Elki Kow dan Amadeus Christian Susanto memimpin kubu Indonesia pada akhir putaran pertama Mandiri Indonesia Open 2024.
Minim kompetisi tidak menghalangi langkah Elki Kow untuk menjadi salah satu pegolf tuan rumah yang paling bersinar. Bersama pegolf amatir Amadeus Christian Susanto, Elki mencatatkan skor terendah di antara para pegolf tuan rumah dengan skor 2-under 69 di Damai Indah Golf PIK Course.
Permainan solid hari pertama ini menjadi bukti kemampuan Elki untuk melakukan sejumlah recovery ketika sejumlah pukulannya meleset, termasuk kemampuannya untuk memanfaatkan beberapa peluang birdie yang ia ciptakan.
Ia memang harus bersabar hingga hole enam untuk mencatatkan birdie pertamanya. Setelah kembali bermain even par berkat bogey di hole 8, pegolf berusia 29 tahun ini menambah koleksi birdie-nya dari hole 11 dan 14. Bogey di hole 15 sempat membuatnya kembali bermain even par, namun ia langsung menciptakan birdie di hole berikutnya dan mengamankan par di dua hole terakhir.
”Sebenarnya, awalnya saya bisa bermain cukup rapi, cukup meyakinkan. Ada beberapa peluang birdie yang memang gagal saya maksimalkan, tapi ada beberapa yang bisa saya dapatkan,” ujar Elki.

”Saya berusaha mengurangi kesalahan yang tidak perlu, jadi walaupun sempat awalnya pukulan tee saya kurang bagus, saya masih bisa melakukan recovery dan melakukan pukulan kedua dengan cukup baik, jadi masih bisa stabil dari awal sampai akhir.”
Catatan serupa juga diraih oleh pegolf amatir Indonesia, Amadeus. Jika Elki menorehkan empat birdie dan dua bogey, Amadeus mencatatkan lima birdie dengan tiga bogey untuk meramaikan posisi T30, yang total dihuni oleh 23 pegolf.
Amadeus mengaku bermain solid dan banyak bermain dengan mengikuti rencana permainannya. Bogey yang ia raih di hole 1, yang menjadi hole kesepuluhnya, terjadi lantaran ia justru tidak bermain sesuai rencana yang sudah ia raih.
”Memang ada kesalahan konyol. Hole 1 tadi kena bogey karena saya terlalu bernafsu ingin mencapai green dalam dua pukulan. Lalu di hole 18 pukulan saya masuk ke area rintangan di kiri dan mendapat penalti,” ujar mahasiswa Universitas Pelita Harapan ini.

”(Ketika mulai mendapat bogey) saya memberi tahu diri sendiri di dalam hati, karena golf itu kan permainan mental ya, jadi mentalnya dipulihkan kembali. Setelah kena bogey-bogey tadi, ya tidak boleh menjadi lebih jelek, jadi harus bangkit lagi,” imbuhnya.
Pegolf Indonesia lainnya yang mencatatkan skor under pada hari pertama ialah Kevin Caesario Akbar. Salah satu pegolf harapan tuan rumah, yang juga bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini turut menampilkan permainan yang mengesankan pada ajang paling bersejarah di Indonesia ini.
Kevin mengawali pekan ini dengan catatan tiga birdie dan dua bogey sehingga berada di posisi T53 dengan skor 1-under 70.
”Pukulan tee saya memang sesuai rencana permainan, bisa lurus. Cuma beberapa pukulan iron saya bisa dibilang meleset sehingga menyebabkan bogey,” jelas Juara The Indonesia Pro-Am ini. ”Kesalahan seperti itu yang perlu dikurangi. Selain itu, beberapa pukulan juga seharusnya bisa lebih dekat lagi ke pin.”

Catatan skor Kevin ini kemudian disamai oleh Fahmi Reza, yang mengemas lima birdie dan empat bogey. Skor 70 ini menempatkan Fahmi dan Kevin bersama sebelas pegolf lainnya.
Pada akhir putaran pertama ini, pegolf Australia Aaron Wilkin memecahkan rekor lapangan dengan membukukan sepuluh birdie dan tanpa bogey. Ia menjadi salah satu dari total delapan pegolf yang bermain tanpa bogey. Catatan Wilkin ini sekaligus membuatnya unggul tiga stroke dari rekan senegaranya, Andrew Dodt.
”Saya baru diberi tahu kalau skor yang saya dapatkan ini merupakan skor terendah di lapangan ini, saya kira ini pencapaian yang cukup keren karena saya tidak banyak melakukan kesalahan,” tutur Wilkin, yang telah mengoleksi satu gelar Asian Development Tour dan satu kemenangan pada PGA Tour of Australasia.
Pegolf lain yang bermain tanpa bogey pada hari pertama ialah Suteepat Prateeptienchai (65), Poosit Suprupramai (66), Connor McDade (67), serta Sam Brazel, Maverick Antcliff, Sarit Suwannarut, dan Taichi Kho yang sama-sama membukukan skor 68.


