Dua pegolf Jepang dan dua pegolf Korea melanjutkan asa Asia ke putaran akhir pekan pada ajang U.S. Open ke-121.
Putaran kedua U.S. Open di Torrey Pines kemarin (18/6) menyuguhkan tantangan yang sangat berat bagi para wakil Asia. Sebagian berhasil melangkah ke putaran ketiga dan keempat, sementara sebagian lainnya harus terhenti lantaran tak berhasil lolos cut.
Dari delapan wakil Asia yang bertanding pada pekan ini, empat di antaranya dipastikan melanjutkan perjuangannya pada hari ini. Mereka yang berhasil mempertahankan asa ialah Rikuya Hoshino dan Juara Masters Hideki Matsuyama, yang sama-sama mengusung bendera Jepang, dan duo Korea Im Sungjae dan Kim Siwoo. Dua pegolf Korea lainnya Lee Kyounghoon dan Kang Sung, serta dua wakil Jepang lainnya Yosuke Asaji dan Ryo Ishikawa harus pulang lebih awal.
Dua pemegang gelar U.S. Open Webb Simpson (2012) dan Justin Rose (2013) termasuk di antara mereka yang tak dapat memainkan putaran akhir pekan.
Matsuyama sempat mencatatkan hasil yang solid pada putaran pertama kemarin, yang turut memberi harapan bahwa kali ini ia bisa kembali bersinar. Memulai putaran kedua dari hole 10 di Torrey Pines, Matsuyama sudah mencatatkan 6-over setelah dua kali mencatatkan double bogey di hole 10 dan 12, serta bogey di hole 11 dan 13.
Ia sempat bangkit dan menemukan momentumnya setelah mencatatkan birdie dari jarak 3 meter. Lalu untuk kedua kalinya ia berhasil menorehkan birdie, kali ini di hole 18 par 5. Setelah pukulan keduanya mencapai sisi kiri green, chipping-nya berhasil mengantarkan bola hingga hanya berjarak kurang dari semeter.
Sayangnya, kebangkitannya tidak berlanjut ke sembilan hole berikutnya. Ia malah kembali membukukan bogey sehingga memaksanya harus mencatatkan skor 76. Dengan skor 3-over 145, peringkatnya harus melorot ke posisi T41, berbagi tempat, di antaranya dengan Phil Mickelson, yang menciptakan permainan sensasional kala menjuarai PGA Championship bulan Mei lalu.
Hoshino, rekan senegara Matsuyama, masih beruntung tidak sampai mencatatkan skor seperti pemegang enam gelar PGA TOUR itu. Pasalnya, Hoshino untuk sementara memastikan memainkan putaran ketiga hari ini dari peringkat yang lebih baik daripada ketiga wakil Asia lainnya.
Pegolf berusia 25 tahun ini kemarin sempat menorehkan skor 69, namun skor 74 miliknya memaksanya harus puas di peringkat T21 setelah menuliskan empat birdie, lima bogey, dan sebuah double bogey di hole 2 par 4.
Adapun Juara Honda Classic 2020 Im Sungjae kembali mencatatkan skor 2-over 144 setelah untuk kedua kalinya membukukan skor 72 setelah hanya mencatatkan tiga birdie dan empat bogey, sekaligus menempati posisi satu stroke di belakang Hoshino.
”Saya merasa permainan saya sedang bagus. Pukulan saya juga sedang bagus dalam enam, lima pekan terakhir, yang jelas menjadi sangat fundamental jika ingin bersaing untuk U.S. Open.” — Richard Bland.
Rekan senegaranya, Kim Siwoo nyaris pulang lebih awal. Setelah membukukan lima bogey berturut-turut di enam hole pertamanya, yang ia mulai dari hole 10, ia akhirnya mendapatkan birdie pertamanya di hole 1. Dua bogey di hole 2 dan 6 hampir memberinya tiket sebagai penonton. Beruntung ia berhasil mendapat birdie di dua hole terakhirnya. Di hole 8 par 3 akurasi pukulannya membawa bola menyisakan hanya jarak sekitar 1,5 meter yang dengan mudah ia konversi menjadi birdie. Sementara di hole 9 par 5 pukulan approach-nya menyisakan jarak kurang dari semeter untuk memberinya kesempatan menebus permainannya hari ini.
Sementara itu, Richard Bland kembali menjadi sorotan setelah pada putaran kedua ia berhasil mematok skor terendah menyusul tujuh birdie dan tiga bogey yang ia raih. Pegolf Inggris yang baru saja meraih gelar European Tour pertamanya pada Betfred British Masters Hosted by Danny Willett setelah memainkan total 478 turnamen ini mengaku mendapat inspirasi dari keberhasilan Mickelson menjuarai PGA Championship bulan lalu.
”Saya merasa permainan saya sedang bagus. Pukulan saya juga sedang bagus dalam enam, lima pekan terakhir, yang jelas menjadi sangat fundamental jika ingin bersaing untuk U.S. Open,” ujar pegolf berusia 48 tahun yang melakoni U.S. Open kedua dalam kariernya ini.
”Ketika melihat tempat ini pada hari Senin, saya merasa lapangan ini cocok di mata saya. Tak terlalu banyak dogleg. Semuanya terlihat langsung di depan saya, dan lapangan seperti itulah yang saya suka.”
Catatan skor totalnya kemudian disamai oleh Henley, yang mencatatkan skor 70, setelah sebelumnya membukukan skor 67.


