsung masuk ke green. Namun, di sana saya malah berhasil memasukkan putt dari area fringe itu.”
Pegolf Jepang Runa Ikoma menjadi pesaing terdekat bagi Elaine, dengan selisih dua stroke. Pegolf berusia 15 tahun ini juga bermain 2-under di sembilan hole pertamanya, namun hanya bermain even par di sembilan hole terakhirnya lantaran mencatatkan dua birdie dan dua bogey.
”Pukulan saya hari ini terasa solid sehingga banyak pukulan kedua saya yang bisa mencapai green. Meskipun tidak mudah membaca green, hari ini saya bisa menghindari melakukan banyak tiga putt sehingga bisa mempertahankan skor saya,” tuturnya.
”Green di sini sangat sulit, jadi rasanya sulit juga untuk menentukan arah pukulan. Di beberapa hole saya mesti memukul bola ke bagian tertentu, jadi saya harus benar-benar berhati-hati melakukannya dan memasukkan sejumlah putt.”
Adapun di kelompok putra, pegolf Indonesia lainnya, Theodore Tan dan pegolf India Ranveer Mitroo juga melakukan start yang solid. Keduanya sama-sama mengemas skor 2-under 70. Sementara itu, pegolf Jepang Ren Miake berbagi peringkat dengan pegolf Indonesia lainnya, Kenneth Henson Sutianto.


