Ayaka Furue merayakan kemenangan perdananya di panggung LPGA dengan menjuarai Trust Golf Women’s Scottish Open.

Penampilan perdana Ayaka Furue di Dundonald Links membuahkan hasil yang manis. Pegolf Jepang berusia 22 tahun ini berhasil mengatasi ketertinggalan empat stroke dengan mencatatkan rekor skor terendah di Dundonald Links untuk meraih gelar LPGA pertamanya lewat ajang Trust Golf Women’s Scottish Open.

Furue, yang bermain dalam musim perdananya pada LPGA, menampilkan permainan yang nyaris tanpa cela. Sepuluh birdie dan tanpa bogey berhasil ia torehkan pada putaran final untuk memastikan kemenangan dengan skor total 21-under 267, tiga stroke lebih baik daripada pegolf Perancis Celine Boutier, yang harus puas menempati peringkat kedua usai menorehkan skor 3-under 69 dan skor total 18-under 270.

Pegolf yang telah mengoleksi tujuh gelar profesional pada JLPGA ini menikmati salah satu permainan terbaiknya, yang ditandai dengan serangkaian pukulan dengan akurasi tajam, serta kualitas putting yang nyaris sempurna. Usai mengawali putaran final dengan birdie di hole pertama, ia hanya membutuhkan 28 pukulan lagi untuk menuntaskan sembilan hole pertamanya. Ia bahkan mencatatkan enam birdie berturut-turut dari hole 6 hingga 11, dan masih menambah tiga birdie lagi di empat hole terakhirnya.

”Saya sangat senang. Saya tertinggal empat stroke dan sepertinya akan sulit untuk mengejar posisi teratas karena para pemain lainnya adalah pemain yang sangat bagus. Namun, saya sangat senang bisa menampilkan permainan golf yang bagus dan bisa keluar sebagai pemenang,” tutur Furue.

 

Ayaka Furue, Trust Golf Women’s Scottish Open 2022.
Ayaka Furue menjadi pemenang pertama dari trofi baru untuk ajang Trust Golf Women’s Scottish Open. Foto: Trust Golf Women’s Scottish Open.

 

Furue mengaku memiliki pola pikir yang tepat selama memainkan 18 hole terakhirnya itu. Seluruh aspek permainannya benar-benar berjalan dengan baik.

”Bagian terbaiknya ialah saya bisa memukul sangat lurus pekan ini. Dan saya juga memasukkan banyak putt dari jarak pendek dan beberapa putt jarak jauh juga bisa saya masukkan dengan baik,” sambung Furue, yang selama ini berlatih putting dengan dua bola sekaligus untuk membantunya menghasilkan impact yang solid antara clubface putter dengan bola.

Ia juga tidak segan-segan menyebut peran kedinya, Michaeel Scott, yang merupakan kedi Skotlandia. ”Dia sangat membantu. Dia memberi banyak masukan yang bagus. Dia juga banyak memberi informasi menegnai di mana bola mesti diarahkan, seberapa jauh bola akan bergulir. Ia melakukan kalkulasi yang sangat baik dan membantu saya dengan membaca arah angin dan bagaimana angin memengaruhi permainan. Begitu diberi tahu kalau saya menjadi pemenangnya, saya merasa bersyukur Mike bisa mengalaminya di negerinya sendiri,” ujar Furue.

Selain menerima hadiah sebesar US$300.000, Furue juga menerima trofi baru yang didesain untuk menggambarkan kolaborasi unik antara Skotlandia dan Thailand—Trust Golf, sponsor utama ajang ini, merupakan perusahaan asal Thailand.

Meskipun gagal meraih kemenangan, Boutier mengaku masih merasa bersemangat setelah mendapati permainannya sepanjang pekan ini sangatlah solid. Pada putaran final itu ia mencatatkan tujuh birdie, namun menuai empat bogey, yang membuatnya hanya bisa menorehkan skor 69. Ia mengakui tekanan bermain di grup terakhir turut memengaruhinya. Toh ia merasa yakin bahwa pengalaman seperti ini akan membantunya untuk segera mewujudkan kemenangan.

 

Celine Boutier, Round 4 Trust Golf Women’s Scottish Open.
Celine Boutier yakin pengalamannya ini akan membantunya untuk mewujudkan kemenangan dalam waktu dekat. Foto: Trust Golf Women’s Scottish Open.

 

Pegolf Amerika Cheyenne Knight dan pegolf Korea Kim Hyojoo, masing-masing menorehkan skor 67 dan 66 pada putaran final, harus berbagi posisi di tempat ketiga. Keduanya menorehkan skor total 17-under.

Adapun Lydia Ko, yang bersama Boutier memimpin pada akhir putaran ketiga, harus puas menorehkan skor 71. Skor total 272 yang ia bukukan membawanya finis di peringkat kelima bersama pegolf Amerika Alison Lee.

”Rasanya saya tidak berhasil menjalankan rencana saya pada akhir pekan ini. Saya benar-benar tidak sampai mendapatkan momentum,” tutur Ko, yang mencatatkan tiga birdie dengan dua bogey.

Penghargaan Jock MacVicar, yaitu penghargaan yang diberikan kepada pegolf Skotlandia terbaik, pada tahun ini jatuh kepada Gemma Dryburgh. Kali ini ia menorehkan skor 69, 73, 66, dan 74 untuk finis di posisi T34 dengan skor total 6-under 282.

”Sungguh istimewa rasanya bisa menjadi pegolf terbaik Skotlandia dan untuk pertama kalinya saya melakukan hal ini, jadi ini pekan yang istimewa. Jock merupakan salah satu alasan mengapa kami memiliki ajang yang sebesar ini …,” tutur Dryburgh, yang menerima penghargaan dari Martin Dempster, Ketua Asosiasi Penulis Golf (Association of Golf Writers).