Brad Kennedy mengincar keberuntungan untuk menciptakan kejutan pada ajang Golf Nippon Series JT Cup.

Brad Kennedy terus berjuang mengatasi rasa sakitnya untuk menjaga peluang bersaing menjuarai ajang Golf Nippon Series JT Cup. Pegolf Australia ini kembali bermain under dan membukukan 1-under 69 untuk membuntuti Satoshi Kodaira, yang kini sendirian di puncak klasemen dengan keunggulan dua stroke.

Pegolf berusia 48 tahun ini jelas masih berada di posisi yang bagus, T2, untuk mengangkat trofi keempatnya sepanjang berkarier pada Japan Golf Tour Organization (JGTO). Mengingat kondisi fisiknya yang jauh dari ideal, ia pun berharap keberuntungan bisa menaunginya pada putaran final besok (4/12).

Untuk keempat kalinya pada tahun ini Kennedy akan melakoni putaran final di jajaran tiga besar. Sejauh ini belum sekalipun ia menuntaskan dengan kemenangan. Sebelumnya, ia sempat finis di posisi ketiga pada ajang Mizuno Open. Kemudian ia finis T2 pada ASO Iizuka Challenged Golf Tournament. Dan terakhir ketika finis T5 pada ajang Heiwa PGM Championship.

”Saya cuma belum mendapatkan momentum untuk menuntaskannya pada akhir pekan. Bukannya saya bermain atau melakukan pukulan dengan buruk,” tuturnya. ”Saya akan membutuhkan keberuntungan untuk bisa meraih kemenangan.”

Pada putaran ketiga tadi, Kennedy mengemas empat birdie, dua di tiap sembilan hole, namun harus menorehkan tiga bogey. Alhasil, ia harus ke posisi kedua dengan skor total 9-under 201.

”Saya harus ke lapangan dengan tujuan yang sesungguhnya besok. Bukan soal memberi tekanan bagi Satoshi, tapi melakukan pukulan yang saya butuhkan dan memasukkan beberapa putt,” tutur Kennedy, yang masih bertanding dalam kondisi cedera lutut, yang ia alami mulai awal pekan ini.

”Sangat penting untuk tidak terlalu sering melihat papan klasemen karena hal itu bakal mengusik pikiran.” — Satoshi Kodaira.

Adapun Kodaira kini mengincar kemenangan keduanya pada turnamen yang menjadi ajang tutup musim pada JGTO. Skor 67 yang ia raih hari ini menempatkannya di puncak klasemen dengan skor total 11-under. Kemenangan pada hari Minggu ini akan menjadi kemenangan ke-8 dalam kariernya.

Meski prospeknya jelas sangat menggoda, pegolf yang juga mengoleksi satu gelar PGA TOUR ini tidak ingin terbawa suasana. ”Target saya ialah menang, tapi saya tidak ingin berpikir terlalu banyak meskipun kini punya keunggulan dua stroke,” tuturnya. ”Sangat penting untuk tidak terlalu sering melihat papan klasemen karena hal itu bakal mengusik pikiran.”

Persaingan jelas tak hanya terpaku pada Kodaira maupun Kennedy. Juara edisi 2020 Chan Kim, juga masih punya peluang untuk kembali meraih kemenangan. Saat ini ia ada di peringkat T8, lima stroke di belakang Kodaira.

Setelah bermain dengan skor 72 pada hari Jumat (2/12) kemarin, Kim menampilkan permainan solid dengan mencatatkan tiga birdie di sembilan hole pertamanya. Setelah mendapat satu-satunya bogey di hole 13, ia berhasil bangkit dengan birdie di hole 17.

”Saya bermain cukup bagus hari ini, cuma sembilan hole terakhir itu saja saya tidak berhasil melakukan pergerakan,” ujarnya. ”Setidaknya, bagus juga bisa main 3-under dalam delapan hole.

”Saya hanya ingin membuat kesempatan besok. Pasti akan sulit. Semoga saja saya bisa menorehkan skor rendah yang bagus dan memperbaiki posisi di klasemen. Apapun yang terjadi antara saya dan grup terakhir, saya jelas tak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya akan pulang dan bersantai dan menyiapkan diri secara mental untuk besok.”