Lydia Ko dan Minjee Lee sama-sama mengawali Hana Financial Group Championship 2025 dengan skor even par 72.

Bintang utama turnamen, Lydia Ko dan Minjee Lee, mengawali ajang Hana Financial Group Championship dengan sama-sama mengemas skor even par 72. Mereka terpaut tiga stroke dari duo pemain tuan rumah pemuncak klasemen, Park Hyejun dan Lee Dayeon.

Ko, yang merupakan pegolf No.3 Dunia, mencatatkan dua birdie dengan dua bogey di Bears Best Cheongna Golf Club, di Incheon, Korea itu. Ia pun terpaksa mengakhiri hari pertama dengan berbagi peringkat 12 bersama delapan pegolf lainnya, termasuk Lee.

”Saya kira saya dan Minjee Lee sama-sama sepakat kalau memenangkan turnamen yang menjadi sponsor utama kami bakal menjadi prestasi yang sangat berarti.” — Lydia Ko.

Pemegang 23 gelar LPGA ini sempat mendapat dua bogey di tiga hole pertamanya, namun berhasil meraih birdie dari hole 4 dan 13.

”Saya merasa khawatir pada awal permainan karena pukulan saya tidak benar-benar berjalan dengan baik. Namun, setelah birdie pertama di hole 4 itu, saya mulai mendapat momentum,” tutur pegolf yang juga mengoleksi seluruh medali pada Olimpiade ini.

”Hari ini lapangan sulit dimainkan, dan pengaturannya juga menantang. Saya sudah mengira kalau putaran ini tidak bakal menjadi putaran dengan skor yang rendah. Bahkan ketika pin diposisikan jauh di pinggir green, secara sadar saya memutuskan membidik ke tengah dan mengandalkan putting dari sana.”

 

Minjee Lee, Round 1 Hana Financial Group Championship 2025.
Minjee Lee menyamai catatan Lydia Ko pada putaran pertama Hana Financial Group Championship. Foto: Hana Financial Group Championship.

 

Bagi Ko, turnamen pada pekan ini sangatlah penting. Meskipun bukan turnamen Major dan hanya berstatus sebagai ajang Korea LPGA, Hana Financial Group Championship ini merupakan ajang dari sponsornya.

”Saya kira saya dan Minjee Lee sama-sama sepakat kalau memenangkan turnamen yang menjadi sponsor utama kami bakal menjadi prestasi yang sangat berarti. Saya sendiri selalu mendambakan bisa menang, setidaknya, sekali di Korea. Saya lahir di sini dan punya keluarga juga di sini, jadi pasti akan sangat berarti dan bukan hanya menjadi sekadar kemenangan di luar negeri.”

Keinginan ini juga turut dilandaskan oleh fakta bahwa sejauh ini belum pernah ada pemain yang disponsori Hana Financial Group, yang berhasil memenangkan turnamen ini. ”Jadi, semoga salah satu dari kami bisa mengubah sejarah tersebut,” tandas Ko, yang berkewarganegaraan Selandia Baru ini.

”Saya rasa posisi pinnya cukup sulit dan angin justru mempersulit permainan. Namun, hal serupa berlaku bagi semua pemain.” — Minjee Lee.

Seperti halnya Ko, Lee juga mengalami kesulitan pada awal permainannya. Pegolf Australia ini malah membuat bogey di hole pertamanya. Namun, dua hole kemudian ia berhasil mencatatkan birdie pertamanya. Sayangnya, bogey kedua dari hole 9 membuatnya harus meninggalkan sembilan hole pertama itu dengan catatan 37 pukulan, sampai akhirnya ia menciptakan birdie keduanya dari hole 15 par 5.

”Pukulan saya tidak begitu bagus. Saya rasa posisi pinnya cukup sulit dan angin justru mempersulit permainan. Namun, hal serupa berlaku bagi semua pemain,” tutur Lee, pegolf No.4 Dunia saat ini. ”Saya bukannya kecewa, tapi rasanya saya bisa lebih banyak menciptakan peluang birdie dan mempertajam permainan iron. Kalau saja bisa begitu hari ini saya bisa lebih senang, tapi cukup puas dengan putaran hari ini.

Hana Financial Group Championship pekan ini merupakan edisi ketujuh dan memperebutkan total hadiah sebesar KRW1,5 milyar (sekitar Rp17,8 milyar). Sang juara nantinya berhak membawa pulang KRW270 juta (sekitar Rp3,2 milyar).