Hana Financial Group Singapore Women’s Open disambut sebagai ”game changer” ketika ajang perdana ini digelar untuk pertama kalinya pada 9-11 Desember 2022.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, para pegolf wanita Singapura memiliki ajang nasional terbukanya sendiri. Visi yang besar dari Asia Golf Leaders Forum melalui Ladies Asian Tour (LAT) Series turut mengarahkan fokus pengembangan golf wanita ke Singapura dan menjadikan Hana Financial Group Singapore Women’s Open menjadi ajang awal musim bagi Korea Ladies Professional Golf Association (KLPGA).
Dua pegolf Singapura, Koh Sock Hwee dan Aloysia Atienza, yang masing-masing merupakan pegolf profesional dan amatir papan atas di negeri pulau ini menyambut diciptakannya kejuaraan ini. Mereka sama-sama menilai ajang ini sebagai pengembangan penting dan positif bagi golf wanita di negara mereka.
Koh, yang merupakan pegolf Singapura dengan peringkat pada Rolex Rankings tertinggi, menikmati kesempatan untuk bertanding pada ajang nasional terbuka pertamanya di hadapan para pendukung tuan rumah di Tanah Merah Country Club.
”Sudah pasti menjadi kehormatan bisa bermain dalam ajang nasional terbuka wanita kami sendiri karena saya yakin ini pertama kalinya kami melakukannya. Ajang ini jelas membuka pintu-pintu agar lebih banyak pegolf muda wanita yang memilih olahraga ini karena mereka kini punya target untuk dicapai: bermain dalam ajang nasional terbukanya sendiri,” tutur Koh.
”Sebagai ajang KLPGA, turnamen ini akan diikuti para peserta yang tangguh dan saya tak sabar menguji kemampuan saya di antara mereka. Target paling pastinya ialah lolos cut, dan kemudian berusaha mencapai finis terbaik saya dalam sebuah ajang KLPGA.”
Hal senadar juga dilontarkan peraih medali perak individu SEA Games Atienza.

”Beberapa tahun terakhir kami memiliki ajang LPGA Tor di sini dan selalu banyak pegolf junior putri yang hadir menyaksikan para pemain. Dengan adanya SWO ini, para pemain putri itu punya ajang lain untuk disaksikan dan mengambil inspirasi darinya ketimbang sekadar menontonnya dari TV,” tutur pegolf berusia 24 tahun ini.
Ia juga tidak takut untuk mematok target yang tinggi untuk lolos cut dan finis di posisi sebaik mungkin.
”Mendapat kesempatan alangka pada ajang KLPGA Tour sebagai amatir jelas menjadi kesempatan yang besar. Bermain di negeri sendiri membuatnya terasa lebih menarik karena teman-teman dan keluarga saya bisa datang menyaksikan saya bermain,” sambung pegolf yang kini menghuni peringkat 300 pada World Amateur Golf Ranking ini.
”Saya berharap tidak terlalu gugup dan cukup memainkan permainan saya saja. Lolos cut sudah menjadi kemenangan kecil buat saya, tapi saya ingin melihat diri saya mencapai posisi yang tinggi di klasemen pekan itu.”
Sementara itu, Presiden SGA Tan Chong Huat menghimbau para pemain Singapura untuk memaksimalkan kesempatan menunjukkan bakat mereka pada turnamen yang menyediakan total hadiah sebesar SGD1,1 juta (sekitar Rp12,48 milyar) ini. Ia yakin para pengetahuan para pemainnya di Tanah Merah Country Club akan menjadi salah satu keunggulan mereka.
”Ini kesempatan besar bagi para pemain Singapura karena mereka semua sudah akrab dengan Tampines Course, berlatih dan bersaing dalam ajang-ajang amatir mereka,” ujar Tan. ”Yang terpenting, mereka telah emraih pengalaman luar biasa dari bersaing pada ajang besar dengan para pemain terbaik di dunia. Akan menjadi pencapaian bagi golf wanita di Singapura karena kami juga punya pegolf profesional dan amatir yang bersaing dengan para pegolf profesional wanita di dunia.”


