Ayaka Furue menatap putaran final HSBC Women’s World Championship dengan keunggulan dua stroke dan ia punya modal penting untuk mewujudkan kemenangan.

Postur tubuhnya mungkin tidak tinggi. Namun, Ayaka Furue membuktikan bahwa postur tubuh tidaklah krusial dalam olahraga golf. Pegolf Jepang berusia 23 tahun ini melejit ke puncak klasemen di Tanjong Course Sentosa Golf Club dengan skor 68. Skor total 10-under miliknya praktis memberinya keunggulan dua stroke. Hannah Green asal Australia menjadi pesaing terdekatnya, dengan pegolf Amerika Andrea Lee dan Celine Boutier dari Perancis terpaut tiga stroke darinya.

Dengan begitu banyak pegolf tangguh pada yang bakal menyalipnya besok (3/3), Furue jelas membutuhkan sejumlah rasa percaya diri yang ia tunjukkan pada putaran ketiga. Dua birdie berturut-turut untuk mengawali hari Sabtu tadi seakan menyiapkannya untuk permainan solid. Bahkan hujan yang sempat menyiram Singapura saat ia tengah memainkan hole 16 tak cukup untuk menghambatnya.

”Saya cuma berpikir untuk bisa mengimbangi Celine,” tutur Furue yang bermain dengan pegolf Perancis yang memimpin klasemen pada hari kedua itu. ”Saya menciptakan beberapa birdie dan rasanya senang.”

 

Hannah Green, Round 3 HSBC Women’s World Championship 2024.
Pegolf Australia Hannah Green menjadi pesaing terdekat bagi Ayaka Furue dengan keduanya hanya berjarak dua stroke. Foto: Getty Images.

 

Furue merupakan salah satu pegolf dengan postur yang pendek. Namun, tahun 2022 lalu ia juga membuktikan bahwa postur itu tidak berpengaruh pada kualitas permainannya, tatkala ia menjuarai Scottish Open.

Alison Nicholas menjadi pegolf terpendek, dengan tinggi 150 cm, seperti halnya Furue, yang pernah menjuarai Major. Ia meraih prestasi itu pada U.S. Open 1997.

Kemenangan baginya akan membuatnya menyamai prestasi pegolf legendaris Jepang Ai Miyazato (2010). Selain itu, kemenangan juga bakal memperkuat posisinya untuk bisa mewakili Jepang pada Olimpiade Paris pada musim panas nanti. Dan meskipun persaingan putaran final nanti tidak akan mudah, ia membuktikan dirinya punya modal penting untuk bisa mengangkat trofi.

Akurasi pukulan dan putting yang tajam terbukti menjadi alasan penting mengapa Furue berhasil mengambil alih posisi teratas. Dalam tiga putaran, ia tercatat mengantarkan bolanya ke 38 dari total 42 fairway. Selain itu, pada tiap putaran ia membutuhkan rata-rata 26 putt untuk mengemas total 15 birdie sehingga menjadikannya yang terbaik untuk urusan putting.

 

Celine Boutier, Round 3 HSBC Women’s World Championship 2024.
Meski harus puas dengan skor 72, Celine Boutier masih menjaga peluangnya menjuarai HSBC Women’s World Championship 2024. Foto: Getty Images.

 

”Tidak ada yang istimewa untuk turnamen ini, tapi rasanya sangat sulit membaca green pada hari pertama. Namun, setelah bermain pada hari pertama, saya bisa mempertahankan putting dan terus melangkah,” tuturnya.

Dan mengenai akurasinya ke fairway, ia mengaku berusaha mempertahankan dispersi pukulannya di zona kurang dari 10 meter. ”Saya mempertahankan energi dan fokus saya, melatih pukulan.Rasanya saya tidak ingin memukul melenceng lebih dari sepuluh meter. Jadi, harus memukul lurus. Itu salah satu strategi saya untuk berlatih,” jelasnya lagi.

Boutier, yang memulai putaran ketiga dengan keunggulan satu stroke, harus puas bermain even par 72. Meski demikian, ia masih punya peluang untuk menjadi pegolf Perancis dan Eropa pertama yang menjuarai ajang ini, mengingat ia hanya berjarak tiga stroke.