Feng Shanshan dan Lin Xiyu siap menggunakan momentum Olimpiade untuk menuju kompetisi berikutnya, dengan Lin mulai mengincar partisipasi Olimpiade ketiga di Paris 2024 dan Feng kembali fokus ke LPGA.
Dua pegolf papan atas China Feng Shanshan dan Lin Xiyu akhirnya menuntaskan kompetisi golf wanita Olimpiade Tokyo 2020 kali ini dengan tanpa membawa pulang medali. Keduanya patut berbangga telah menampilkan perjuangan mengagumkan sepanjang pekan ini di Kasumigaseki Country Club dan menciptakan persaingan dengan para pegolf terbaik di dunia saat ini.
Uniknya, keduanya juga memulai pekan ini dengan permainan yang kurang meyakinkan. Toh dengan format kompetisi yang tidak memberlakukan cut-off pada akhir putaran kedua, Feng dan Lin berhasil mencapai finis di jajaran sepuluh besar. Feng menorehkan skor total 11-under 273 untuk finis sendirian di peringkat 8, sedangkan Lin, yang satu stroke di belakangnya dengan skor total 274 harus berbagi peringkat ke-9 dengan Yuka Saso (Filipina), Kim Seiyoung dan Ko Jin Young (Korea), Nasa Hataoka (Jepang), dan Nanna Koerstz Madsen (Denmark).
Meski gagal mempersembahkan medali bagia China, keduanya mengungkapkan rasa puas bisa kembali bertanding di kancah Olimpiade. ”Luar biasa. Saya sudah menanti sangat lama untuk Olimpiade ini. Saya mengira bakal berlangsung tahun lalu pada ulang tahun saya, tapi justru baru setahun kemudian. Dan saya menunggu dan ternyata saya masih cukup bagus untuk setidaknya bisa masuk tim. Dan di sinilah saya sekarang, sudah menyelesaikan seluruh turnamen ini,” ungkap Feng.
”Awalnya memang saya tidak bermain dengan baik, tapi dalam tiga hari terakhir saya bermain layaknya seorang juara, meskipun saya tertinggal jauh setelah (skor 74) hari pertama. Toh saya bisa bangkit dan tidak ada rasa penyesalan karena inilah golf, Anda harus menerimanya, terutama dalam Olimpiade.”
Sebelum Olimpiade Tokyo 2020 ini bergulir, Feng sempat mengisyaratkan bahwa Olimpiade ini akan menjadi yang terakhir baginya. Perbincangan soal keinginannya pensiun dari golf juga mengemuka sehingga banyak juga kalangan yang menilai ia bakal mundur dari olahraga ini. Namun, ia memberi jawaban yang tegas terhadap spekulasi tersebut. Bukan tidak mungkin permainannya pekan ini menunjukkan bahwa ia masih menjadi salah satu pemain papan atas yang siap kembali ke jajaran para juara.
”Saya tidak bisa bilang kalau saya segera pensiun,” ujarnya sambil tertawa. Ia bahkan berniat untuk menembus ajang pamungkas LPGA, CME Group Tour Championship, ajang yang pernah ia menangkan pada tahun 2013 silam. ”Saya masih ingin bertanding lebih banyak pada ajang LPGA, sekadar memberikan sebuah konklusi atau apalah itu yang bisa disebut. Saya hanya tidak ingin menjalani periode karantina hingga tiga kali dalam semester kedua tahun ini karena sudah melakukannya sebelumnya. Saya ingin mencoba dan kembali dan kalau bisa mengikuti CME (Group Tour Championship).”
Bagi Lin, performanya pada pekan ini telah memenuhi ekspektasinya sendiri. Terutama mengingat ia harus menjalani enam hingga tujuh pekan tanpa mengikuti kompetisi sebagai akibat dari kebijakan karantina Komite Olimpiade China.

”Ketika memasuki pekan ini saya benar-benar tidak punya ide hendak melakukan apa, bakal bagaimana, bakal merasakan apa, jadi ada begitu banyak hal yang benar-benar bagus yang bisa saya lakukan pada pekan ini dan satu-satunya yang hilang jelas performa di atas green. Namun, secara umum, saya berharap bisa finis di jajaran sepuluh besar, pada pekan kapan pun, bisa finis di sepuluh besar sudah menjadi hadiah yang besar buat saya.”
Status kompetisi sebagai ajang Olimpiade jelas memberikan nuansa yang berbeda dengan medali sebagai taruhannya. Lin sendiri mengaku mendapat tekanan, terutama dengan Olimpiade hanya bisa diselenggarakan sekali dalam empat tahun. Ia juga menilai absennya para penggemar di lapangan merupakan sesuatu yang sangat disayangkan, mengingat golf wanita di Jepang yang sangat populer.
”Hal bagusnya ialah saya menjadi tidak gugup. Hanya saja absennya penonton membuat permainan ini tidakd semenarik semestinya. Namun, secara umum pekan ini masih menjadi pekan yang luar biasa dan lapangannya juga mengagumkan,” imbuh Lin.
Keberhasilannya kembali menjadi bagian dari Tim Golf China pekan ini turut meningkatkan keyakinannya untuk bisa kembali mengikuti Olimpiade tiga tahun depan di Paris.
”Dua tahun lalu saya bahkan tidak berada di posisi untuk masuk tim dan kemudian tahun ini karena beberapa performa yang bagus saya bisa kembali berpartisipasi pada turnamen ini. Jadi, ini meningkatkan rasa percaya diri saya dan sudah tentu saya menjadi sangat menantikan untuk bisa mewakili China lagi di Paris,” jelas Lin.
Sudah tentu sebelum menuju ke Paris, Lin perlu mewujudkan kemenangan pertamanya di panggung LPGA.


