Ada banyak alasan mengapa HSBC Women’s World Championship yang mulai dipertandingkan 2-5 Maret pekan ini menjadi ajang yang sangat istimewa.
HSBC Women’s World Championship edisi 2023 yang berlangsung 2-5 Maret pekan ini menjadi penyelenggaraan paling istimewa. Selain menjadi edisi ke-15 sejak pertama kali digelar tahun 2008, untuk pertama kalinya pula para penggemar bisa menyaksikan langsung para pegolf wanita terbaik di dunia yang berlaga di Tanjong Course, Sentosa Golf Club di Singapura.
Sebagai turnamen yang disebut-sebut sebagai ajang Major Asia, lantaran kualitas peserta yang kerap bertanding, status tersebut juga kembali diperkuat oleh jajaran pegolf profesional yang akan berusaha untuk memenangkan kejuaraan yang memperebutkan hadiah sebesar US$1,8 juta (sekitar Rp27,4 milyar) ini.
Kualitas peserta yang berkumpul di Tanjong Course pekan ini jelas menjadi daya tarik tersendiri. Dari total 66 peserta 17 di antaranya merupakan pegolf yang berada di jajaran 20 besar Rolex Women’s World Golf Ranking. Selain Lexi Thompson (No.6), Charley Hull (No.15), dan Park Minji (N0.16), seluruh pegolf yang berada di 20 besar dunia sudah berada di Tanjong Course.
Selain itu, kualitas Major juga diwarnai oleh kehadiran 22 pegolf yang total telah memenangkan 32 gelar Major. Adapun kapasitas jawara juga tergambar dari total 184 gelar LPGA yang dimenangkan oleh 47 pegolf. Sementara 24 pegolf telah memenangkan total 64 gelar Ladies European Tour. Dan di antara 66 peserta ini, 20 di antaranya telah menjadi bagian dari ajang Solheim Cup dan tampil sebanyak total 50 kali.

Kualitas pemain yang sedemikian kuat membuat Lydia Ko tidak bakal mengandalkan statusnya sebagai pegolf No.1 Dunia untuk bisa bersaing dengan mudah pada pekan ini.
”Anda tak pernah bisa menonjolkan peringkat dunia Anda karena di jajaran atas itu persaingannya sangat ketat. Semua orang ingin bermain dengan snagat baik dan Anda tidak bisa bilang kalau Anda akan ada di posisi puncak selamanya. Ketika masih lebih muda, saya merasa menjadi nomor satu berarti Anda mesti terus menang dan bersaing setiap pekan, tapi sebenarnya tak melulu begini,” jelas Ko, yang merupakan Player of the Year LPGA 2023 ini.
”Semua orang akan mengalami pasang-surutnya sendiri, tapi Anda mesti bisa mengatasinya dengan memastikan bahwa keterpurukan itu tidak benar-benar begitu jauh dan tidak menjadi angkuh karena berada di posisi tertinggi.”
Peringkat dunia memang tidak menjadi jaminan seorang pemain bakal menjadi penantang kuat untuk menjadi juara. Dan Ko memahaminya dengan baik, terutama mengingat ia sendiri belum pernah menjuarai HSBC Women’s World Championship. Prestasi terbaiknya sejauh ini ialah finis di tempat kedua pada tahun 2015.
The world’s best golfers are in ???????? and here to have fun at the 2023 #HWWCGolf.#15YearsHWWC @LPGA pic.twitter.com/wAwFfZJvWy
— HSBC Women’s World Championship (@HWWCGolf) March 1, 2023
Ko Jinyoung, sang juara bertahan, menjadi satu dari tiga juara turnamen ini yang sudah berada di Tanjong Course untuk kompetisi sengit pekan ini. Dua juara lainnya ialah Kim Hyojoo (2020) dan Minjee Lee (2021).
”Saya tahu akan ada tekanan, tapi saya tak ingin terlalu memikirkannya. Saya hanya perlu bermeditasi karena hal ini sudah menunjukkan hasilnya buat saya dan memungkinkan saya untuk lebih fokus pada swing dan pukulan saya,” tutur pegolf Korea yang kini berada di peringkat 5 dunia ini.
”Saya suka lapangan golf ini, tapi tidaklah mudah karena beberapa hole sangat sulit. Kami mesti tetap sabar di lapangan.”
Salah satu pemain dengan penampilan paling prima musim ini, Brooke Henderson, juga akan menjadi salah satu pemain yang patut menjadi sorotan. Pegolf Kanada yang telah menjuarai dua gelar Major ini kembali ke Singapura dengan modal kemenangan pada Hilton Grand Vacations Tournament of Champions di Orlando. Penampilannya yang penuh dominasi dengan menempati posisi teratas sejak putaran pertama itu kini berharap bisa meraih finis lebih baik di Singapura setelah T2 pada tahun 2018.

”Ini ajang Major Asia. Jadi, bisa datang dan bermain di sini sangatlah penting. Saya berlatih keras sepanjang tahun supaya bisa diundang lagi. Saya selalu menikmati kesempatan di sini karena ada begitu banyak juara masa lalu yang memukau dan saya berharap bisa menambahkan nama saya ke dalam daftar pemenang,” tutur Henderson.
Penampilan yang tak kalah menarik untuk disaksikan juga datang dari wakil tuan rumah. Amanda Tan akan kembali bersaing dengan para pegolf terbaik di dunia setelah memenangkan kualifikasi nasional belum lama ini.
”Selau menjadi kehormatan bisa bermain pada HSBC Women’s World Championship di negeri sendiri, terutama di Sentosa Golf Club, tempat saya berlatih setiap hari. Bisa ditemani oleh keluarga dan teman-teman yang datang dan menonton, saya merasa sangat senang dan ini pengalaman yang sangat istimewa buat saya,” ujarnya.
Seperti halnya ajang Honda LPGA Thailand pekan lalu, HSBC Women’s World Championship ini juga merupakan turnamen khusus yang tidak memberlakukan cut-off. Dengan demikian, seluruh peserta punya peluang hingga empat putaran untuk memperbaiki posisi, menyerap pengalaman sebanyak-banyaknya, bahkan sampai bersaing dan menciptakan kejutan pada putaran final.

